Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengaku terkejut atas lonjakan kasus campak secara global dan nasional, termasuk di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kabupaten Bima saat ini berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) campak dengan 546 kasus dan satu kematian.
"Saya terkejut karena seluruh dunia lagi naik. Indonesia naik. Bima juga naik," kata Budi saat meninjau RSUD Kota Bima, Jumat (28/2/2026).
Budi menjelaskan bahwa campak sangat menular, bahkan lebih cepat daripada COVID-19.
Meskipun tidak terlalu membahayakan bagi orang dewasa, campak sangat rentan dan berisiko kematian bagi anak-anak.
"Meski campak tidak terlalu membahayakan bagi orang dewasa, namun sangat rentan dan berisiko kematian bagi anak," sambungnya.
Untuk menekan penyebaran campak dan mencegah kematian, Kemenkes akan mendistribusikan vaksin sebanyak mungkin ke 100 kabupaten/kota.
Vaksin tersebut akan diberikan kepada anak-anak di bawah lima tahun.
"Kami targetkan imunisasi selesai pada Juni ini. Karena dengan imunisasi, campak mudah dicegah," kata Budi.
"Jangan lagi ada anak yang harus meninggal gara-gara campak. Karena sudah ada vaksinnya," pungkasnya.