Dua Bus Hangus dalam Kebakaran Gudang Besi Tua di Klaten
M Syofri Kurniawan February 27, 2026 07:14 AM

TRIBUNJATENG.COM, KLATEN - Gudang besi tua atau rosok di Jalan Juwiring-Wonosari, Desa Bolopleret, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, terbakar, pada Rabu (25/2/2026) malam.

Kebakaran itu juga membuat dua bus yang berada di dalam gudang milik H Harno tersebut turut dilalap api.  

Api muncul saat gudang dalam keadaan kosong.

Diduga sumber api muncul setelah aktivitas memasukkan bus untuk dibelah.

Pantauan di lapangan, dua bus tampak sudah hangus sebagian di bagian belakang.

Bangunan gudang tidak ada yang terbakar, demikian juga besi rosok di bagian ruang depan.

Tidak ada bangunan lain yang terdampak karena lokasi gudang di kanan kiri berupa sawah.

Banyaknya tumpukan material mudah terbakar seperti kayu dan spons membuat proses pemadaman terkendala.

Petugas harus mengurai material agar titik api padam sempurna, dilanjutkan proses pendinginan.

Selama tiga jam lebih, petugas pemadam kebakaran (Damkar) berjibaku memadamkan kebakaran gudang rosok di Bolopleret.

Petugas Damkar yang dikerahkan merupakan personel dari Satpol PP dan Damkar Kabupaten Klaten, dibantu petugas Damkar dari Kabupaten Sukoharjo.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Kabid Damkar) Satpol PP dan Damkar Klaten, Sumino mengatakan, laporan awal kejadian diterima, pada Rabu pukul 20.00.

"Kami (Damkar Klaten) menerjunkan satu regu, dibantu Damkar Sukoharjo dan beberapa organisasi lain, termasuk relawan yang ada di Kecamatan Juwiring," ujar Sumino di lokasi, pada Kamis (26/2/2026) dini hari.

Dalam penanganan kebakaran ini juga dibantu BPBD Kabupaten Klaten, PMI Klaten, Kepolisian Polres Klaten, serta TNI.  

Sumino memaparkan, api muncul saat tidak ada orang di dalam gedung tersebut.

"Menurut keterangan, yang terakhir keluar dari bangunan ini sementara memasukkan bus yang mau dibelah. Kemudian ditinggal salat tarawih, tiba-tiba ada penyalaan," jelasnya.

Pemadaman dilakukan selama tiga jam.

Sumino menerangkan proses pemadaman api memerlukan waktu yang cukup panjang.

"Untuk lama pemadaman dari sekitar pukul 20.15 sampai hampir pukul 23.40 malam ini," ucapnya.

"Sehingga kami masih dalam proses pendinginan, memerlukan waktu hampir tiga jam untuk penanganan," imbuhnya.

Lokasi gudang besi tua atau rosok yang terbakar dikatakan terdapat banyak material yang mudah terbakar.

"Material yang terbakar di dalam adalah gudang barang bekas sehingga kesulitan kami adalah tumpukan material," kata Sumino.

Tumpukan material tersebut terdiri ayas beragam barang.

"Kami harus memindahkan besi, kayu, termasuk material spons (busa)," ucapnya.

Oleh petugas, tumpukan material yang terbakar perlu diurai agar titik api bisa padam sempurna.

"(Tumpukan material) Kami buka agar memudahkan untuk memasukkan atau menyiramkan air ke titik api tersebut," jelasnya. (Tribunsolo.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.