TRIBUNTRENDS.COM - Inilah sosok dan tampang Raihan Mufazzar, mahasiswa UIN Suska Riau yang bacok seorang teman wanita gegara cintanya ditolak. Korban diketahui bernama Farradhilla Ayu Pramesti, asal Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Raihan mencelakai Farra pada Kamis (26/2/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. Ketika itu Farra tengah mempersiapkan ujian munaqosah di Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum.
Tiba-tiba Raihan datang membawa kapak, ia memasuki ruangan di mana korban berada dan langsung membacok korban beberapa kali. Farra berusaha menangkis serangan hingga mengalami patah tulang pergelangan tangan dan luka di bagian kepala.
Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru AKP Anggi Rian Diansyah mengatakan pelaku memang berniat membunuh korban. Ditanyai terkait motif, berdasarkan hasil pendalaman, ternyata pelaku merasa sakit hati karena cintanya ditolak oleh korban.
"Motif sementara ini karena cinta ditolak. Pelaku sengaja datang dari rumah mau menarget (membunuh, red) korban, makanya bawa kapak dan parang. Yang digunakan pelaku kapak," sebut Anggi.
Baca juga: Pelaku Pembacokan Mahasiswi di UIN Riau Diduga Rencanakan Pembunuhan, Tak Terima Korban Punya Pacar
Rencananya, pelaku juga akan menjalani pemeriksaan kejiwaan dan tes urine. Hal ini guna memastikan kondisi psikis serta apakah pelaku di bawah pengaruh narkoba atau minuman keras, hingga nekat melakukan aksi yang terbilang sadis itu.
"Saat ini kami sedang pemeriksaan. Namun rencana juga mau dibawa ke psikiater dan tes urine," jelas Anggi.
Sementara korban dijelaskan Anggi, sedang dirawat intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru.
Ia bilang, rencananya, korban akan dirujuk ke rumah sakit lain lantaran dari keterangan dokter Rumah Sakit Bhayangkara yang menangani, luka bacok yang dialami korban cukup parah dan dalam.
"Sehingga harus kita rujuk ke rumah sakit yang lebih mumpuni. Korban mengalami luka di bagian kepala dan tangan. Tapi nanti kami koordinasikan lagi dengan pihak Rumah Sakit Bhayangkara apakah ada lagi luka korban selain di dua titik tersebut," beber Anggi.
Mantan Kasat Reskrim Polres Inhil ini mengungkap, saat kejadian, korban sedang sendirian berada ruangan itu. Pelaku lantas datang membawa sebilah kapak dan menganiaya korban.
Anggi berkata, pelaku diduga sudah merencanakan aksi sadisnya tersebut. Pasalnya disebutkan Anggi, pelaku membawa 2 senjata tajam (Sajam) sekaligus yakni jenis kapak dan parang.
Namun yang digunakan pelaku, adalah kapak.
"Kami sekarang sedang mendalami terkait motif dan kronologinya nanti akan segera kami sampaikan ke rekan-rekan media," sebut Anggi.
Di depan ruangan IGD rumah sakit tempat korban ditangani, terlihat sejumlah aparat kepolisian berjaga. Selain itu, ada pula perwakilan pihak kampus serta rekan-rekan korban yang juga tampak berada di lokasi.
Baca juga: Mahasiswi Dibacok di Riau Gara-gara Pelaku Tak Terima Korban Punya Pacar, Disebut Kenal dari KKN
Sementara itu, suasana di lokasi kejadian di kampus masih menyisakan jejak mencekam. Ceceran darah terlihat jelas membasahi lantai depan ruangan ujian lantai dua bangunan, tempat peristiwa terjadi.
Area tersebut telah dipasangi garis polisi untuk kepentingan penyelidikan. Bekas darah yang mulai mengering itu, menyebar di beberapa titik.
Berdasarkan pantauan, sejumlah personel kepolisian hilir mudik di sekitar lokasi guna melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Petugas melakukan dokumentasi, mengumpulkan barang bukti, serta memintai keterangan saksi-saksi yang berada di sekitar lokasi saat kejadian. (Tribun Trends/Tribun Pekanbaru)