TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Menteri Perdagangan (Mendag) RI, Budi Santoso melakukan kunjungan kerja ke Kota Tebingtinggi, Jumat (27/2/2026) pagi. Mantan Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei ini mengunjungi Pasar Gambir dan Irian Supermarket.
Dimulai sekitar pukul 10.36 WIB, Mendag Budi tiba di Pasar Gambir dengan sambutan Wakil Gubernur H Surya dan Wali Kota Tebingtinggi Iman Irdian Saragih. Rombongan kemudian memantau harga kebutuhan pokok atau sembako milik sejumlah pedagang.
Mendag Budi memantau penjualan MinyaKita, Beras Bersubsidi SPHP, telur, cabai, bawang merah dan putih, gula, tepung, hingga daging sapi. Ia pun menjalin interaksi dengan pedagang untuk mengetahui harga pasaran per hari ini.
“Untuk Ramadan kali ini harga normal aja. Soal harga nggak ada kenaikan yang tinggi, semua normal aja,” ujar Mangatur Silitonga, pedagang sayur di Pasar Gambir.
Mendag Budi Santoso kemudian membagikan beras dan minyakita yang disediakan oleh Toko Sembako AJ kepada warga sekitar dan pedagang.
Dari Pasar Gambir, Mendag Budi Santoso kemudian memantau harga kebutuhan pokok yang ada di Irian Supermarket, salah satu pasar modern yang menjadi favorit masyarakat Tebingtinggi. Di sini, Budi juga memantau komoditas yang sama.
Dari kunjungan kedua pasar ini, Budi menyampaikan bahwa rantai pasok sembako di Kota Tebingtinggi tak ada kendala dan ketersediaannya terjamin sampai perayaan hari raya Idul Fitri 1447 Hijriyah/2026.
“Kita pantau tadi seperti daging sapi itu Rp 135 ribu. Jadi semua harga-harga kebutuhan pokok itu stabil, pasokan juga stabi, dan kita bandingkan di pasar maupun di retail (supermarket) harga-harga juga relatif sama,” kata Mendag Budi.
“Beras SPHP kita banyak, Minyakita juga banyak. Telur kemudian tadi harganya Rp 27 ribu/kg. Kita cek ke distributornya langsung dan disampaikan bahwa tidak ada keterlambatan pasokan semua kebutuhan. Semua sembako aman,” pungkas Budi.
Selain kedua pasar ini, Mendag Budi juga mengunjungi Pusat Konveksi Pasar Kain Pasar Baru dan Ekspor Pisang Kepok di lokasi yang tak berjauhan dari Pasar Gambir.
Kota Tebingtinggi sendiri merupakan daerah dengan luas wilayah relatif kecil, yakni 38,44 km⊃2;. Untuk mencukupi sebagian besar kebutuhan pangan, Tebingtinggi masih bergantung pada suplai dari daerah penyangga seperti Serdangbedagai, Simalungun dan Batubara.
(alj/tribun-medan.com)