Kita akan terus adakan konsolidasi ini dan tahun ini saja, minimal kita akan ada 23 kapal yang harus dikontrak dan segera harus dikerjakan

Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod mengatakan konsolidasi galangan kapal nasional menjadi momentum untuk mengoptimalkan peluang adanya kebutuhan maritim Indonesia agar dapat dipenuhi secara mandiri.

“Kita akan terus adakan konsolidasi ini dan tahun ini saja, minimal kita akan ada 23 kapal yang harus dikontrak dan segera harus dikerjakan. Ini sudah kita bisa bagi sesuai dengan kemampuan, sesuai dengan proporsi, maka konsolidasi ini menjadi sangat penting,” katanya dalam Diskusi Strategis Industri Maritim Chapter II sebagaimana keterangan di Jakarta, Sabtu.

Dalam kesempatan tersebut, dia menerangkan bahwa sejak Prabowo Subianto terpilih menjadi Presiden, sektor maritim telah ditetapkan menjadi salah satu pilar kontributor pertumbuhan ekonomi.

Melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menunjuk PT PAL Indonesia sebagai lead integrator galangan kapal nasional. Ini berarti seluruh kebutuhan kapal baru BUMN harus dipesan melalui perusahaan tersebut.

Walaupun arahan ini menjadikan PT PAL memiliki banyak proyek dan pendapatan, Kaharuddin menegaskan bahwa tugas ini sebuah tanggung jawab besar karena harus ada upaya luar biasa guna mengawal visi besar negara.

Saat ini, Indonesia disebut masih terjebak dalam persaingan tak sehat dan gesekan antar pelaku industri maritim maupun industri pendukungnya dari dalam negeri.

Akibatnya, potensi luar biasa di sektor ini justru lari keluar negeri. Walaupun mungkin angka pertumbuhan terlihat tinggi, lanjutnya, maka tidak ada artinya apabila tak memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia.

“Yang harus kita lakukan adalah bagaimana agar angka-angka ini benar-benar kita bisa ambil alih, angka-angka ini benar-benar harus ada di dalam negeri kita dengan cara kita menyatukan langkah kita, kita menyamakan langkah kita, kita bergandeng tangan satu dengan yang lain. Kue ini terlalu besar untuk kita kemudian saling berkompetisi yang tidak sehat,” ungkap dia.

Presiden menugaskan PT PAL untuk menjadi lead integrator dan national consolidator dengan dua tanggung jawab utama.

Pertama ialah penguatan kualitas korporasi dan produk dalam rangka mengawal agar kualitas industri maritim Indonesia naik kelas dan mampu bersaing dengan perusahaan global.

Kedua ialah bagaimana mencapai skala ekonomi beberapa industri untuk membangun industrialisasi di sektor maritim. Mengingat pesanan melalui satu pintu, maka PT PAL dapat mengumpulkan volume kebutuhan komponen, mulai dari main engine, genset, kabel, pipa, hingga panel listrik, sehingga mencapai angka yang layak secara bisnis untuk membangun pabrik-pabrik baru di Indonesia.

“Jadi, penugasan Presiden Prabowo Subianto untuk memerintahkan pembangunan seluruh kapal baru di Indonesia kepada PT PAL Indonesia, bukan sekedar untuk memberikan PT PAL proyek raksasa, tetapi memberikan PT. PAL dua tugas,” ucap Kaharuddin.

“Yang pertama adalah bagaimana bersama-sama mengangkat semua industri sektor maritim, mengangkat kualitas korporasi dan kualitas produk. Dan yang kedua adalah mengumpulkan jumlah equipment, tools, modul, panel, dan sebagainya untuk bisa memenuhi skala keekonomian untuk membangun satu pabrik, dua pabrik, dan bahkan ratusan pabrik di Indonesia,” ujar Dirut PT PAL Indonesia.