TRIBUNSUMSEL.COM - Di tengah duka kasus pembacokan yang menimpa Farradhilla, mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau, sosok sang kekasih mendadak jadi perbincangan.
Hubungan asmara menjadi pemicu insiden mahasiswi UIN Suska Riau, Farradhilla Ayu Pramesti (23) dibacok teman seangkatannya, Raihan Mufazzar (22).
Raihan pelaku pembacokan diduga merasa tidak terima cintanya ditolak hingga berujung merencanakan pembunuhan.
Farradhilla Ayu Pramesti sendiri diketahui telah memiliki kekasih bernama Dwi Ferdiawan.
Baca juga: Reaksi Pacar Mahasiswi Korban Pembacokan di UIN Suska, Syok Diduga Lihat Foto Mesra Farra dan Pelaku
Beredar informasi, Farradhilla dan kekasihnya, Ferdi telah menjalin hubungan asmara selama dua tahun.
Menilik akun Instagramnya, Ferdi diketahui memiliki profesi mentereng di industri bergengsi, yakni sektor offshore (lepas pantai) di Batam.
Ferdi kerap membagikan aktifitas pekerjaannya di lingkungan pengeboran minyak atau gas lepas pantai, yang terlihat berada di atas dek kapal operasional besar.
Ferdi juga pernah membagikan momen saat dirinya berada di kawasan Laut Cina Selatan.
Pekerjaan mentereng sebagai kru offshore ini membuat sosok Ferdi dinilai sebagai pria yang mapan dan bertanggung jawab oleh para netizen.
Ia menjalin hubungan ldr atau jarak jauh dengan Farradhilla yang masih berstatus mahasiswi semester delapan.
Belum lama ini, ia menujukkan perhatiannya atas kejadian tragis yang menimpa sang pacar.
Dalam postingannya di Tiktok, Ferdi sempat menyampaikan doa serta harapan agar Farradilla segera pulih dan bisa merayakan Lebaran bersama keluarga.
Ia juga mengungkapkan telah menyiapkan berbagai rencana untuk kebersamaan mereka, termasuk membeli baju baru pilihan Faradilla hingga tiket kepulangan agar bisa berlebaran bersama keluarga.
"Sayang cepat sembuh yaa biar lebaran nanti kita pakai baju baru yang kamu pilih… Terlepas dari itu semua tak perlu kamu pikirkan, cukup kamu pikirkan gimana biar kamu cepat sembuh," tulisnya dalam unggahan tersebut.
Ferdi pun meminta Farra tidak perlu memikirkan hal apapun pascapulih nanti, yang terpenting baginya sang kekasih selamat dan bisa kembali berkumpul bersama keluarga.
"Terlepas itu semua tidak perlu kamu pikirkan, cukup kamu pikirkan bagaimana biar kamu cepet sembuh, sehat biar bisa kumpul sama keluarga dan kita bisa jalan-jalan," tulisnya.
Baca juga: Tak Terima Dicampakkan Korban yang Mau Skripsi Jadi Motif Raihan Bacok Farra Mahasiswi UIN Suska
Sayangnya postingan tersebut kini telah dihapus, dari pantauan Tribunsumsel.com (28/2/2026), Ferdi menghapus semua potret kebersamaan mereka di Tiktok maupun Instagramnya.
Belakangan diketahui, Ferdi diduga syok setelah menerima ribuan pesan dari warganet yang mengirimkan bukti foto mesra sang kekasih dengan pelaku.
"Jujur aku gak tahu apa-apa ga tau maksudnya apa kenapa bisa, ada apa bagaimana bisa, jujur bingung asli," ucap Ferdi.
Dari postingan diduga milik pelaku @_mzfrr, pelaku kerap memposting potret mesra bersama korban sejak September 2025 lalu.
Banyak dari warganet yang menyebut jika Ferdi lah yang menjadi korban perasaan dari hubungan keduanya.
Diketahui, Pelaku dan korban merupakan teman seangkatan sesama semester VIII jurusan Ilmu Hukum Fakultas Syariah dan Hukum.
Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, AKP Anggi Rian Diansyah, mengungkapkan motif pembacokan diduga berkaitan dengan persoalan asmara.
Pelaku disebut merasa sakit hati karena korban hendak memutuskan hubungan.
"Dari hasil pemeriksaan pelaku iya (mau membunuh korban)," kata Anggi.
"Motif sementara ini karena cinta ditolak. Pelaku sengaja datang dari rumah mau menarget (membunuh, red) korban, makanya bawa kapak dan parang. Yang digunakan pelaku kapak," sambung Anggi.
Aksi pembacokan terhadap mahasiswi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau Farradilla Ayu Pramesti (23) rupanya sudah lama direncanakan Raihan Mufazzar (22).
Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, AKP Anggi Rian Diansyah, mengungkapkan bahwa niat jahat Raihan sudah muncul sejak November 2025.
Aksi tersebut baru terealisasikan belum lama ini tepatnya saat korban hendak menjalani sidang munaqosah atau sidang skripsi akhir pada Kamis (26/2/2026).
"Dari hasil pemeriksaan, R telah memiliki niat sejak November 2025 lalu untuk melakukan perbuatan tersebut. Namun baru dilaksanakan kemarin," ujar Anggi pada Jumat (27/2/2026), dilansir dari TribunPekanbaru.com.
