TRIBUNNEWS.COM - Wasit juri Nasional untuk cabang olahraga Binaraga, Agustinus Setiyobudi, senang melihat masyarakat mulai melek akan pentingnya investasi di masa tua.
Satu di antara cara menjaga kesehatan tubuh melalui fitness di gym.
Ditemui di kediamannya, Paulan, Karanganyar, Jawa Tengah, Agus, sapaannya, menyoroti bagaimana fitness bukan lagi dipandang sebagai sarana pamer strata sosial.
Namun juga lifestyle hidup sehat serta salah satu olahraga yang dianjurkan dari segi medis.
"Peningkatan minat masyarakat ke gym akhir-akhir ini melonjak drastis. Kalau menurut saya, pertama mulai sadar akan kesehatan, yang kedua itu di blow-up di media sosial fungsi dari gym itu sendiri," buka Agustinus Setiyobudi kepada Tribunnews, Jumat (27/2).
"Sekarang dari (sudut pandang-red) sisi medis juga kebanyakan mereka menyarankan berolahraga, memang yang terbaik ya ke gym," sambung pria yang juga berprofesi sebagai tenaga medis di salah satu Puskemas di wilayah Boyolali, Jawa Tengah.
Gym tidak bisa dipandang lagi sebagai ajang pamer penampilan.
Faktanya, fitness dari lingkup medis, dapat dianggap sebagai investasi di hari tua. Latihan otot, khususnya tubuh bagian bawah atau lower, bisa meminimalisir masa-masa sulit di hari tua seperti pengeroposan tulang.
"Betul bahwa gym bisa disebut sebagai investasi di hari tua. Jadi gini, seseorang memiliki otot yang dilatih itu akan mendongkrak kesehatan, misalnya, untuk otot lower dan punggung, ketika sudah tua masih bisa berjalan berdiri dengan tegak dan tidak membutuhkan bantuan orang lain ataupun alat."
"Sedari sekarang kita bangun (otot-red), di usia 70-80 tahun, akan meminimalisir tingkat cedera yang sifatnya dadakan," sambung pria berusia 53 tahun tersebut.
"Untuk krusial dalam latihan memang semua (upper dan lower-red) badan di latih. Tetapi kan aktivitas kita dimulai dari berjalan, sehingga penting untuk melatih bagian bawah."
Meski demikian, tidak dipungkiri dalam sebuah industri, bisnis gym sempat mengalami keterpurukan pada era pandemi Covid-19.
"Kondisi sulit, paling sulit itu terutama waktu Covid, kita harus tutup hampir setengah tahun. Itu industri gym hancur," jelasnya sembari tertawa.
"Tetapi setelah itu perlahan merangkak naik. Dan akhir-akhir ini persaingan semakin ketat."
Harapannya, gym lebih berkembang lagi di Indonesia. Tidak hanya dinikmati kalangan menangah ke atas, namun juga menengah ke bawah.
"Kedepannya industri gym bisa lebih berkembang dan mengarah ke semua kalangan. Selain itu, banyak kan sekarang stereotipe miring soal gym, hapus lah itu. Karena akan lebih baik gym dipandang dari kepentingan medis dan kesehatan," harapnya.
Baca juga: Persatuan Binaraga Fitness Indonesia Pastikan Kejurnas Binaraga Digelar Rutin Tiap Tahun
Agustinus Setiyobudi lebih dari sekadar pengusaha di industri gym. Di kediamannya, dia memiliki tempat gym yang menargetkan pasar kalangan menengah ke bawah.
Faktanya, Agus berkecimpung di dunia industri gym karena latar belakangnya sebagai mantan atlet binaraga Nasional.
"Mantan atlet skala Nasional, saya off (pensiun-red) itu tahun 2008," terangnya menambahkan.
Tidak berhenti sampai di situ, pria berusia 53 tahun ini mengemban sejumlah jabatan penting di Pengurus Pusat Perkumpulan Binaraga Fitnes Indonesia (PP PBFI).
Statusnya ialah Wasit Juri aktif di PBFI hingga saat ini. Bahkan dia pernah menjadi juri Internasional dalam sebuah kejuaraan dunia yang berlangsung di Batam.
"Saya juga pernah jadi wasit Internasional untuk kejuaraan yang berlangsung di Batam, sekitar tahun 2016," tambahnya.
Ayah dua anak ini juga mengemban tanggung jawab sebagai Ketua Umum PBFI Boyolali, sekaligus merangkap tugas pelatih atlet binaraga Jawa Tengah yang biasanya dikirim untuk Pekan Olahraga Nasional atau PON.
(Tribunnews.com/Giri)