TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA-Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jawa Timur sukses menyelenggarakan Musyawarah Wilayah (Muswil) pada Sabtu, 21 Februari 2026, di Fave Mex Hotel Tegalsari Surabaya.
Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam rangka optimalisasi peran organisasi untuk memperkuat dan mengakselerasi pertumbuhan sektor ekonomi kreatif di wilayah Jawa Timur.
Muswil GEKRAFS Jawa Timur dihadiri secara lengkap oleh jajaran pengurus DPW serta perwakilan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dari 25 kabupaten/kota yang telah terbentuk. Acara ini turut dibuka secara resmi oleh Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin, serta dihadiri oleh Wakil Ketua Umum DPP GEKRAFS, Laja Lapian
Dalam laporan pertanggungjawaban kepengurusan DPW periode 2021–2025, Ketua DPW Gekrafs Jatim, Rian Septrianto Maulana (akrab disapa Cak Rian), menyampaikan bahwa masa baktinya telah menyelesaikan berbagai program prioritas yang berorientasi pada percepatan pertumbuhan sektor ekonomi kreatif di Jawa Timur.
Baca juga: Bidik Potensi Sektor Wisata dan Ekonomi Kreatif, Gekrafs Jatim-Jateng Kolaborasi di Misi Dagang
Satu di antara capaian strategis dalam periode tersebut adalah terbentuknya kepengurusan DPC di 25 kabupaten/kota di Jawa Timur.
Meskipun belum mencakup seluruh wilayah administratif, capaian tersebut menjadikan GEKRAFS Jawa Timur sebagai wilayah dengan jumlah DPC terbanyak secara nasional hingga saat ini.
Musyawarah Wilayah juga menghasilkan usulan calon Ketua DPW GEKRAFS Jawa Timur untuk periode 2026–2029. Seluruh DPC yang hadir secara bulat mengusulkan kembali nama Rian Septrianto Maulana untuk melanjutkan kepemimpinan pada periode berikutnya. Usulan tersebut selanjutnya akan dibawa ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GEKRAFS untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme organisasi.
Menanggapi hal tersebut, Rian menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh seluruh DPC di Jawa Timur. Menurutnya, dukungan tersebut mencerminkan semangat kolektif dalam memaksimalkan potensi ekonomi kreatif di daerah.
“Kepercayaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat gerakan ekonomi kreatif di Jawa Timur. Kami optimistis pada periode mendatang, pertumbuhan ekonomi kreatif dapat berjalan lebih maksimal, termasuk komitmen untuk menuntaskan pembentukan kepengurusan di seluruh 38 kabupaten/kota di Jawa Timur,” ujar Cak Rian.
Selain agenda Musyawarah Wilayah, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan tausiah dan buka puasa bersama dalam suasana bulan suci Ramadhan. Kehadiran rangkaian kegiatan spiritual tersebut diharapkan dapat menambah kekhusyukan serta mempererat silaturahmi antar pengurus dan pelaku ekonomi kreatif di Jawa Timur.