Komite III DPD RI: Kesehatan Jiwa di Papua Adalah Masalah Kemanusiaan Serius
Paul Manahara Tambunan February 27, 2026 03:28 PM

 

Laporan wartawan tribun Papua Yulianus magai

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Kondisi pelayanan kesehatan mental di Tanah Papua kini berada pada titik yang memerlukan perhatian serius dari negara.

Sebagai satu-satunya fasilitas rujukan jiwa di wilayah tersebut, Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Abepura kini berjuang di tengah keterbatasan.

Mulai dari sarana, prasarana, serta minimnya tenaga medis spesialis untuk menangani pasien yang mayoritas merupakan Orang Asli Papua (OAP).

Hal tersebut mengemuka dalam kunjungan kerja Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI ke RSJ Abepura, Kota Jayapura, Kamis (26/2/2026).

Baca juga: Kesehatan Mental Orang Papua Menjadi Masalah Serius, Arianto Kogoya: Seribu Warga Berobat di RSJ

Rombongan yang dipimpin oleh Ketua Komite III DPD RI Filep Wamafma dan anggota senator Arianto Kogoya itu meninjau langsung ruang perawatan serta berdialog dengan manajemen rumah sakit.

“Kami menyaksikan sendiri bahwa masalah kesehatan mental di Papua adalah persoalan serius yang sering kali terabaikan."

"Berdasarkan data rumah sakit, hampir seribu pasien tercatat datang berobat, dan mayoritas adalah saudara-saudara kita Orang Asli Papua,” ujar Filep Wamafma kepada wartawan termasuk Tribun Papua.

Filep menilai angka kunjungan pasien tersebut hanyalah puncak dari fenomena gunung es.

 Luasnya geografis Papua, mulai dari wilayah pesisir hingga pegunungan tengah, ditambah dengan minimnya literasi kesehatan jiwa, membuat banyak warga yang mengalami gangguan mental belum tersentuh layanan medis profesional.

“Yang datang berobat ini baru sebagian kecil. Masih banyak warga di pedalaman yang belum tertangani karena keterbatasan fasilitas dan tenaga medis, serta belum kuatnya kesadaran kolektif kita tentang pentingnya kesehatan jiwa,” ungkap Filep.

Sebagai satu-satunya RSJ di Tanah Papua, RSJ Abepura memikul beban berat.

 Komite III DPD RI mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk melakukan pemetaan ulang terkait kebutuhan fasilitas serta peningkatan jumlah dokter spesialis kejiwaan secara signifikan.

Dedikasi di Tengah Keterbatasan

Meski didera berbagai kendala operasional, para senator memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi para tenaga kesehatan di RSJ Abepura.

Mereka dinilai tetap menjalankan tugas kemanusiaan dengan setia meski dukungan kebijakan dan infrastruktur belum optimal.

Launching layanan konsultasi online RSJ Abepura, Senin (11/10/2021).
Launching layanan konsultasi online RSJ Abepura, Senin (11/10/2021). (Tribun-Papua.com/Nadila Larajina)

Perwakilan manajemen RSJ Abepura mengungkapkan harapannya agar kehadiran para senator dapat menyuarakan kebutuhan mendesak rumah sakit ke tingkat nasional.

Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Jayapura Lindungi Pekerja Rentan RSJ Abepura, Jamin Pedagang hingga Nelayan

“Rumah sakit ini adalah tumpuan tunggal. Kami berharap ada perjuangan konkret agar fasilitas dan perhatian pemerintah dapat meningkat, sebab ini menyangkut martabat dan kemanusiaan warga Papua,” ungkap pihak manajemen.

Kunjungan ini diharapkan menjadi pemantik lahirnya kebijakan yang lebih berpihak pada penguatan sistem kesehatan jiwa di Papua, demi memastikan setiap warga negara mendapatkan hak atas pemulihan kesehatan mental yang layak dan bermartabat. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.