140 Anak di Bireuen Diduga Keracunan Makanan Bergizi Gratis
Muliadi Gani February 28, 2026 02:48 PM

 

PROHABA.CO, BIREUEN -  Keracunan makanan bergizi gratis (MBG) terjadi di Bireuen pada Kamis (26/2/2026).

Para korban langsung dibawa ke Puskesmas bahkan ada yang dirujuk ke IGD RSUD dr Fauziah Bireuen untuk mendapatkan perawatan medis.

Jumlah anak-anak yang diduga mengalami keracunan makanan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Bireuen, terus meningkat hingga mencapai 140 orang.

Kasus ini mencuat di dua kecamatan, yakni Simpang Mamplam dan Pandrah, dan kini menjadi perhatian serius pemerintah daerah serta tenaga medis setempat.

Menurut data yang dihimpun Dinas Kesehatan Bireuen, para pasien tersebar di sejumlah puskesmas dan rumah sakit.

Puskesmas Simpang Mamplam merawat 56 pasien, Puskesmas Pandrah 24 pasien, Puskesmas Samalanga 24 pasien, dan Puskesmas Jeunieb 13 pasien.

Sementara itu, RSUD dr Fauziah Bireuen menerima 11 pasien, RS BMC Bireuen 8 pasien, RS Jeumpa Hospital 4 pasien, dan RSUD Pidie Jaya 1 pasien.

Gejala yang dialami korban umumnya berupa muntah-muntah, pusing, dan diare.

Meski jumlah kasus cukup besar, sebagian besar pasien sudah menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah mendapatkan perawatan medis.

Baca juga: Puluhan Anak di Simpang Mamplam Bireuen Diduga Keracunan Makanan MBG

Kondisi Pasien Mulai Membaik

Kepala UPTD Puskesmas Simpang Mamplam, Suryani, SKM, menjelaskan bahwa dari 56 pasien yang sempat dirawat, 14 anak sudah dipulangkan.

Sisanya masih dalam pemantauan, namun diperkirakan akan segera diperbolehkan pulang jika kondisi terus membaik.

Hal serupa juga terjadi di Puskesmas Jeunieb, di mana dari 13 pasien dirawat.

Tenaga medis di Puskesmas Jeunieb, Irwandi menyebutkan, bahwa seluruh pasien tertangani dengan baik, lima sudah dipulangkan, tujuh masih dalam perawatan, dan satu orang dirujuk ke rumah sakit di Bireuen.

Menariknya, salah satu korban bukan hanya anak-anak, tetapi juga seorang guru MIN 33 Bireuen bernama Fitriani (43).

Ia dilaporkan ikut mengonsumsi makanan MBG yang dibagikan kepada murid-muridnya, lalu mengalami gejala keracunan beberapa jam setelah berbuka puasa.

Baca juga: 18 Siswa di Aceh Selatan Diduga Keracunan MBG, 14 Dirawat Inap

Dugaan Penyebab Keracunan

Mayoritas korban adalah anak-anak TK dan SD yang menerima makanan MBG berupa menu berbuka puasa.

Dugaan sementara, keracunan terjadi akibat makanan yang dibagikan tidak layak konsumsi atau terkontaminasi.

Namun, hasil pemeriksaan laboratorium masih ditunggu untuk memastikan penyebab pastinya.

Kepala Dinas Kesehatan Bireuen, dr Irwan, menegaskan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan kondisi pasien di seluruh fasilitas kesehatan.

Ia memastikan penanganan dilakukan secara cepat agar tidak menimbulkan dampak lebih serius.

Hingga Jumat sore, sebagian besar anak-anak sudah menunjukkan tanda-tanda pemulihan, meski beberapa masih harus dirawat karena mengalami diare.

Kasus ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah, mengingat jumlah korban yang cukup besar dan melibatkan anak-anak sekolah dasar serta taman kanak-kanak.

Dengan penanganan intensif, diharapkan seluruh pasien segera pulih.

Pemerintah juga menunggu hasil investigasi laboratorium untuk memberikan kejelasan mengenai sumber keracunan.

Hal ini penting agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang, terutama dalam program makanan bergizi gratis yang seharusnya mendukung kesehatan anak-anak.

(Serambinews.com/Yusmandin Idris)

Baca juga: Keutamaan Shalat Tarawih Malam ke-11 Ramadhan, Diampuni Dosa Seperti Bayi Baru Lahir

Baca juga: PT KTS Pelopori Pemanfaatan Limbah Cangkang Sawit Jadi Pupuk Organik

Baca juga: MPU Aceh Imbau SPPG MBG dan Warung Patuhi Aturan Saat Ramadhan

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.