Derby Sumsel 'Sunyi' Lagi, Suporter Sriwijaya FC: Padahal Ini Hiburan
Abdul Hafiz Sripo February 27, 2026 12:27 PM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Para pentolan kelompok suporter Sriwijaya FC menyayangkan tim Sumsel United yang telah dua kali menjadi tuan rumah laga Derby Sumsel melawan Sriwijaya FC selalu digelar tanpa penonton. Padahal seyogiyanya laga ini bisa menjadi hiburan pecinta bola di Palembang, Sumatera Selatan.

Setelah di putaran pertama menggelar laga tanpa penonton, kini Sumsel United kembali mengumumkan Derby Sumsel putaran ketiga Pegadaian Championship 2025/26 kontra Sriwijaya FC di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Sabtu (28/2/2026) pukul 20.30 digelar tanpa penonton.

"Agak aneh Sumsel memang Sumsel United ini. Laskar Juaro tapi katek mental juaro.  Masak lawan Sriwijaya FC takut nian. Padahal Sriwijaya FC tidak pernah menang di musim ini," ungkap Dewan Pembina Singa Mania, Yayan Hariansyah S.Sn, M.Sn.

Yayan yang baru saja meletakkan jabatan Ketua Umum Singa Mania mengatakan, seharusnya tim Sumsel United yang sudah paham dengan dunia bola mengetahui dinamika derby.

"Rusuh kecil-kecil dimaklumi. Namanya juga bola," kata aktivis yang akrab dijuluki Yayan Joker.

Rasa kecewa Derby Sumsel saat Sumsel United menjadi tuan rumah dijadikan laga tanpa penonton ini juga disayangkan oleh Capo Tifoso Ultras Palembang, Qusoi SH.

"Walaupun ini hak Sumsel United menggelar tanpa penonton. Tapi ini kan sepakbola, hiburan. Lucu setiap laga Derby tidak ada penonton. Katanya mau dicintai masyarakat Sumsel. Seharusnya ini momen," kata Qusoi.  

Ia merasa aneh pihak panitia menjadikan Derby Sumsel sebagai laga tanpa penonton. Karena kalaupun kejadian saat Sriwijaya FC yang menjadi tuan rumah, menurutnya itu sebagai evaluasi ke manajemen Sriwijaya FC. 

"Harusnya pihak kepolisian juga memanggillah 3 suporter Sriwijaya FC dan suporter tuan rumah yang namanya Serigala Sumsel. Dudukkan, ditemukan di dalam satu forum di Polrestabes. Seolah menganggap suporter Sriwijaya FC ini biang kerok," katanya.

apabila kalah bakal menghancur leburkan. Kan belum tentu. Aneh juga Sumsel United seperti mati ketakutan terus itu.

Menurutnya, sudah hal yang biasa terjadi laga derby klub sepakbola di beberapa kota, ataupun di dalam negara. 

"Justru itu penambah semangat kita, menambah hiburan dari masyarakat Sumsel, masyarakat Palembang. Yang aneh bin ajaib itu mereka kan tim papan atas, apa yang ditakutkan dengan SFC, pemain yang ala kadar. Dari harga pemain saja sudah jomplang. Apa yang mau ditakutkan. Pecak seram itu suporter SFC, apa dipikirnya bakal rusuh?," katanya.

Ia mengusulkan agar pihak kepolisian itu mengirimkan surat kepada suporter Sriwijaya FC, kepada suporter Sumsel United yang baru berdiri, Serigala Sumsel.

"Dudukkan. Selama ini bisa setiap laga Sriwijaya FC, kami 3 suporter dipanggil. Kasih wejangan, buat perjanjian kami bila perlu terjadi kerusuan 3 suporter Sriwijaya FC ketuanya akan ditangkap, silahkan. Ketakutan Sumsel United itu bukan kepada tim Sriwijaya FC. Melainkan kepada suporter Sriwijaya FC. Berarti hebat suporter SFC ini, bisa menggetarkan stadion. Mereka akan pucat pasi kalau suporter SFC nonton di stadion," katanya. 

Sebagai suporter militan Sriwijaya FC, Capo Tifoso Ultras Palembang Qusoi menyatakan akan tetap setia mendukung Elang Andalas.

"Intinya kami tidak peduli Sumsel United mau papan atas, kami tetap mendukung SFC dan berharap mendapat poin. Kami juga berdoa semuga lag aini aman, damai, tentramlah. Jangan seperti mau menghadapi perang. Harusnya di bulan puasa ini, dijadikan hari baik, bulan baik untuk berdamai, membuat fakta integritas," pungkasnya.     

Manajemen Sumsel United mengumumkan digelarnya Derby Sumsel tanpa penonton ini lewat akun resmi @sumselutdofficial dan akun Manajer Tim Sumsel United Syamsuddin Isaac Suryamanggala. 

