SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Pelatih kepala Iwan Setiawan menegaskan misi dirinya saat ini bukan lagi untuk menyelamatkan Sriwijaya FC agar tetap bertahan di Liga 2 (Pegadaian Championship) alias tidak degradasi ke Liga 3 (Liga Nusantara).
"Jujur aja, saat saya ditawarkan untuk pegang Sriwijaya FC di putaran ketiga. Barangkali banyak orang-orang bertanya seorang coach Iwan Setiawan mau pegang tim ini dimana kondisinya sampai saat kemarin mau memulai putaran ketiga rasanya udah kecil kemungkinan bisa bertahan," ungkap coach Iwan Setiawan, pada pre match press conference, Jumat (27/2/2026).
Dimana Sriwijaya FC hanya punya 2 poin. Sementara di atasnya Persekat Tegal punya 19 poin pada klasemen sementara grup 1 wilayah barat sebelum digulirkannnya putaran ketiga Pegadaian Championship 2025/26.
"Rasanya mustahil kalau kita bisa memenangkan dari awal semua tim. Dari awal bahwa bisa memenangkan semua pertandingan sisa. Tapi saya pikir ini tawaran yang hebat karena saya tahu ini adalah tim yang Sriwijaya FC adalah tim yang hebat, punya sejarah hebat, dan saya tahu tim ini didukung oleh suporter yang hebat," kata coach Iwan Setiawan.
Kini nasib Sriwijaya FC semakin berada di ujung tanduk jelang laga Derby Sumsel jilid III melawan Sumsel United di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Sabtu (28/2/2026) malam.
Pertandingan ini menjadi laga hidup mati bagi Laskar Wong Kito.
Jika menelan kekalahan dari Sumsel United, maka secara hitung-hitungan poin Sriwijaya FC dipastikan tidak lagi mampu mengejar Persekat Tegal dan otomatis terdegradasi ke Liga 3 atau Liga Nusantara musim depan.
Saat ini Sriwijaya FC masih terpuruk di dasar klasemen dengan koleksi dua poin dari 20 pertandingan.
Sementara Persekat Tegal yang berada di peringkat ke-9 telah mengoleksi 22 poin.
Jika kalah dari Sumsel United, Sriwijaya FC hanya menyisakan enam pertandingan.
Artinya, maksimal poin yang bisa diraih Laskar Wong Kito adalah 18 poin dari enam laga, ditambah dua poin yang sudah dimiliki menjadi 20 poin.
Jumlah tersebut tetap tidak cukup untuk melewati raihan Persekat Tegal.
Menghadapi situasi genting ini, pelatih Sriwijaya FC, Iwan Setiawan, mengaku tidak ingin membebani pemain dengan bayang-bayang degradasi.
Ia menegaskan fokus utamanya adalah membangun mental dan performa tim di setiap pertandingan.
“Jika pertandingan melawan Sumsel United kami kalah tidak akan bertahan di Liga 2, jujur saya tidak membawa pemikiran itu kepada tim. Saya hanya menuntut kepada pemain bagaimana mereka fokus dalam setiap pertandingan termasuk melawan Sumsel United,” ujar Iwan Setiawan dalam sesi pre match press conference, Jumat (28/2/2026).
Baca juga: Tetap Dukung Sriwijaya FC, Yellow Fighter Ajak Bukber & Nobar
Pelatih yang kerap dijuluki “The Special One” Indonesia itu juga menekankan bahwa setiap pertandingan selalu memberi peluang yang sama untuk meraih kemenangan.
Ia ingin anak asuhnya tampil fight dan menunjukkan peningkatan performa dibanding putaran pertama dan kedua.
"D putaran ketiga kami bertekad akan merubah performa Sriwijaya FC dari dua putaran sebelumnya. Jadi kami tidak melihat target-target yang lain. Yang jelas target kami berusaha tampil maksimal di setiap pertandingan demi pertandngan lagi. Dan itu selalu saya tekankan di tim, bagaimana kita harus tampil maksimal," katanya.
Ia mengajak anak asuhnya tidak usah berpikir pada saat di posisi juri kunci lagi. Tidak usah berpikir yang lain-lain lagi. Tapi bagaimana bisa tampil maksimal sehingga meyakinkan semua orang bahwa tim Sriwijaya FC saat ini berbeda dengan sebelumnya.
"Terutama kepada pecinta Sriwijaya FC, suporter dan masyarakat Sumatera Selatan. Mudah-mudahan kami bisa berbuat yang terbaik untuk hasil yang terbaik," pungkasnya.