INIKAH Identitas Pemilik Potongan Tubuh yang Ditemukan di Ketewel? Polda Bali Uji Kecocokan DNA
Aloisius H Manggol February 27, 2026 01:03 PM

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Kepolisian Daerah (Polda) Bali kini tengah memfokuskan penyelidikan pada identifikasi korban potongan tubuh yang ditemukan di wilayah Ketewel, Gianyar.

Termasuk mendalami kemungkinan adanya keterkaitan antara temuan potongan tubuh tersebut dengan seorang warga negara asing (WNA) asal Ukraina yang sebelumnya dilaporkan hilang.

Polda Bali terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap teka-teki penemuan potongan tubuh manusia yang menggegerkan warga Bali itu.

Langkah medis pun segera diambil dengan mengevakuasi seluruh potongan tubuh yang ditemukan ke Rumah Sakit Prof dr IGNG Ngoerah Denpasar.

Baca juga: USIA Nyoman Karuna Berakhir di 16 Tahun, Kecelakaan di Buleleng Sebabkan Cedera Kepala Berat

Di sana, tim DVI Biddokkes Polda Bali dan Bidlabfor bekerja keras untuk mengambil sampel DNA guna kepentingan autopsi dan pencocokan data. 

Penyelidikan ini penting karena polisi harus memastikan identitas pemilik potongan tubuh itu dan aporan orang hilang dalam waktu dekat ini.

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy mengungkap salah satu langkah tim penyidik saat ini adalah mencocokkan sampel DNA tersebut dengan profil WNA asal Ukraina yang dikabarkan menjadi korban penculikan sebelum ditemukan tewas. 

Baca juga: HEBOH! Ditemukan Potongan Tubuh dengan Tato Bunda Maria dan Jam Romawi di Ketewel Gianyar

Kombes Pol Ariasandy membenarkan bahwa profil WNA Ukraina tersebut masuk dalam daftar prioritas pencocokan dengan potongan tubuh yang ditemukan.

Akan tetapi juga dicocokkan dengan korban lain yang dinyatakan hilang. 

"Ya, termasuk salah satunya itu (WNA Ukraina). Jadi kita berkoordinasi dengan pihak keluarga, kemudian mengambil sampel DNA untuk kita cocokkan dengan penemuan mayat ini, apakah cocok atau tidak," jelas Kabid Humas dijumpai di ruang kerjanya, pada Jumat 27 Februari 2026.

"Kami cocokkan dengan sampel korban yang dinyatakan hilang, untuk menentukan korban berasal dari mana, kami cocokkan dengan penemuan itu," sambungnya. 

Selain uji DNA, polisi juga tengah mendalami kemiripan ciri fisik, khususnya mengenai adanya tato pada potongan tubuh yang ditemukan. 

Meski ada dugaan kuat mengenai kemiripan tato tersebut dengan identitas korban penculikan, pihak kepolisian tetap mengedepankan prinsip scientific crime investigation. 

Menurut Ariasandy, kondisi jenazah yang sudah mulai mengalami pembusukan membuat tim forensik harus bekerja ekstra hati-hati. 

Ia menyatakan bahwa dugaan-dugaan mengenai ciri fisik memang ada, namun kepastian mutlak harus menunggu hasil analisis kedokteran forensik agar bisa disinkronkan dengan data korban yang dinyatakan hilang.

Lebih lanjut, Kabid Humas Polda Bali mengungkapkan bahwa pihak kepolisian telah bergerak cepat sejak penemuan potongan tubuh tersebut pada pagi hari sekitar pukul 10.00 WITA. 

Proses olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) penemuan potongan tubuh dilakukan secara intensif dengan melibatkan jajaran petinggi kepolisian setempat. 

"Setelah kita evakuasi pasca penemuan kemarin, kita langsung melakukan olah TKP yang dipimpin oleh Dirreskrimum Polda Bali bersama Kapolres Gianyar dan tim Inafis Polda Bali serta Polres untuk mengidentifikasi awal potongan tubuh tersebut," ujar Kombes Pol Ariasandy.

Kekejaman pelaku dalam kasus ini terlihat dari kondisi potongan tubuh yang ditemukan, Kombes Pol Ariasandy mengonfirmasi bahwa jasad tersebut merupakan korban mutilasi karena ditemukan dalam kondisi terpisah-pisah, mulai dari kepala, tangan, bahu, paha, hingga telapak kaki dan organ dalam.

Ia menyebutkan bahwa berdasarkan pengamatan awal, cara pelaku memotong tubuh korban tergolong sangat sadis. 

"Kalau nampak nyata memang potongan tubuh ya, jadi ya mutilasi. Kalau kita lihat, itu potongan kasar," ungkapnya menggambarkan kondisi tragis jasad tersebut.

Polisi menduga potongan tubuh tersebut sengaja dibuang ke air dan terbawa arus hingga akhirnya tersangkut di muara saat air laut mengalami pasang surut. 

Sejauh ini, sebagian besar bagian tubuh telah ditemukan, namun beberapa bagian kecil seperti telapak tangan masih dalam proses pencarian oleh tim di lapangan.

"Sebagian besar potongan tubuh ketemu, mungkin yang hilang itu telapak tangan, semacam itu, sebagian lengan kanan kiri, dada, kemudian bagian paha yang ditemukan. Telapak kaki kanan, yang lainnya masih belum ditemukan," bebernya.

Polda Bali berkomitmen untuk mengungkap dalang di balik aksi keji ini sembari menunggu hasil resmi dari laboratorium forensik. 

