Jumat Siang Sistem Jaringan Bank Jambi Trouble Lagi, Transaksi di Teller Ditunda
Suci Rahayu PK February 27, 2026 01:11 PM

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sistem jaringan Bank Jambi untuk transaksi di counter disebut mengalami gangguan, Jumat (27/2/2026) siang.

Akibatnya, antrean panjang di kantor cabang Bank Jambo Sutomo di kawasan Pasar, Kota Jambi diminta kembali lagi sekitar pukul 13.30 WIB.

Dikatakan Juli, nasabah Bank Jambi yang akan melakukan penarikan uang, antrean sudah diangka 200 lebih.

"Katanya sistem eror lagi, diminta kembali mengantre nanti sekitar pukul 13.30 WIB," katanya.

Padahal, Juli mengaku sudah mengantre sejak pukul 11.00 WIB.

Hingga hari keenam, yakni Jumat (27/2/2026), layanan m-banking dan ATM Bank Jambi yang dinonaktifkan sejak Minggu (22/2/2026) belum juga  normal kembali.

Pihak Bank Jambi juga tidak memberi keterangan kapan layanan m-banking dan ATM kembali normal.

Baca juga: 3 Suku Anak Dalam Terkena Campak, Total 101 Terduga Kasus di Batang Hari

Baca juga: Jelang Gajian PNS, Kapan M-banking dan ATM Bank Jambi Normal Lagi?

DPRD Minta Aktif Lagi Sebelum 1 Maret

Sebelumnya, Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, menegaskan agar sistem layanan Bank Jambi kembali normal sebelum pencairan gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) pada 1 Maret 2026.

Penegasan itu disampaikan Kemas usai memimpin Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama jajaran manajemen Bank Jambi dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jambi, Kamis (26/02/2026). 

RDP digelar menyusul polemik hilangnya dana sejumlah nasabah yang diduga akibat insiden siber pada layanan perbankan, khususnya fitur M-Banking yang sempat dinonaktifkan.

“Kami sudah mendengar langsung penjelasan bahwa kejadian itu terjadi Minggu lalu. Alhamdulillah, baik Bank Jambi maupun OJK proaktif menyelesaikan persoalan ini,” ujar Kemas.

Meski demikian, ia menegaskan DPRD akan terus mengawal proses penyelesaian kasus tersebut.

 Terlebih, awal Maret merupakan jadwal pencairan gaji ASN yang sangat bergantung pada kelancaran sistem perbankan.

“Tidak boleh lupa, sistem layanan harus kembali normal agar masyarakat, khususnya ASN yang akan menerima gaji 1 Maret, tidak terganggu,” tegasnya.

Menurut Kemas, langkah preventif telah dilakukan manajemen dengan menonaktifkan sementara layanan M-Banking guna mengidentifikasi sumber permasalahan.

 Namun, jumlah pasti nasabah terdampak hingga kini belum dapat diumumkan karena masih dalam proses audit forensik.

“Ini masih ranah forensik. Kami tidak ingin mendahului hasil pemeriksaan. Tapi yang jelas, kami minta komitmen pengembalian dana nasabah dilakukan secepatnya,” katanya.

DPRD Kota Jambi juga menjadwalkan pemanggilan ulang manajemen Bank Jambi pada Senin mendatang untuk memastikan realisasi penggantian dana nasabah.

Sebelumnya, Gubernur Jambi, Al Haris juga sudha memastikan jika serangan siber di Bank Jambi tidak akan berdampak pada gaji PNS.

Ia memastikan gangguan tersebut tidak berdampak pada pembayaran gaji ASN.

“Gaji ASN ada, cuma sementara tidak bisa menarik di ATM saja. Semoga Bank Indonesia bisa secepatnya mengizinkan membuka blokir itu karena itu ada kuncinya di Bank Indonesia,” terangnya. (*)

 

Simak informasi lainnya di media sosial Facebook, Instagram, Thread dan X Tribun Jambi

Baca juga: Warga Sei Gelam Dirampok di Sarolangun, Pelaku Kuras Uang Rp28 Juta dari M-banking Korban

Baca juga: Spesifikasi dan Harga Samsung Galaxy S26, Mulai Rp16 Jutaan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.