Nasib Slamet Tewas Disengat Tawon Vespa, Sempat Bersihkan Toren di Atap Rumah
Tommy Kurniawan February 27, 2026 08:11 PM

TRIBUNJAMBI.COM – Insiden nahas menimpa seorang warga di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, setelah diserang kawanan tawon vespa hingga akhirnya meninggal dunia.

Korban diketahui bernama Slamet Arifianto yang mengembuskan napas terakhir seusai menjalani perawatan pada Kamis (26/2/2026).

Peristiwa memilukan tersebut terjadi di Dusun Pecangakan RT 02 RW 04, Desa Mujur Lor, Kecamatan Kroya, dan langsung mengejutkan warga sekitar karena korban mengalami sengatan berulang sampai kondisinya kritis.

Kepala Desa Mujur Lor, Sadimun, mengungkapkan bahwa kejadian bermula ketika korban hendak memperbaiki sekaligus membersihkan toren air yang berada di bagian atas rumahnya.

"Korban mau benerin toren di atas rumah, tapi di situ ada sarang lebah vespa tidak tahu, lalu tiba-tiba menggerumut,” ujar Sadimun, Jumat (27/2/2026).

Situasi kemudian berubah mencekam lantaran korban tanpa sadar berada sangat dekat dengan sarang tawon vespa yang langsung menyerangnya secara berkelompok.

Selama kurang lebih tiga puluh menit, korban dilaporkan terjebak di atas atap rumah karena dikerumuni tawon yang terus menyengat.

“Sampai setengah jam belum bisa turun karena digerumut tawon, turun masih bisa jalan tapi saat ditanya sudah tidak terasa,” jelasnya.

Baca juga: Sosok Kombes Pol Handik Zusen Tangkap Ko Erwin, DPO Bandar Narkoba Penyetor ke AKBP Didik

Baca juga: Viral Ratusan Janda Baru Bermunculan di Bungo, Warganet: Sini Abang Bikin Bahagia Dek

Setelah berhasil turun, kondisi korban semakin melemah sehingga keluarga segera membawanya ke RS PKU Muhammadiyah Kroya untuk mendapatkan penanganan awal.

Keadaan yang kian memburuk membuat tenaga medis memutuskan merujuknya ke RSUD Banyumas agar memperoleh perawatan lanjutan.

“Kejadiannya kemarin siang, dibawa ke PKU Kroya lalu dirujuk ke Banyumas, sampai rumah sakit sudah tidak sadar dan meninggal dunia di RSUD Banyumas,” ungkap Sadimun.

Pada Jumat pagi, jenazah korban dimakamkan di tempat pemakaman setempat dengan diiringi keluarga serta warga yang turut berduka atas kejadian tersebut.

Tawon vespa yang oleh masyarakat setempat dikenal dengan sebutan tawon ndas memang memiliki tingkat agresivitas tinggi dan mampu menyengat berulang kali.

Dalam satu kali serangan, seekor tawon vespa bahkan dapat menyengat hingga lima kali sehingga meningkatkan risiko reaksi berbahaya bagi korban.

Lebih jauh lagi, sengatan awal tawon vespa mengeluarkan cairan feromon sebagai sinyal bahaya yang memancing koloni lain untuk datang dan menyerang secara bersama-sama.

Melihat kejadian tersebut, pemerintah desa mengingatkan warga agar lebih waspada terhadap keberadaan sarang tawon di sekitar rumah.

“Kami menghimbau masyarakat jika mengetahui ada sarang tawon segera melapor ke desa supaya bisa ditindaklanjuti melalui Damkar,” tegasnya.

Tragedi yang menimpa warga Mujur Lor, Kroya ini sekaligus menjadi peringatan bagi masyarakat untuk memeriksa kondisi atap rumah, gudang, maupun toren air sebelum melakukan aktivitas perbaikan atau pembersihan guna mencegah risiko serangan serupa.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.