Tragedi di Tanjungpinang, Nasrun Diduga Habisi Nyawa Istrinya
Muliadi Gani February 28, 2026 11:48 AM

 

PROHABA.CO- TANJUNGPINANG - Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, kembali diguncang oleh kasus pembunuhan yang melibatkan seorang pria bernama Nasrun (67).

Ia diduga menghabisi nyawa istrinya sendiri, Harsalena (56), di rumah mereka yang terletak di Gang Bogenvile, RT 05, RW 04, Kelurahan Pinang Kencana, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau. 

Peristiwa ini menimbulkan duka mendalam sekaligus amarah dari masyarakat sekitar, yang selama ini mengenal korban sebagai sosok ramah dan penuh kasih.

Sejak bebas bersyarat enam bulan lalu, Nasrun diketahui jarang berinteraksi dengan warga.

Ia lebih banyak mengurung diri di rumah, tidak pernah hadir dalam kegiatan lingkungan, dan dikenal sebagai pribadi yang tertutup.

Menurut warga, sikapnya sulit ditebak dan sering berubah-ubah.

Fahmi, salah seorang warga Perumahan Bintan Permata Indah, menyebutkan bahwa Nasrun kemungkinan merasa malu karena baru keluar dari penjara," kata Fahmi, Jumat (27/2/2028).

Catatan kelam masa lalu Nasrun kembali terungkap.

Pada tahun 2018, ia pernah dipenjara karena kasus pembunuhan terhadap selingkuhannya, Supartini, seorang janda yang sempat menjalin hubungan dengannya hingga hamil.

Supartini ditemukan tewas di kawasan Ganet, lalu jasadnya dibuang ke jembatan Wacopek, Dompak.

Modus pembunuhan yang dilakukan saat itu disebut mirip dengan kasus terbaru, yakni korban dimasukkan ke dalam karung.

Fahmi menilai tindakan Nasrun tidak masuk akal. “Menurut saya, pelaku kurang waras.

Sepertinya ada bisikan roh jahat. Kenapa tega melakukan hal itu kepada kaum wanita,” ujarnya.

Baca juga: Gubernur Aceh Mualem Lantik 25 Pejabat Eselon II, Tegaskan Evaluasi Kinerja Setiap Bulan

Baca juga: Motif Suami Bunuh Istri di Ciputat Tangsel Dipicu Masalah Cemburu

Sosok Korban di Mata Warga

Berbeda dengan pelaku, korban Harsalena dikenal sebagai pribadi yang baik dan penuh perhatian.

Kepergian Harsalena meninggal duka mendalam bagi warga setempat. 

Masyarakat tak habis pikir, wanita paruh baya itu meninggal dunia dengan cara tak wajar. 

Seorang warga setempat, Fahmi saat ditemui Tribun Batam.id menyampaikan, selama ini korban dikenal sangat baik.

Warga menyebutnya selalu menyapa setiap kali berpapasan di jalan.

Ia juga dikenal sebagai ibu yang setia, meski beberapa kali diselingkuhi suami, tetap saja ia memaafkan dan memilih bertahan.

Sebelum pindah ke Tanjungpinang, Harsalena pernah menjadi dosen di salah satu kampus di luar Kepri.

Di Tanjungpinang, ia sempat membuka bimbingan belajar di rumahnya untuk anak-anak komplek, sebelum akhirnya berhenti karena faktor usia.

Dari pernikahannya dengan Nasrun, ia dikaruniai dua putri: satu bekerja di bank di Anambas, sementara satu lagi tinggal bersama orang tuanya di rumah.

Warga menilai kepergian Harsalena adalah kehilangan besar.

Ia selalu aktif dalam kegiatan lingkungan, dikenal ramah, dan memiliki ciri khas sebagai sosok ibu yang peduli.

“Korban tak neko-neko. Dia tetap sayang terhadap suami sampai meninggal dunia,” kenang Fahmi.

Kini, masyarakat Tanjungpinang mengutuk keras tindakan Nasrun.

Tragedi ini bukan hanya meninggalkan luka bagi keluarga korban, tetapi juga menimbulkan trauma bagi warga yang selama ini hidup berdampingan dengan pasangan tersebut.

Baca juga: Pembunuhan Tragis Ibu Muda di Lebong Bengkulu Terungkap, Suami Dalang di Balik Kasus

Baca juga: Suami di Paluta Nekat Bakar Istri, Polisi Amankan Pelaku

Baca juga: Wagub Fadhlullah Tekankan Efektivitas Rehab-Rekon Saat Hadiri Rapat Satgas

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.