TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pola mobilitas masyarakat pada masa mudik Lebaran 2026 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dipastikan mengalami perubahan signifikan.
Berdasarkan pemetaan terbaru Dinas Perhubungan DIY, kepadatan lalu lintas justru diperkirakan akan menumpuk di wilayah Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman.
Titik kemacetan ini bergeser dari prediksi awal yang memperkirakan penumpukan terjadi di kawasan akses jalan tol di sisi timur Yogyakarta.
Faktor ekonomi dan keengganan membayar tarif tol menjadi alasan utama perubahan pola pergerakan pemudik ini.
Kepala Dinas Perhubungan DIY Chrestina Erni Widyastuti, saat dihubungi di Yogyakarta, Kamis, memaparkan bahwa fenomena tersebut terpotret dari hasil evaluasi libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
Pola pergerakan pada masa Lebaran 2026 diproyeksikan tidak akan jauh berbeda dengan masa Nataru lalu yang secara umum berjalan cukup baik, dengan anomali penumpukan kendaraan yang justru menjauhi gerbang tol.
"Justru padatnya malah di area Tempel. Saat Nataru kemarin kita mengira di Prambanan, ternyata salah. Karena biaya tol agak mahal, jadi cenderung tidak menggunakan tol," katanya.
Pergeseran titik macet ini menuntut perhatian ekstra, mengingat volume kendaraan yang akan melintas diproyeksikan sangat masif.
Dinas Perhubungan DIY memperkirakan akan terjadi mobilitas pergerakan orang keluar dan masuk wilayah DIY dalam jumlah yang besar selama arus mudik dan balik Lebaran tahun ini.
"Kurang lebih sekitar 8 jutaan mobilitas di DIY. Itu seluruh kabupaten/kota," ujar Chrestina merinci skala pergerakan di seluruh wilayah administratif.
Lebih lanjut, Chrestina menjelaskan bahwa estimasi mobilitas 8 juta orang tersebut dihitung dengan mengacu pada pemantauan pola pergerakan orang di sejumlah jalur masuk utama ke wilayah DIY.
Titik-titik pantau utama itu meliputi kawasan Prambanan, Jalan Godean, dan Jalan Wates.
Pemantauan juga mencakup jalur-jalur alternatif yang selama ini kerap dijadikan perlintasan utama oleh para pemudik untuk menghindari jalan arteri.
Baca juga: TPID DIY Jamin Stok Pangan di Bantul Aman hingga Lebaran
Guna menjamin kelancaran arus lalu lintas pada masa mudik ini, Dinas Perhubungan DIY tengah menyusun langkah strategis.
Informasi terkait rute atau jalur alternatif tersebut akan kembali disosialisasikan secara masif kepada masyarakat sebelum puncak arus mudik terjadi.
Selain sosialisasi, langkah antisipatif di lapangan juga telah disiapkan dengan matang.
Dishub DIY terus mengintensifkan koordinasi dengan pihak kepolisian dan berbagai pemangku kepentingan (stakeholder) terkait.
Pemantauan arus lalu lintas kendaraan akan dikendalikan secara langsung dan real-time melalui fasilitas back office Smart Province yang kini telah terintegrasi dengan sistem di Kepolisian Daerah (Polda) DIY.
Intervensi rekayasa lalu lintas juga disiapkan khusus untuk memecah kepadatan di persimpangan jalan, terutama untuk merespons titik-titik yang diprediksi akan mengalami penumpukan kendaraan ekstrem seperti di kawasan Tempel.
"Kita bersama kepolisian dan stakeholder lain akan melakukan pengaturan lalu lintas. Pengaturan traffic light nanti juga diperpanjang durasinya di simpang-simpang yang kepadatannya tinggi," pungkas Chrestina. (*)