TRIBUN-TIMUR.COM, WAJO - Komisi III DPRD Wajo desak pembangunan jaringan Pipa Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kota Sengkang dilanjutkan.
Ketua Komisi III, Andi Bayuni Marzuki menyebut hal menjadi prioritas sebab banyaknya keluhan dari masyarakat soal kelanjutan pembangunan, khususnya di Kecamatan Tempe.
"Harus dilanjutkan karena masyarakat sebagai penerima manfaat bertanya terus kapan katanya proyek air bersih itu bisa dinikmati," ucapnya saat ditemui Tribun-Timur.com di Rumah Tua Cafe, Jumat (27/2/2026).
Terlebih, Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sulsel mengalokasikan anggaran sebesar Rp34.724.000.000 dari APBN.
"Betul, anggaran tahun 2023-2024 untuk pembangunan jaringan perpipaan SPAM Kota Sengkang, tapi pengerjaannya dihentikan," katanya.
"Berhenti karena penyedia tidak ada keseriusan untuk kerja, makanya diputuskan kontraknya," tambah Andi Bayuni.
Baca juga: Negara Rugi Rp1,1 Miliar, TNI Kawal Kejari Sinjai Tetapkan 3 Tersangka Korupsi SPAM Sinjai Tengah
Proyek itu dilaksanakan PT. Ris Putra Delta, perusahaan Kota Surabaya Jawa Timur dengan nilai kontrak nilai Rp27.779.200.000.
"Kami dari Komisi III DPRD Wajo berencana kunjungan ke Balai, sekaligus menekankan proyek yang menelan anggaran besar dapat dilanjutkan," tegasnya.
"Proyek ini besar asas manfaat kepada masyarakat. Selain itu, kami juga akan ke Kementerian tanyakan apa penyebab dan kapan bisa proyek itu dilanjutkan," sambungnya.
Berdasarkan Permen Pekerjaan Umum (PU) No. 1 tahun 2025 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis di Lingkungan Kementerian PU, Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) resmi berganti nama menjadi Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK).
Di sisi lain, warga Kelurahan Cempalagi, Muhlis, mengaku kaget akibat proyek yang dikerjakan tahun sebelumnya tiba-tiba berhenti.
"Apa penyebabnya dan kenapa berhenti, padahal sudah ada pipa besar terpasang dan galian lubangnya juga cukup besar di sisi jalan Sawerigading," katanya.
"Ada kudengar lari kontraktornya. Tapi yah kami serahkan saja ke Pemerintah semoga bisa dilanjutkan ini. Karena memang kami butuh air bersih," tandasnya.(*)