SURYA.CO.ID, SITUBONDO - Direktorat Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melalui KSOP Kelas IV Panarukan menyiapkan 6 armada kapal untuk melayani arus mudik Lebaran 2026 di Pelabuhan Jangkar, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur (Jatim).
Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan pemudik menuju kepulauan di Kabupaten Sumenep, Madura.
Selain kapal reguler, otoritas pelabuhan juga menyiagakan kapal cepat dan bantuan navigasi.
Kepala KSOP Panarukan, Herland Apriliyanto, menyatakan pihaknya menerapkan berbagai pola untuk mengurai kepadatan penumpang, termasuk menambah frekuensi perjalanan (extra trip) pada kapal reguler.
Saat ini terdapat tiga kapal reguler yang beroperasi, namun total armada yang disiagakan mencapai enam unit untuk memastikan kelancaran arus mudik.
Selain penambahan kapal, pemudik dari Bali akan diarahkan melalui Pelabuhan Celukan Bawang menggunakan kapal bantuan navigasi guna memecah kepadatan di jalur utama.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim kembali menggelar program mudik lebaran gratis bagi masyarakat. Program ini, akan difasilitasi melalui pendaftaran daring untuk mempermudah akses bagi warga kepulauan.
Herland menjelaskan, bahwa pendaftaran mudik gratis akan dibiayai oleh Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur. Masyarakat wajib mendaftar melalui aplikasi resmi agar terdata secara akurat.
Bagi warga yang kesulitan melakukan pendaftaran mandiri, petugas Dishub Jatim di kantor Jangkar siap memberikan pendampingan teknis terkait penggunaan aplikasi tersebut.
Menghadapi musim barat, KSOP Panarukan meningkatkan koordinasi dengan BMKG Juanda. Pemantauan dilakukan secara intensif melalui Maritime Coordination Center (MCC) di kantor KSOP.
"Kami akan melakukan update cuaca setiap hari. Kepastian keberangkatan akan diinformasikan kembali dua jam sebelum kapal lepas sandar untuk menjamin keselamatan pelayaran," pungkas Herland.
Pelabuhan Jangkar di Situbondo merupakan titik strategis yang menghubungkan daratan Jawa dengan kepulauan di Madura seperti Sapudi, Raas dan Kangean.
Pelabuhan Jangkar ini menjadi pilihan utama bagi ribuan pekerja asal Madura yang merantau di Bali dan Jawa Timur saat musim mudik tiba, karena jarak tempuhnya yang lebih efisien dibandingkan jalur lain.
Untuk kenyamanan perjalanan Anda, berikut adalah beberapa poin imbauan: