PROHABA.CO - Memasuki malam kesepuluh bulan Ramadhan tak hanya sekadar penanda bahwa sepuluh hari puasa telah berlalu, melainkan terdapat sebuah kemuliaan yang luar biasa.
Bagi umat muslim yang berniat sepenuh hati pada malam kesepuluhn bulan Ramadhan ini untuk melaksanakan shalat tarawih, Allah SWT telah menjanjikan anugerah yang tak terhingga.
Shalat tarawih merupakan salah satu ibadah istimewa yang hanya ada di bulan Ramadhan.
Ibadah sunnah muakkad ini dilaksanakan pada malam hari setelah shalat Isya dan sangat dianjurkan karena memiliki banyak keutamaan.
Tarawih bisa dilakukan secara berjamaah di masjid maupun sendiri di rumah, sesuai kemampuan masing-masing.
Selain sebagai bentuk ketaatan, tarawih juga menjadi momen memperkuat kedekatan spiritual dan memperbanyak amal di bulan penuh berkah.
Pada Jumat, 27 Februari 2026, umat Islam memasuki hari kesembilan puasa Ramadhan 1447 H dan akan melaksanakan shalat tarawih malam ke-10.
Pertanyaannya, apa keutamaan yang bisa kita dapatkan saat mengerjakan sholat tarawih di malam ke-10 Ramadan?
Baca juga: Keutamaan Shalat Tarawih Malam ke-9 Ramadhan, Pahala Seperti Ibadah Para Nabi
Setiap malam Ramadhan, shalat tarawih memiliki keistimewaan tersendiri.
Rasulullah SAW menjelaskan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan Abu Hurairah r.a:
Artinya: “Barangsiapa melakukan Qiyam Ramadan (shalat sunnah di malam hari pada bulan Ramadhan) karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadist ini menegaskan bahwa ibadah malam Ramadhan, termasuk tarawih, menjadi jalan pengampunan dosa bagi orang yang melakukannya dengan penuh iman dan harapan pahala.
Selain keutamaan umum, ada keistimewaan khusus yang disebutkan dalam kitab Durrotun Nasihin (Mutiara Para Penasehat).
Kitab ini banyak digunakan oleh ulama dan santri untuk memperdalam pemahaman tentang amalan spiritual, terutama di bulan Ramadhan.
Di dalamnya dijelaskan bahwa orang yang melaksanakan shalat tarawih pada malam ke-10 akan mendapat pahala berupa rezeki dunia dan akhirat.
Artinya: “Pada malam yang kesepuluh, Allah akan memberikan kebaikan yang lebih baik di dunia maupun di akhirat.”
Pesan ini memberikan motivasi besar bagi umat Islam untuk tidak melewatkan tarawih malam ke-10, karena selain pahala spiritual, Allah menjanjikan limpahan kebaikan yang mencakup kehidupan dunia dan akhirat.
Baca juga: Keutamaan Shalat Tarawih Malam ke-8 Ramadhan, Allah Berikan Pahala Seperti Anugerah Nabi Ibrahim
Secara umum, tata cara shalat tarawih sama dengan shalat sunnah lainnya.
Shalat dilakukan dalam rangkaian dua rakaat-dua rakaat, dengan gerakan dan bacaan yang sama seperti sholat sunnah pada umumnya.
Berikut langkah-langkahnya:
Mengucapkan niat shalat tarawih sesuai posisinya (imam atau makmum).
Niat di dalam hati.
Takbiratul ihram sambil mengucap takbir.
Membaca Surat Al-Fatihah.
Membaca salah satu surat dalam Al-Qur’an.
Rukuk.
I’tidal.
Sujud pertama.
Duduk di antara dua sujud.
Sujud kedua.
Duduk istirahat sejenak.
Berdiri untuk rakaat kedua.
Menyelesaikan rakaat kedua dengan gerakan yang sama.
Salam
Setelah selesai shalat tarawih, biasanya ditutup dengan shalat witir sebagai penyempurna ibadah malam Ramadhan.
Baca juga: Keutamaan Shalat Tarawih Malam Ke-7 Ramadhan, Seakan Menolong Nabi Musa dari Serangan Firaun
Niat berjamaah (makmum):
Ushalli sunnatat taraawiihi rak'ataini mustaqbilal qiblati ma'muman lillahi ta'aalaa
Artinya: Aku niat shalat tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.
Niat sendiri:
Ushalli sunnatattarowihi rok'ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta'ala
Artinya: Aku niat shalat tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.
Niat sebagai imam:
Ushallii sunnatat-taraawiihi rok'ataini mustaqbilal qiblati imaaman lillaahi ta'alaa
Artinya: Aku niat shalat sunnah tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta’ala.
Shalat tarawih bukan sekadar rutinitas Ramadhan, melainkan kesempatan emas untuk meraih ampunan, pahala, dan keberkahan.
Malam ke-10 Ramadan memiliki keistimewaan tersendiri, yaitu janji Allah berupa kebaikan dunia dan akhirat bagi yang menunaikannya.
Dengan melaksanakan tarawih secara ikhlas, baik berjamaah maupun sendiri, umat Islam dapat memperkuat hubungan dengan Allah dan memperkaya amal di bulan penuh rahmat ini.
Baca juga: Keutamaan Shalat Tarawih Malam ke-6 Ramadhan, Mendapat Pahala Seperti Tawaf di Baitul Makmur
Baca juga: Keutamaan Shalat Tarawih Malam ke-4 Ramadhan, Pahala Setara Membaca Empat Kitab Suci