Jadwal Imsakiyah Ramadan 2026 di Kota Cirebon Jumat, 27 Februari 2026
Nuryanti February 27, 2026 04:38 AM

TRIBUNNEWS.COM - Inilah jadwal imsakiyah puasa Ramadan 2026 atau 1447 Hijriah di Kota Cirebon, Jawa Barat pada Jumat (27/2/2026).

Bulan Ramadan merupakan bulan yang selalu dinantikan oleh seluruh umat Islam, karena di bulan mulia ini akan melakukan ibadah puasa selama satu bulan penuh.

Selama bulan puasa ini, jadwal imsakiyah juga menjadi sangat penting, karena dijadikan acuan bagi masyarakat untuk mengetahui waktu berakhirnya sahur. 

Terdapat perbedaan awal puasa Ramadan 2026 ini, yakni Muhammadiyah menetapkan awal puasa Ramadan 1447 H pada Rabu, 18 Februari 2026.

Sementara pemerintah dan Nahdlatul Ulama (NU), menetapkan awal puasa 2026 pada Kamis, 19 Februari 2026.

Berikut selengkapnya jadwal imsakiyah Ramadan 2026 di Kota Cirebon pada Jumat, versi Pemerintah dan Muhammadiyah.

Jadwal Imsakiyah Kota Cirebon Versi Pemerintah

Jadwal imsakiyah Ramadan 2026 di Kota Cirebon ini dapat dipantau melalui kanal Ramadan Kebaikan Melokal.

9 Ramadan 1447 H (Jumat, 27 Februari 2026)

  • Imsak 04:25
  • Subuh 04:35
  • Terbit 05:48
  • Duha 06:15
  • Zuhur 12:02
  • Asar 15:08
  • Magrib 18:09
  • Isya' 19:18
Jadwal Imsakiyah
Jumat, 27 Februari 2026 (9 Ramadan 1447 H)
KOTA CIREBON
Imsak 04:25
Subuh 04:35
Zhuhr 12:02
‘Ashr 15:06
Maghrib 18:09
‘Isya’ 19:18
Selengkapnya

Jadwal Imsakiyah di Kota Cirebon Versi Muhammadiyah

Jadwal imsakiyah Ramadan 2026 di Kota Cirebon ini berdasarkan data yang disajikan Pusat Tarjih Muhammadiyah.

10 Ramadan 1447 H (Jumat, 27 Februari 2026)

Baca juga: Tidak Puasa karena Sakit Apakah Masih Tetap Salat Tarawih?

  • Imsak 04:33
  • Subuh 04:43
  • Terbit 05:48
  • Duha 06:15
  • Zuhur 12:00
  • Asar 15:05
  • Magrib 18:08
  • Isya' 19:17

Niat Puasa Ramadhan, Tata Cara, dan Bacaan Lengkap

Dikutip dari laman resmi MUI, dalam Mazhab Syafii, niat puasa harus dilakukan setiap hari pada malam Ramadan. 

Syekh Sulaiman Al-Bujairimi dalam karyanya, Hasyiyatul Iqna’, menjelaskan sebagai berikut:

ويشترط لفرض الصوم من رمضان أو غيره كقضاء أو نذر التبييت وهو إيقاع النية ليلا لقوله صلى الله عليه وسلم: من لم يبيت النية قبل الفجر فلا صيام له. ولا بد من التبييت لكل يوم لظاهر الخبر

“Disyaratkan berniat di malam hari bagi puasa wajib seperti puasa Ramadhan, puasa qadha, atau puasa nadzar. Ini berdasarkan hadis Rasulullah SAW, ‘Siapa yang tidak berniat di malam hari sebelum fajar, maka tiada puasa baginya.’ Karenanya, harus niat puasa di setiap hari (bulan Ramadan) jika melihat redaksi zahir hadits.” (Sulaiman Al-Bujairimi, Hasyiyatul Iqna’, juz 2)

Namun, menurut Mazhab Maliki, kita cukup niat puasa untuk sebulan penuh pada malam pertama Ramadan. 

Sehingga tidak perlu memperbarui niat di setiap harinya, dengan alasan puasa Ramadan itu merupakan satu kesatuan ibadah. (Yusuf Al-Qaradlawi, Fiqh al-Shiyam, hal. 84)

Maka dari itu, sebagai bentuk kehati-hatian dan antisipasi jika kita lupa atau ketiduran, kita boleh mengikuti pendapat Imam Malik untuk berniat sebulan penuh.

Kemudian sebagaimana pendapat Mazhab Syafii, kita juga harus membiasakan diri untuk selalu berniat puasa di setiap malam bulan Ramadan. 

Biasanya ini dilakukan setiap selesai salat tarawih atau ketika makan sahur.

Adapun bacaan niat puasa Ramadan, sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala”.

Sementara niat puasa untuk satu bulan penuh, sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هٰذِهِ السَّنَةِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma jami’i syahri ramadhani hadzihis sanati fardhan lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadhan tahun ini dengan mengikuti pendapat Imam Malik, wajib karena Allah Ta’ala.” (Shafira Amalia, ed: Nashih)

(Tribunnews.com/Rifqah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.