Fadhilah Puasa Hari ke-9 Ramadhan 1447 H/ 2026 M, Ini Pahala Keutamaannya
Nuryanti February 27, 2026 05:38 AM

TRIBUNNEWS.COM - Masyarakat muslim di Indonesia memasuki hari ke-9 puasa Ramadhan 1447 H pada Jumat (27/2/2026), jika memulai puasa dari hasil sidang isbat ketetapan Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI).

Bulan Ramadhan adalah bulan suci di dalam kalender Hijriah, di mana Allah SWT membuka pintu rahmat-Nya lebar-lebar dan memberikan keistimewaan yang tidak ditemukan pada bulan lainnya.

Dalam keyakinan Islam, Allah SWT akan melipat gandakan pahala bagi mereka yang mampu menjaga syariat dan adab dalam berpuasa di bulan Ramadhan.

Ketika memasuki bulan suci ini, umat Islam dapat berlomba-lomba meraih keutamaan atau fadhilah  puasa Ramadhan 1447 H.

Fadhilah puasa hari ke-9 Ramadhan 2026 ini cara untuk memompa semangat beribadah agar mendapat kesempurnaan.

Seorang muslim maupun muslimah tidak hanya dilatih secara fisik dan dididik secara batin dengan berpuasa, umat dapat meraih derajat ketakwaan yang menjadi puncak dari segala ibadah.

Merujuk sabda Rasulullah SAW yang menegaskan betapa besarnya nilai pengampunan di bulan suci ini. Sebagaimana diriwayatkan dalam sebuah hadis sahih:

"Barangsiapa yang berpuasa Ramadan karena iman dan mengharap pahala (dari Allah), maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim).

Apabila umat muslim mengetahui fadhilah puasa hari ke-9 Ramadhan 1447 H, diharapkan setiap Muslim di tahun 2026 dapat menjalani sisa hari Ramadhan dengan penuh keikhlasan, serta menjadikan setiap waktu senggangnya sebagai ladang untuk berzikir dan membaca Al-Qur'an.

Fadhilah Puasa Hari ke-9 Ramadhan 1447 H dan Pahalanya

Menurut pemahaman dari Kitab "Fadhâil Al-Asyhur Ats-Tsalâtsah", tentang keutamaan bulan Ramadhan yang ditulis oleh Syeikh Muhammad bin Ali bin Husein bin Musa bin Babawayh Al-Qumi.

Keutamaan Puasa Hari ke-9 Ramadhan 1447 H adalah Allah SWT memberi kalian pahala apa yang diberikan kepada seribu ulama, seribu orang yang i'tikaf, dan seribu orang yang menyambung tali persaudaraan. 

Baca juga: Tata Cara Sholat Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026, 14 Ramadhan 1447 H

Pahala mengerjakan ibadah di hari ke-9 Ramadhan seperti Nabi Muhammad SAW.

Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ahmad Thib Raya dalam taushiyahnya menjelaskan tentang sabda Rasulullah SAW ketika umat Islam memasuki bulan Ramadhan 1447 H.

Apabila fajar telah terbit, Jibril menyeru kepada semua malaikat, kembalila, kembalilah. 

Lalu para malaikat itu bertanya: “Wahai Jibril, apa yang telah dilakukan oleh Allah untuk memenuhi hajat/ kebutuhan orang-orang beriman dari umat Muhammad saw? 

Lalu Jibril menjawab: “Pada ini Allah memperhatikan orang-orang yang beriman, lalu Allah memaafkan mereka, mengampuni mereka, kecuali empat orang. 

Lalu ada sahabat yang bertanya kepada Rasulullah, siapa mereka yang empat itu? 

Nabi menjawab: “peminum khamar, orang yang berdosa kepada kedua orang tuanya, orang yang meutuskan hubungan silaturrahim, dan orang yang bermusuhan.

