TRIBUNBANYUMAS.COM, JEPARA - Muhammad Eryc Kusuma, pemuda berusia 25 tahun asal Desa Mambak, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara bersama temannya David menjadi korban salah sasaran atas pengeroyokan oleh sekelompok pemuda tak dikenal.
Kejadian berlangsung di Jalan Raya Jepara - Bangsri, masuk wilayah Desa Wonorejo, Kecamatan Kota Jepara pada, Sabtu (28/2/2026) dini hari sekiranya pukul 02.15 WIB.
Eryc mengalami luka sabetan senjata tajam di bagian bahu dan pinggang sebelah kiri.
Dia juga mengalami luka lecet dampak benturan berda keras di tiga titik bagian kepala.
Sementara temannya mengalami luka lebam di sekitar mata.
Korban Eryc sempat dilarikan ke Rumah Sakit Islam Sultan Hadlirin Jepara untuk mendapatkan penanganan medis.
Luka sayat di bagian pinggang mendapatkan 9 jahitan, dan luka di bagian bahu kiri mendapatkan 7 jahitan.
*Diduga Salah Sasaran*
Saat ditemui di rumahnya RT 1 RW 2 Desa Mambak, Eryc bercerita, sebelum kejadian dia bersama temannya David mengendarai sepeda motor berboncengan menuju rumah teman untuk nongkrong masih di dalam desa yang sama.
Waktu itu, keduanya sampai di rumah tujuan sekiranya pukul 02.00 WIB. Teman Eryc bernama David hendak membeli rokok di warung sekitar.
"Teman saya mau keluar, saya ikut katanya mau beli rokok di warung enggak jauh dari tempat nongkrong," terangnya.
Saat di perjalanan menuju warung, Eryc dan David diteriaki dua orang yang berboncengan.
Baca juga: Bodin, Fondasi Kuliner Khas Wonosobo yang Terlupakan Sejarah
Kata dia, satu kalimat yang masih diingatnya adalah "Cah, Iku Musuhe". Seketika keduanya dilempari bungkusan plastik berisi air yang diduga dicampur dengan material adukan bangunan.
Keduanya sempat lari ke arah Kecamatan Kota Jepara untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
"Saya lihat sekilas ada lebih dari 50 pemuda berkumpul. Enggak tahu siapa, dan gak kenal," ujarnya.
Kedua korban dan sekelompok pemuda sempat terkibat aksi kejar-kejaran.
Korban Eryc ditarik pada kaos bagian belakang hingga terjatuh dari sepeda motor.
Kemudian dia dipukuli beramai-ramai (dikeroyok) berlangsung kurang lebih 5 menit. Sebelum akhirnya teman dia datang bersama warga untuk menolong.
"Awalnya saya dipukuli banyak orang dengan tangan kosong. Kemudian ada kerasa benda tumpul dan benda tajam yang dihantamkan ke saya," tuturnya.
Eryc mengaku tidak mengenal siapa saja yang mengeroyoknya.
Dia bersyukur bisa lolos dari maut atas peristiwa pengeroyokan itu berkat bantuan temannya bersama warga sekitar.
"Teman saya sempat dipukul, tapi bisa lari dan meminta bantuan warga. Setelah ditolong warga, saya nunjukkan KTP bahwa saya warga Mambak, Pakisaji. Kemudian saya dilepaskan (ditinggal)," kata dia.
Sekelompok tersebut diduga hendak tawuran antar kelompok remaja di wilayah Kabupaten Jepara.
KTP korban Eryc bahkan sempat dibawa oleh salah seorang pelaku, dan dibuang di sekitar lokasi kejadian.
Kemudian KTP korban ditemukan oleh warga sekitar dan dikembalikan kepada pemiliknya.
"Setelah pengeroyokan itu, saya telepon bapak untuk jemput saya," ujar dia.
Ayah korban Eryc, Sutiyono (47) sedang tidur ketika putranya menghubungi saat tengah malam.
Seketika dia terbangun dan bergegas menuju tempat kejadian perkara dengan mengendarai sepeda motor.
"Dengan setengah sadar saya langsung menuju tempat anak saya. Kemudian saya bawa ke rumah sakit agar ditangani secara medis. Setelah itu kami langsung pulang," tutur dia.
Korban tidak mengalami kerugian material. Barang-barang korban seperti uang dan handphone masih aman tidak diambil pelaku.
Kejadian pengeroyokan tersebut bakal segera dilaporkan kepada pihak kepolisian atas kejadian pengeroyokan. (Sam)