HARTA Kekayaan Istri Gubernur Kaltim yang Jadi Sorotan Outfitnya, Ada Utang Ratusan Miliar
Ilham Fazrir Harahap February 28, 2026 08:27 AM

TRIBUN-MEDAN.com - Sosok Sarifah Suraidah Abidien Harum ikut mencuri perhatian, termasuk harta kekayaan yang dimilikinya.

Sarifah Suraidah merupakan istri dari Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Masud.

Sebelumnya Rudy Masud viral soal pengadaan mobil dinas senilai Rp 8,5 miliar.

Ternyata Sarifah Suraidah bukan perempuan sembarangan.

Dia bukan sekadar pendamping kepala daerah, melainkan juga figur publik yang memiliki pengaruh politik kuat di kancah nasional.

Baca juga: FAKTA Praktik Korupsi di Bea dan Cukai Sangat Rapi, Ada Safe House Hingga Mobil Khusus

Sarifah sempat viral di media sosial karena gaya penampilannya yang unik dan glamor.

Melalui akun Instagram pribadinya, ia kerap membagikan potret diri dengan dress panjang bercorak bunga, perhiasan mewah, serta topi lebar yang membuatnya tampil beda.

Penampilan ini membuat banyak warganet menyamakannya dengan wanita bangsawan Belanda atau bangsawan Eropa zaman dulu.

POLITISI GOLKAR- Sarifah Suraidah Abidien Harum, istri Gubernur Kaltim Rudy Masud dikenal sebagai politisi Partai Golkar. Ia kini duduk sebagai Anggota DPR RI.
POLITISI GOLKAR- Sarifah Suraidah Abidien Harum, istri Gubernur Kaltim Rudy Masud dikenal sebagai politisi Partai Golkar. Ia kini duduk sebagai Anggota DPR RI. (Instagram @syarifahsuraidah)

Rincian Harta Kekayaan Sarifah Suraidah

Sebagai pejabat negara, Sarifah secara transparan melaporkan hartanya dalam LHKPN.

Berdasarkan data per 22 Maret 2025 untuk periode 2024, total kekayaan bersihnya mencapai Rp 166.519.280.429.

Baca juga: Identitas 2 Orang yang Bantu Pelarian Koh Erwin Hendak ke Malaysia, Pemasok Narkoba ke Kapolres

Berikut adalah rincian aset utamanya:

Tanah dan Bangunan (Rp 26,5 Miliar): Mencakup 5 aset properti di Jakarta Selatan, Samarinda, dan Penajam Paser Utara. 

Aset terbesarnya berupa tanah dan bangunan di Jakarta Selatan senilai Rp 15 miliar.

Alat Transportasi (Rp 250 Juta): Terdiri dari tiga unit mobil lama, yaitu Suzuki X-Over (2007), Honda Freed (2008), dan Honda CRV (2010).

Kas dan Setara Kas: Mencapai Rp 28 miliar.

Harta Lainnya: Tercatat sebesar Rp 224 miliar.

Utang: Sarifah juga melaporkan kewajiban utang sebesar Rp 112,6 miliar.

Baca juga: Sidang Kasus Aset PTPN, Saksi sebut Penyerahan 20 Persen Lahan Masih Terkendala Aturan

Profil dan Karier Politik Sarifah Suraidah

Lahir di Balikpapan pada 1 Januari 1981, Sarifah memiliki akar yang kuat di Kalimantan Timur.

Sebelum terjun ke politik, ia merupakan seorang pengusaha sukses yang menjabat sebagai pemimpin di PT Barokah Agro Perkasa selama hampir satu dekade (2014–2023).

Karier politiknya memuncak saat ia resmi dilantik sebagai Anggota DPR RI periode 2024–2029 dari Fraksi Partai Golkar.

Ia maju dari Dapil Kalimantan Timur untuk menggantikan posisi suaminya yang memilih berkompetisi dalam Pemilihan Gubernur.

Di internal partai, Syarifah juga memegang posisi strategis sebagai Ketua Ikatan Istri Partai Golkar (IIPG) Kaltim.

Kegiatan Sosial dan Pemberdayaan

Selain kesibukan di parlemen, Sarifah dikenal aktif dalam berbagai kegiatan kemanusiaan.

Ia mendirikan Bestie Sarifah Suraidah (BSS), sebuah komunitas sosial, serta menginisiasi Harum Center Foundation. 

Lembaga ini berfokus pada pemberdayaan masyarakat, edukasi, dan misi sosial bagi warga di wilayah Kalimantan Timur.

Gubernur Kaltim Rudy Masud dan Anggaran Fantastis Mobil Dinas Rp 8,5 Miliar

Seperti diketahui, suami Sarifah Suraidah, Gubernur Kaltim Rudy Masud juga tuai sorotan buntut pernyataan terkait pengadaan mobil dinas baru.

Polemik ini bermula dari anggaran fantastis mencapai Rp 8,5 miliar yang dialokasikan Pemerintah Provinsi Kaltim untuk kendaraan dinas operasional sang gubernur di Jakarta.

Rudy Masud secara terbuka menyatakan keberatannya jika harus menggunakan kendaraan kelas menengah seperti Kijang karena dianggap tidak merepresentasikan kekuatan ekonomi daerahnya.

"Jangan saya disuruh pakai Kijang. Jangan direndahkan masyarakat Kaltim ini seolah-olah miskin banget gitu loh," tegas Rudy saat menanggapi kritik terkait pengadaan tersebut pada Selasa (24/2/2026).

Berdasarkan data sistem Inaproc Pemprov Kaltim, kendaraan yang sedang diproses tersebut merupakan jenis SUV hybrid mewah dengan spesifikasi teknis tinggi, yakni mesin 2.996 cc bertenaga 434 HP yang didukung motor listrik 140 kW.

Pengadaan ini memicu gelombang protes dari ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (Aliansi GERAM) pada Senin (23/2/2026).

Menghadapi desakan tersebut, Rudy Masud meminta semua pihak untuk tetap tenang dan tidak berpikiran negatif.

"Kami di Kalimantan Timur sampai hari ini. Belum ada mobil dinas dari Pemprov Kaltim untuk Kalimantan Timur yang ada di Jakarta," ujar Rudy

Rudy berargumen bahwa pemilihan spesifikasi mobil tersebut masih berada dalam koridor hukum, khususnya merujuk pada Permendagri Nomor 7 Tahun 2006 yang mengatur standar kendaraan dinas pejabat daerah.

Selain itu, ia menekankan posisi strategis Kalimantan Timur sebagai beranda utama Indonesia menyusul keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Menurutnya, fasilitas yang mumpuni diperlukan untuk menyambut tamu-tamu internasional agar martabat daerah tetap terjaga.

"Ingat, Kalimantan Timur ini etalase Indonesia. Hari ini mobil Pemprov Kaltim tidak ada mobilnya di sini yang ada cuma di Jakarta, kalau di Jakarta disesuaikan dong," jelas pria yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) tersebut. 

(Tribun-Medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.