Kronologi 4 Pemain PSIS Semarang Terlibat Tensi Panas hingga Nyaris Adu Jotos dalam Sesi Latihan
Tiffany Marantika Dewi February 27, 2026 01:44 PM

TRIBUNWOW.COM - Tensi panas sejak sesi latihan terlihat dalam klub PSIS Semarang yang berjuang lolos dari zona degradasi Liga 2 Championship.

PSIS Semarang berupaya untuk mendulang poin di sisa laga Liga 2 Championship.

Hal itu juga terlihat dari panasnya tensi latihan bak pertandingan yang sudah digelar.

Sebanyak 4 pemain terlibat adu mulut hingga nyaris adu fisik.

Baca juga: Update Klasemen Grup B Liga 2: PSS Sleman Kudeta Persipura, PSIS Semarang OTW Keluar Zona Degradasi

Dikutip dari Tribun Jateng, kronologi adu mulut itu terjadi dalam 2 kejadian yang berbeda, Kamis (26/2/2026).

Yakni antara pemain asing Rafinha yang adu mulut dengan Aldair Simanca.

Serta Esteban Viscarra yang terlibat adu mulut dengan Fahmi Al Ayyubi.

Persamaannya terjadi setelah pelatih melakukan sesi game.

Aldair dan Rafinha berada di tim yang berbeda.

Keduanya beberapa kali terlibat duel hingga nyaris adu jotos di lapangan latihan.

Alberto Goncalves yang merupakan pemain paling senior dalam tim kemudian meminta keduanya untuk mengakhiri pertikaian.

Diduga karena persaingan untuk mendapatkan tempat utama dalam tim menjadi pemicunya.

Aldair Simanca mulai terpinggirkan di jantung pertahanan.

Baca juga: BREAKING NEWS PSIM Yogyakarta Vs Bali United: VAR Rugikan Serdadu Tridatu, Eks PSIS Dikartu Merah

Latihan - Suasana latihan PSIS Semarang di Lapangan POJ Semarang, Rabu (25/2/2026). Pemain asing Rafinha dan Aldair Simanca sempat bersitegang saat sesi game.
Latihan - Suasana latihan PSIS Semarang di Lapangan POJ Semarang, Rabu (25/2/2026). Pemain asing Rafinha dan Aldair Simanca sempat bersitegang saat sesi game. (Tribun Jateng/Franciskus Ariel Setiaputra)

Sedangkan Rafinha dua kali menjadi pahlawan PSIS Semarang untuk menderita kekalahan.

Selain 2 pemain itu, ada pula Fahmi Al Ayyubi dan Esteban Viscarra yang disebut juga terlibat adu mulut.

Ketegangan itu muncul menjelang akhir sesi latihan.

Dikutip dari Tribun Banyumas, menanggapi insiden 4 anak asuhnya itu, Pelatih Andri Ramawi mengatakan itu hal yang lumrah.

"Ini hal yang normal. Pasti beberapa momen akan ada yang biasa-biasa saja, ada juga yang tensi tinggi," kata pelatih Andri setelah latihan.

"Itu hal yang lumrah dalam satu tim," katanya.

Ia memastikan, tim pelatih juga selalu memantau perkembangan dan progres pemain dalam latihan. 

Hal ini juga menentukan starting line up yang akan disiapkan tim pelatih.

"Kalau melihat sisi positifnya, bagaimana mereka semua kompetitif. Dia ingin mencoba menunjukkan ke tim pelatih bahwa mereka mencoba untuk pantas masuk dalam starting line up," tandasnya. (TribunWow.com/ Tiffany Marantika)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.