“Rasulullah lalu menjelaskan: “Sesungguhnya surga telah berhias diri untuk Ramadhan sejak awal tahun hingga akhir tahun (sepanjang tahun), hingga ketika sampai di hari pertama bulan Ramadhan bertiuplah angin dari bawah Arasy menghempaskan dedaun taman-taman di surga, lalu para bidadari memperhatikan apa terjadi pada dedaunan itu, lalu mereka berkata: “Wahai Tuhan, jadikanlah bagi kami dari hamba-hamba-Mu pada bulan ini pasangan-pasangan kami, yang kami sangat menyukai mereka, dan mereka pun menyukai kami,” ucap Ahmad Thib Raya, dikutip dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Jakarta, Jumat (27/2/2026).

"Lalu Rasulullah bersabda: “Maka tidak ada yang didapat oleh seorang hamba yang berpuasa, kecuali dipasangkan oleh Allah dengan pasangan isteri yang berasal dari bidadari itu di dalam sebuah kemah (rumah) yang terbuat dari mutiara yang indah dari apa yang telah Allah berikan, yaitu (bidadari-bidarai yang jelita, putih bersih, yang dipingit di dalam kemah-kemah, sebagaimana yang disebutkan oleh Allah di sdalam QS. Al-Rahman [55]: 72)," lanjutnya.

Bacaan Doa Hari ke-9 Ramadhan 1447 H

Yaa Allah! Sediakanlah Untukku Sebagian Dari Rahmat-Mu Yang Luas,

Dan Berikanlah aku Petunjuk Kepada Ajaran-Ajaran Mu Yang Terang, 

Dan Bimbinglah aku Menuju Kepada Kerelaan-Mu Yang Penuh Dengan Kecintaan-Mu, 

Wahai Harapan Orang-Orang Yang Rindu.

Selain doa tersebut, terdapat pula doa yang sangat populer dan dianjurkan Rasulullah SAW untuk dibaca terutama pada malam-malam istimewa di bulan Ramadan, termasuk ketika seorang Muslim memperbanyak ibadah sejak malam pertama:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Latin:

Allāhumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annī.

Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku.”

Doa ini menunjukkan inti dari Ramadan itu sendiri, yaitu permohonan ampun. Ramadan bukan hanya bulan menahan lapar dan dahaga, tetapi bulan penyucian diri.

Keutamaan doa selama Ramadan tidak terbatas pada malam pertama saja. Hadits Nabi SAW sendiri menekankan pentingnya doa dan ibadah sepanjang bulan. 

Berdoa dengan penuh keyakinan dan harapan kepada Allah akan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. 

Allah Maha Pendengar bagi hamba yang memohon dengan hati yang tulus.

Sebagaimana hadits menyatakan bahwa siapa pun yang melaksanakan ibadah malam di bulan Ramadan dengan keyakinan akan pahala dari Allah, maka dosanya yang lalu akan diampuni. 

Hadits ini menunjukkan bahwa Ramadan adalah waktu tepat untuk memohon ampunan, memperbaiki diri, dan menata kembali kehidupan spiritual.

Rasulullah SAW juga menganjurkan memperbanyak doa sepanjang Ramadan. 

Dalam hadis sahih disebutkan bahwa siapa yang melaksanakan ibadah malam di bulan Ramadan dengan iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni. 

Hadis ini menegaskan bahwa Ramadan adalah waktu terbaik untuk bermunajat dan memperbanyak istigfar.

Bacaan Niat Puasa Ramadhan 1447 H

Dalam buku Panduan Ramadhan Bekal Meraih Ramadhan Penuh Berkah terbitan Pustaka Muslim, disebutkan sebenarnya tidak ada tuntutan untuk melafalkan niat puasa.

Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, "Tidaklah sah puasa seseorang kecuali dengan niat. Letak niat adalah dalam hati, tidak disyaratkan untuk diucapkan dan pendapat ini tidak terdapat perselisihan di antara para ulama".

Namun, beberapa kalangan percaya niat puasa harus dilafalkan.

Berikut bacaan niat puasa Ramadhan:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى

Latin:

Nawaitu shauma ghodin 'an adaa'i fardhi syahri romadhoona hadihis-sanati lillahi ta'aalaa.

Artinya: "Aku niat berpuasa besok pagi untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala."

(Tribunnews.com/Muhammad Alvian Fakka)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.