Simak penjelasan lengkapnya:
1.Polresta Manado lakukan PTDH tiga anggota yang terbukti melanggar kode etik Polri
Polresta Manado melaksanakan Upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap tiga personel yang terbukti melakukan pelanggaran disiplin dan/atau kode etik profesi Polri.
Upacara tersebut dilaksanakan secara resmi dan khidmat sebagai bentuk komitmen serta konsistensi institusi dalam menegakkan aturan internal.
Upacara PTDH dilaksanakan berdasarkan Keputusan Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Utara Nomor: Kep / 79 /II / 2026 Tanggal 23 Februari 2026 tentang PTDH Dari Dinas Polri kepada Aipda AWR, Bripka EWN dan Brigpol AA.
Kapolresta Manado Kombes Pol Irham Halid, S.I.K. dalam amanatnya menegaskan bahwa keputusan PTDH merupakan langkah tegas yang diambil setelah melalui proses pemeriksaan, sidang disiplin, serta pertimbangan sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan Polri.
Tindakan ini bukan semata-mata bentuk hukuman, namun sebagai wujud tanggung jawab institusi dalam menjaga marwah dan kehormatan Polri.
“Keputusan ini diambil sebagai bentuk konsistensi Polri dalam menegakkan aturan serta menjaga kepercayaan masyarakat. Tidak ada toleransi terhadap pelanggaran yang mencederai institusi,” tegas Kapolresta.
Menurutnya, upacara PTDH ini juga menjadi pengingat bagi seluruh personel agar senantiasa menjaga integritas, profesionalisme, serta menjunjung tinggi nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya dalam pelaksanaan tugas, selengkapnya selengkapnya baca
2. Rute cap go meh 2026 di Manado
Selasa 3 Maret 2025 mendatang, Cap Go Meh akan hentak Manado.
Lokasi pelaksanaannya di kawasan kampung Cina Manado.
Diprediksi lokasi tersebut bakal dipadati ribuan orang.
Bukan hanya warga lokal, tapi juga luar daerah dan turis asing.
Dari informasi yang diperoleh Tribun Manado, rute arak-arakan Cap Go Meh akan seperti tahun lalu.
Yakni rute kupu-kupu dengan tambahan.
Start dari depan Kelenteng Ban Hing Kiong, melewati area Pecinan, Toko Tek Ho Long, Calaca, SMA YPKM, New Bendar, Toko Indrajaya, berbalik ke Pecinan dan finish kembali di depan Kelenteng Ban Hin Kiong.
Arak arakan Cap Go Meh terdiri dari barisan non ritual serta ritual.
Barisan ritual terdiri dari kereta hias, kuda Lo Tjia, pikulan, Kiong serta Tangsin, selengkapnya baca
3. Dua kapal perusak milik Jepang sandar di Bitung
Dua Kapal Perang Jenis Destroyer milik Japan Maritime Self-Defence Force (Angkatan Laut Bela Diri Jepang) sandar di Pelabuhan Petikemas Bitung, Sulawesi Utara, Sabtu 28 Februari 2026.
Yakni kapal perang JS Shiranui dengan Komandan Commander Oura Motuyasu dan JS Yamagiri dengan Komandan Commander Obata Keiko.
Kondisi cuaca Kota Bitung begitu cerah saat dua kapal perang perusak itu lego jangkar.
Kapal destroyer (perusak) adalah kapal perang cepat dan lincah dengan daya tahan tinggi, difungsikan melindungi armada dari ancaman permukaan, udara, dan bawah air (selam).
Umumnya berbobot 5.000–10.000 ton, destroyer modern dipersenjatai rudal berpemandu (DDG), sistem peperangan elektronik, dan sonar untuk pertahanan maupun serangan.
Para kru kapal Jepang yang terdiri dari perwira, bintara, tamtama hingga taruna disambut dengan penuh keakraban oleh pihak Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VIII.
Selama kegiatan berlangsung, dilaksanakan agenda penyambutan resmi.
Diawali dengan pengalungan kain Bentenan Khas Sulawesi Utara kepada para perwira AL Jepang Utara.
Mereka juga disuguhkan dengan tarian Cakalang yang dibawakan dua putra dan dua putri Sulawesi Utara.
Kemudian dilanjutkan dengan kunjungan pejabat Kodaeral VIII ke atas kapal (on board visit).
Dankodaeral VIII Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi, S.E., M.Tr.Opsla., diwakili Ir Kodaeral VIII mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari kunjungan persahabatan Angkatan Laut Jepang dalam rangka mempererat hubungan bilateral dan kerja sama maritim dengan TNI Angkatan Laut, selengkapnya baca