Selain fokus pada bukti fisik, tim penyidik juga tengah bergerak mengecek keterangan saksi-saksi di sekitar lokasi serta memeriksa rekaman CCTV di seputaran tempat ditemukannya potongan mayat tersebut guna melacak jejak pelaku.

Viral Video Penculikan Anak Bos Kriminal Ukraina Minta Tebusan 10 Juta Dolar AS

Jagat media sosial saat ini tengah dihebohkan dengan beredarnya rekaman video dari seorang warga negara asing (WNA) asal Ukraina berinisial IK (28) yang mengaku sedang diculik. 


Dalam video tersebut, IK yang tampak mengalami luka serius mengaku telah diculik di wilayah Kuta Selatan dan memohon bantuan keluarganya untuk membayar tebusan fantastis senilai US$10 juta atau setara dengan Rp157 miliar.

Menanggapi situasi yang meresahkan masyarakat tersebut, jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Bali langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan mendalam. 

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan resmi terkait hilangnya warga Ukraina tersebut.

Kini tim gabungan dari Polsek Kuta Selatan, Polresta Denpasar, dengan bantuan penuh dari Polda Bali sedang bekerja intensif di lapangan.

Kombes Pol Ariasandy menjelaskan bahwa laporan awal diterima oleh Polsek Kuta Selatan pada Minggu 15 Februari 2026 malam. 

"Laporan tersebut dibuat oleh salah satu rekan korban yang berada di lokasi saat dugaan peristiwa penyerangan dan penculikan terjadi," kata Kombes Pol Sandy saat dijumpai Tribun Bali di Mapolda Bali, pada Selasa 24 Januari 2026.  

Berdasarkan keterangan pelapor, peristiwa bermula pada Minggu 15 Februari 2026 malam sekitar pukul 22.30 WITA di kawasan Jimbaran. 

"Saat itu, korban bersama dua orang rekan laki-lakinya tengah mengendarai sepeda motor dengan rencana untuk berlatih mengendarai kendaraan roda dua di medan tanjakan di Jimbaran," bebernya.

Dalam perjalanan menuju lokasi latihan, salah satu rekan korban melaju lebih dahulu di depan. Namun, saat menoleh ke belakang, ia menyadari bahwa IK dan satu rekan lainnya tidak lagi terlihat. 


Setelah dilakukan pengecekan kembali ke titik semula, didapati informasi bahwa mereka telah diserang oleh sekelompok orang tidak dikenal. 


"Di Tempat Kejadian Perkara (TKP), saksi hanya menemukan barang-barang milik korban berupa telepon genggam, tas, dan dompet yang kemudian langsung diamankan sebagai barang bukti awal untuk dilaporkan ke kepolisian," bebernya.


Terkait video viral yang memperlihatkan kondisi IK yang menangis tersedu sembari mengklaim mengalami patah tulang rusuk dan kaki, Kombes Pol Ariasandy menegaskan bahwa pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap validitas rekaman tersebut. 


Polisi belum bisa memastikan apakah video itu direkam di Bali atau di lokasi lain, mengingat tim siber dan penyidik masih menelusuri sumber serta konteks asli dari unggahan tersebut. 


"Dibuat di Bali atau di mana, sampai sekarang kami masih menelusuri itu," ucapnya.


Dalam video itu, IK sempat berucap bahwa penculikan tersebut dipicu oleh masalah uang yang melibatkan orang tuanya, namun polisi tetap fokus pada penyelidikan tindak pidananya.


Mengenai latar belakang korban yang disebut-sebut sebagai anak dari bos kriminal di Dnipro, Ukraina, Kombes Pol Ariasandy menyatakan bahwa sejauh ini status korban dalam dokumen resmi kenegaraan hanyalah sebagai wisatawan. 


Pihak kepolisian tidak ingin berspekulasi mengenai keterlibatan mafia atau motif tertentu sebelum pelaku berhasil diamankan. 


Menurutnya, fokus utama saat ini adalah menyelamatkan korban dan mengidentifikasi para pelaku melalui berbagai petunjuk yang ada.


"Kita kan belum tahu kaitan dari mana-mananya, yang kami tahu yang dilaporkan adalah WNA," tuturnya.


Hingga saat ini, penyidik telah memeriksa kurang lebih 10 orang saksi untuk mengumpulkan informasi yang valid. 


Selain keterangan saksi, polisi juga telah mengamankan sejumlah rekaman CCTV di sekitar jalur Jimbaran guna memetakan pergerakan pelaku. 


"Ada sekitar kurang lebih 10 saksi yang sudah diperiksa, termasuk alat bukti kami amankan.Kami berupaya mencari sumber-sumber yang valid untuk mengungkap kasus ini," bebernya. 


Kombes Pol Ariasandy menekankan bahwa proses olah TKP sudah dilakukan secara menyeluruh oleh tim Inafis Polresta Denpasar guna mencari jejak sekecil apa pun yang ditinggalkan di lokasi penyerangan.


Kombes Pol Ariasandy meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh spekulasi yang beredar luas di media sosial mengenai motif penculikan tersebut. 


Ia menegaskan bahwa meskipun barang bukti dan saksi sudah mulai mengerucut, status perkara ini masih dalam tahap penyelidikan intensif (lidik) untuk memastikan identitas para pelaku. 


Kepolisian berkomitmen untuk segera mengungkap kasus ini dalam waktu yang tidak terlalu lama demi menjaga citra pariwisata Bali yang aman dan kondusif bagi wisatawan mancanegara. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.