Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Ismet
TRIBUNPALU.COM, MOROWALI - Sebanyak 13 hektar lahan persawahan milik 15 petani di Desa Solonsa Jaya, Kecamatan Witaponda, Kabupaten Morowali, terendam lumpur setelah diduga sedimen point milik PT Alaska jebol saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Di ketahui Banjir terjadi pada Selasa (24/2/2026).
Akibat kejadian ini, tanaman padi terancam gagal panen.
Berdasarkan pantauan di lokasi, genangan lumpur berwarna cokelat pekat masih menutupi hampir seluruh area persawahan.
Tanaman padi yang baru berumur sekitar satu bulan tampak tenggelam dan tertutup sedimen, sehingga berisiko membusuk dan tidak dapat dipanen.
Baca juga: Polres Donggala Buka Puasa Bersama Wartawan, Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas
Material lumpur yang mengendap terlihat cukup tebal dan merata di seluruh petak sawah.
Kondisi ini membuat lahan yang sebelumnya produktif berubah menjadi genangan, sehingga petani tidak dapat melakukan perawatan maupun pengolahan lahan.
Para petani menyebut, jika genangan lumpur tidak segera surut, mereka dipastikan kehilangan satu musim tanam.
Kerugian yang dialami tidak hanya pada potensi hasil panen, tetapi juga berdampak pada keberlangsungan ekonomi keluarga yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian.
Banjir lumpur tersebut diduga berasal dari sedimen point milik PT Alaska yang tidak mampu menahan debit air saat curah hujan tinggi.
Baca juga: Rekonstruksi Pembunuhan di All Swalayan Banggai, Tersangka Peragakan 26 Adegan
Lumpur kemudian mengalir ke area persawahan warga dan menutup tanaman padi yang sedang dalam masa pertumbuhan.
Selain mengancam gagal panen, endapan sedimen juga berpotensi merusak struktur tanah.
Petani khawatir lahan membutuhkan waktu dan penanganan khusus sebelum dapat kembali ditanami.
Para petani berharap adanya perhatian dan tanggung jawab dari pihak terkait agar dampak kerusakan dapat segera ditangani dan lahan mereka dapat kembali produktif. (*)