"Usai menggelar rapat koordinasi yang dihadiri oleh manajemen, LOC Sumsel United, Polrestabes Palembang dan seluruh pihak terkait, maka diputuskan laga kontra Sriwijaya FC Sabtu (28/2/2026) malam akan digelar tanpa penonton," tulisnya.

Dalam pengumuman dari manajemen Sumsel United ini hanya menyebutkan, keputusan ini diambil dalam upaya menjaga kondusivitas dan stabilitas kamtibmas di kota Palembang serta demi keamanan, kenyamanan, dan kebaikan bersama. 

"Terima kasih atas pengertian dan dukungan seluruh pihak," tulisnya.

Sebelumnya Panitia Lokal LOC Sumsel United juga tak membantah kabar Derby Sumsel di putaran ketiga ini kembali bakal digelar tanpa penonton. Hanya saja pihaknya waktu itu masih menunggu Rakor PAM dengan Polrestabes Palembang.

"Untuk lebih pastinya pas Rakor dengan Polrestabes Palembang, Jumat (27/2/2026). Karena kami menunggu dari pihak kepolisian. Karena mereka yang tahu menganalisa apakah tanpa penonton apa tidak? Kalau pihak kepolisian mengatakan ini laga tanpa penonton, kami harus ikuti," ungkap Ketua LOC Sumsel United Muhamad Fathony melalui Wakil Ketua LOC Raden Muhammad Solihin ketika dikonfirmasi Sripoku.com, Rabu (25/2/2026).

Seperti diketahui Derby Sumsel tanpa penonton terjadi pada putaran pertama saat Sumsel United menjadi tuan rumah menjamu Sriwijaya FC yang berakhir dengan skor imbang 1-1. 

Saat itu Kabag Ops Polrestabes Palembang Kompol M Jedi P, SIK usai melakukan rapat koordinasi pengamanan (Rakor PAM) bersama panitia pelaksana pertandingan Sumsel United, Kamis (30/10/2025) mengumumkan berdasarkan hasil Rakor PAM pertandingan antara Sumsel United melawan Sriwijaya FC, Minggu (2/11/2025) telah disetujui dan disepakati dilaksanakan tanpa penonton.

Sementara Derby Sumsel di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Sabtu (24/1/2026) dengan tuan rumahnya Sriwijaya FC yang menjamu Sumsel United berakhir dengan skor 0-5 berakhir ricuh luapan suporter. 

Menyikapi ini, pecinta sepakbola Sumsel Sahrizal saat itu merespon positif untuk legowo semua pihak menerima keputusan Derby Sumsel antara Sumsel United vs Sriwijaya FC bakal tanpa penonton.

"Ya sepertinya keputusannya begitu tidak masalah. Demi sikon (situasi dan kondisi). Yang dipikirkan keselamatan kedua belah pihak. Saya sudah berpikir seperti itu. Tidak masalah kalau tidak nonton langsung. Laga Sumsel United vs Sriwijaya FC masih bisa disaksikan tayangan langsung di Video," ungkap pecinta sepakbola Sumsel, Sahrizal kepada Sripoku.com. 

UMUMKAN TANPA PENONTON - Sumsel United akhirnya mengumumkan Derby Sumsel putaran ketiga Pegadaian Championship 2025/26 kontra Sriwijaya FC di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Sabtu (28/2/2026) pukul 20.30 digelar tanpa penonton.
UMUMKAN TANPA PENONTON - Sumsel United akhirnya mengumumkan Derby Sumsel putaran ketiga Pegadaian Championship 2025/26 kontra Sriwijaya FC di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Sabtu (28/2/2026) pukul 20.30 digelar tanpa penonton. (MO Sumsel United)

Baca juga: Pulang Kampung, Rizky Abdiansyah Usung Misi Tiga Poin untuk Sriwijaya FC di Derby Sumsel

Sahrizal yang merupakan salah satu pendiri lahirnya kelompok suporter Sriwijaya FC menyampaikan beberapa poin menyikapi keputusan Derby Sumsel tanpa penonton ini.

"Yang pertama kalau kita melihat regulasi PSSI sebenarnya suporter tim tamu dalam hal ini Sriwijaya FC tidak boleh hadir di stadion," kata Sahrizal.

Kemudian yang kedua, untuk kepentingan bersama, ia mengajak agar seluruh pecinta sepakbola Sumsel baik yang mendukung Sumsel United maupun Sriwijaya FC legowo mematuhi keputusan dari pihak kepolisian ini.

"Sebenarnya terlepas dari aturan tadi karena ini melihat sikonnya seperti itu, kita semua pecinta sepakbola masih bisa mendukung tim kesayangan kita melalui siaran langsungnya," kata Sahrizal.

Banyak yang menilai keputusan digelarnya laga Sumsel United melawan Sriwijaya FC tanpa penonton setelah melihat situasi yang berkembang saat ini.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.