Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Danendra Kusuma
TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Senyum ratusan tukang becak di Kabupaten Nganjuk merekah.
Itu setelah mereka menerima bantuan becak listrik dari Presiden, Prabowo Subianto melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN).
Bantuan ini disalurkan secara simbolis pada Kamis (26/2/2026).
Bertempat di Pendopo KRT.Sorokoesoemo, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi memimpin penyaluran ini.
Hadir pula, Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Mayjen (Purn.), Firman Dahlan, dan sejumlah instansi.
Kang Marhaen, sapaan Bupati, menilai bantuan ini sebagai wujud nyata kepedulian yang langsung menyentuh urat nadi perekonomian rakyat kecil di daerahnya.
Ia pun mengapresiasi atas perhatian yang telah diberikan melalui penyaluran bantuan becak listrik.
"Ini adalah bentuk kepedulian nyata kepada masyarakat bawah, kaum marhaen, wong cilik, yang sehari-hari berjuang di jalanan," katanya.
Ia menyoroti pentingnya ketepatan sasaran dari program bantuan inisiatif Presiden ini.
Baca juga: Candi Lor Nganjuk, Monumen Kemenangan Mpu Sindok yang ditetapkan sebagai Struktur Cagar Budaya
Baca juga: Pemkab Nganjuk Perketat Penerima Bansos dan BPJS PBI, Ini Kriteria Barunya
Kang Marhaen memaparkan becak listrik tersebut didedikasikan khusus bagi para pengayuh becak konvensional yang usianya telah mencapai 55 hingga 60 tahun ke atas.
Totalnya, sebanyak 220 becak listrik diserahkan di Kabupaten Nganjuk.
"Dengan adanya inovasi tenaga listrik, para lansia ini diharapkan tidak perlu lagi memeras tenaga fisik secara berlebihan saat mengais rezeki," paparnya.
Menyadari tingginya antusiasme masyarakat dan luasan wilayah Kabupaten Nganjuk, ia berharap program ini berhenti pada tahap ini saja.
Lebih lanjut, dia telah memetakan tingginya kebutuhan di lapangan dan menyiapkan rencana strategis untuk memperluas jangkauan penerima manfaat.
"Melihat antusiasme dan kebutuhan di lapangan, ke depan kita akan ajukan tambahan sekitar 200 unit lagi agar bisa merata ke seluruh kecamatan di Nganjuk," ungkapnya.
Pada kesempatan itu, penandatanganan Naskah Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara pihak Yayasan GSN dan perwakilan lima orang tukang becak dilakukan sebagai komitmen menjaga bantuan ini.
Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha Yayasan GSN, Mayjen TNI (Purn.) Firman Dahlan, memastikan sumber dana bantuin ini bukan berasal dari APBN.
Melainkan, murni dari dana pribadi Presiden, Prabowo Subianto.
"Bantuan ini murni menggunakan dana pribadi Bapak Presiden Prabowo, bukan dari APBN, sehingga peruntukannya harus benar-benar dijaga," tutupnya.