TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Sebanyak 101 kasus terduga campak terjadi di Kabupaten Batang Hari per Jumat (27/2/2026).
Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Hari menyatakan kasus itu tersebar di seluruh wilayah kerja puskesmas.
Dari hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel yang dikirim, enam kasus telah terkonfirmasi positif.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Hari, Wendrawati, mengungkapkan bahwa peningkatan kasus ini terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Ia menjelaskan, dari 101 kasus terduga, pihaknya telah mengirimkan sampel untuk pemeriksaan lanjutan dan 12 hasil sudah diterima.
"Dari 101 terduga yang kami terima, sudah kami kirimkan sampel untuk pemeriksaan lanjutan dan 12 sampel sudah keluar hasilnya. Dari jumlah itu, enam dinyatakan positif campak," katanya.
Menurutnya, enam kasus positif tersebut masing-masing tiga berasal dari Suku Anak Dalam dan tiga lainnya dari masyarakat di Kecamatan Muara Bulian.
Ia menerangkan bahwa campak merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dan penyebarannya tergolong cepat, terutama melalui percikan saat penderita batuk atau bersin.
Ia menambahkan, penularan juga bisa terjadi melalui tangan yang terkontaminasi virus, kemudian menyentuh mata, hidung, atau mulut.
"Penyakit ini menular melalui percikan saat batuk dan bersin. Tangan yang terkontaminasi lalu menyentuh mata atau hidung juga dapat menyebabkan penularan," ujarnya.
Dinas Kesehatan pun mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan. Warga yang mengalami gejala seperti demam tinggi, batuk, pilek, dan ruam merah pada kulit diminta segera mendatangi fasilitas kesehatan.
Ia menegaskan bahwa langkah tersebut penting untuk mendapatkan penanganan medis lebih cepat sekaligus membantu pendataan kasus oleh dinas.
"Kami mengimbau apabila ada keluarga, kerabat, atau tetangga yang mengalami panas tinggi, batuk pilek, serta ruam merah di kulit agar segera berobat ke fasilitas kesehatan," tuturnya.
Selain itu, penderita yang telah menunjukkan gejala disarankan melakukan isolasi mandiri guna mencegah penyebaran lebih luas di lingkungan sekitar.
"Jika sudah ada gejala, sebaiknya isolasi mandiri, tidur terpisah, peralatan makan dipisahkan, serta menjaga kebersihan makanan dan pakaian agar tidak terjadi infeksi sekunder pada kulit," jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa campak dapat menimbulkan komplikasi serius apabila tidak segera ditangani.
Gangguan pada saluran pernapasan hingga risiko kebutaan dapat terjadi jika infeksi menyerang organ tertentu.
"Kalau tidak segera berobat, dikhawatirkan terjadi komplikasi. Jika menyerang pernapasan tentu berisiko, bahkan bila mengenai retina bisa menimbulkan kebutaan," tegasnya.
Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa campak tidak hanya menyerang anak-anak, meski kelompok usia tersebut lebih rentan. Orang dewasa, termasuk ibu-ibu, juga ditemukan terpapar.
"Penyakit ini tidak memandang usia. Anak-anak memang lebih rentan, tetapi orang dewasa juga bisa terkena," tuturnya.
Sebelumnya pada 2025, Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Hari telah melakukan sosialisasi terkait bahaya campak serta pentingnya imunisasi, khususnya bagi bayi dan anak-anak.
"Upaya tersebut terus digencarkan sebagai langkah pencegahan agar kasus tidak semakin meluas," pungkasnya. (Tribunjambi.com/Khusnul Khotimah)
Baca juga: Sopir Jambi Dirampok dan Gasak 28 Juta via M-Banking, Pelaku Diciduk Polisi
Baca juga: Tol Jambi-Palembang Ubah Wajah Sumatera, 8 Jam di Jalan Tinggal Kenangan