TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Kini baru terungkap ternyata Anwar Satibi (38) telah berbohong soal kematian anak kandungnya, NS atau Nizam (12).
Sekarang polisi terlanjut menetapkan ibu tiri sebagai tersangka atas kematian Nizam.
Mantan istri sekaligus ibu kandung Nizam, Lisnawati melaporkan Anwar ke Polres Sukabumi atas tuduhan penelantaran dan pembiaran terhadap kematian Nizam.
Nizam meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jampangkulon, Sukabumi, Jawa Barat pada Kamis (19/2/2026).
Anwar Satibi sejak awal mengaku bahwa saat Nizam sakit ia sedang bekerja, lalu ditelepon istrinya atau ibu tiri Nizam, TR (42) untuk segera pulang.
Padahal menurut ibu kandung Nizam, Lisnawati, Anwar sudah memberi informasi Nizam sakit sejak tanggal 15 Februari 2026.
"Dari bapaknya, 'Bun si Raja sakit'. 'Kenapa gak buru-buru cepat dibawa ke dokter ?'. 'Belum sempat, ayahnya masih sibuk'," katanya.
Bukannya dibawa ke rumah sakit, Anwar justru membahas tentang kematian Nizam.
"Kok bilang kayak gitu. masih sibuk, doain aja, ikhaslin, maafin si raja. Sepertinya usianya gak lama, jadi ikhlaskan saja," katanya.
Kini polisi telah menetapkan TR sebagai tersangka dengan tuduhan kekerasan terhadap Nizam.
Lisna mencurigai bahwa Anwar pun ikut terlibat.
Baca juga: Kekejaman Ibu Tiri di Sukabumi Terungkap, Ngaku Cuma Mendidik Ternyata Anak Disiksa Secara Sadis
"Feeling saya bapaknya juga yang ada keterlibatan. Iya dugaan. Bukan menuduh. Mungkin (ikut menyiksa)," kata Lisna di Youtube Denny Sumargo.
Bukan tanpa alasan, Lisna curiga karena mengenal tipikal tempramental Enawar.
"Iya dulu juga saya sering di KDRT juga sama dia. satu tahun, gak lama. Dia kalau pulang dia banyak cupangnya, cuma saya nanya doang dia marah," katanya.
Lisnawati mengaku pernah menjadi korban kekerasan Anwar.
Baca juga: Kesaksian Tetangga Bongkar Tabiat Ayah Bocah Dianiaya Ibu Tiri, Baru Buat Pengakuan: Dia Peluk Saya
"Sering (pukul) di muka juga pernah, bahkan disiram air panas juga pernah. Ditarik ke WC sambil pakai golok mau dipotong. Waktu itu saya lagi ngandung Nizam. 'Ya udah kalau kamu meninggal meninggal aja sama anak dalam kandungan kamu'," kata Lisna.
Kuasa hukumnya, Krisna Murti mengatakan sejak 15 sampai 17 Februari 2026, Anwar sudah mengirim informasi tentang kondisi Nizam.
"17 dikirim keadaanya udah begini, 'ya bawa ke rumah sakit'. 'Ya udah lah ikhlas aja lah nanti kalau misalkan mati dikubur aja dekat bapaknya'. Tanggal 18 baru dibawa ke rumah sakit," katanya.
Anwar Satibi sebelumnya mengatakan bahwa Nizam sebelumnya tidak sakit.
"Kalau anak saya pernah sakit dari dulunya kan sama saya juga udah dicekup dibawa ke dokter, karena selama ini gak ada sakit anak saya," katanya.
Anwar mengatakan ibu kandung mengetahui kabar Nizam meninggal dari media sosial, bukan dari informasi yang dia kirim.
"Kan viral. Saya di rumah sakit pun saya informasikan ke kakak istri saya. Videonya saya kirim. Mamahnya Nizam Alhamdulillah menyaksikan penguburan," katanya di podcast yang sama.
Ia pun berbohong soal pembicaraan dengan ibu kandung.
"Ada ngomong ke saya, 'ini gara-gara kamu semua'. Tapi saya gak ngomong apa-apa, saya cuman minta maaf aja," kata Anwar.
https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t