Baca juga: Pasal Bertambah, Raihan Tersangka Pembacok Mahasiswi UIN Suska Riau Terancam 17 Tahun Penjara
Sebelum melangkahkan kaki menuju kampus di hari kejadian, R secara khusus mempersiapkan senjata tajam berupa kapak dan parang.
Tidak sekadar membawa, ia sengaja mengasah kedua senjata tersebut di rumahnya agar lebih mematikan saat digunakan untuk menyerang korban.
"Pelaku mengasah kapak dan parang yang akan dibawanya untuk melancarkan penganiayaan dan pembunuhan terhadap korban. Setelah itu ia baru menuju kampus UIN Suska,” jelas Anggi.
Detik-detik penyerangan berlangsung mencekam di Gedung Belajar Fakultas Syariah dan Hukum.
Korban saat itu sedang duduk seorang diri menunggu dosen penguji untuk sidang.
Tiba-tiba, pelaku datang membawa kapak dan langsung melancarkan serangan membabi buta.
Akibat kejadian ini, korban menderita luka serius yang tersebar di beberapa bagian tubuh, mulai dari kuping, kening, leher, tangan kiri, hingga tiga luka bacok di bagian punggung.
Sementara itu, pelaku kini telah ditahan di rumah tahanan Polresta Pekanbaru di dalam sel terpisah guna mempermudah proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.
AKP Anggi Rian Diansyah mengungkapkan tersangka ditambahi pasal berlapis.
Aksi sadis Raihan Mufazzar yang dilakukannya pada Kamis (26/6/2026) sekitar pukul 08.00 WIB itu membuatnya terancam hukuman 17 tahun penjara.
Sebelumnya, Raihan dijerat Pasal 469 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 dengan maksimal hukuman 12 tahun penjara.
"Kita tambahkan pasal perencanaan pembunuhan dan penganiayaan berat, ancaman hukuman 17 tahun," kata Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru AKP Anggi Rian Diansyah, dikonfirmasi Tribunpekanbaru.com, Jumat (27/2/2026).
Anggi mengungkap, tersangka sudah dicek urine. Hasilnya negatif narkoba.
Rencananya, tersangka juga akan diperiksa kejiwaannya.
"Nanti kita ajukan ke psikiater dulu untuk pemeriksaan kejiwaan," sebut Anggi.
Anggi bilang pihaknya juga menelusuri jejak digital tersangka yang berkaitan dengan kejadian ini.
"Tersangka ini memang berangkat dari rumahnya pagi itu, ada niat untuk membunuh korban," tegasnya.
Lebih lanjut, AKP Anggi Rian Diansyah mengatakan, setelah diringkus, diketahui tersangka sudah menyiapkan senjata tajam di tasnya.
Bahkan, tersangka menyiapkan dua senjata tajam (sajam) jenis kapak dan parang.
Kepada TribunPekanbaru.com, ia menuturkan bahwa tersangka telah menyiapkan aksinya terlebih dahulu.
"Kejadian penganiayaan berat tadi pagi, yang mana direncanakan lebih dahulu yang dilakukan seorang laki-laki terhadap seorang mahasiswa UIN, yang mana kedua ini memang terdaftar sebagai mahasiswa di UIN," ujar AKP Anggi.
Farradhilla Ayu Pramesti yang sempat dirawat di RS Bhayangkata kini telah dirujuk di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru.
Direktur Utama RSUD Arifin Achmad, Yusi Prastiningsih, menjelaskan Farradhilla masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada Kamis, 26 Februari 2026 sekitar pukul 15.21 WIB.
“Pasien atas nama Farradhilla Ayu Pramesti, usia 23 tahun, datang ke IGD dengan keluhan luka bacok di lengan kiri, tangan kiri, punggung, dan kepala. Saat tiba, pasien dalam kondisi sadar,” ujar Yusi, Jum'at (22/2/2026).
Setelah pemeriksaan awal, tim medis segera melakukan penanganan intensif.
Tindakan yang diberikan meliputi terapi cairan dan obat-obatan, pemeriksaan penunjang seperti laboratorium, rontgen, serta CT scan.
Pada pukul 21.40 WIB, pasien menjalani operasi cyto untuk menangani luka yang dialaminya.
“Pascaoperasi, pasien kami observasi secara ketat. Alhamdulillah, kondisi saat ini stabil dan sadar. Pasien dirawat di ruang rawat inap Gardenia dan terus dipantau oleh tim dokter spesialis agar proses pemulihan berjalan optimal,” tambah Yusi.
Pihak rumah sakit memastikan akan terus memberikan perawatan terbaik serta menyampaikan perkembangan kondisi pasien secara berkala sesuai kebutuhan medis.
Sementara pihak kepolisian masih belum mengambil keterangan korban karena masih dalam pemulihan setelah menjalani tindakan operasi.
"Korban belum bisa kita ambil keterangan, tadi pagi kita sudah membesuk bersama Kapolresta Pekanbaru ke RSUD Arifin Ahmad, pasca operasi tadi malam," jelas Anggi, dikutip Tribunpekanbaru.com
Saat kejadian, beruntung nyawa korban berhasil diselamatkan lantaran pelaku cepat diamankan sejumlah petugas keamanan kampus.
Akibat pembacokan dengan kapak yang dibawa pelaku, korban mengalami luka di kepala dan tangan.
Berdasarkan hasil penyelidikan kepolisian, motif pembacokan ini dipicu oleh persoalan asmara.
Pelaku diduga sakit hati karena cintanya ditolak oleh korban yang mengaku sudah memiliki kekasih.
(*)
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com