Davon Arjunaidi, Mahasiswa 20 Tahun Asal Indonesia Gagas Indonesia American Games 2026 di Chicago
Budi Sam Law Malau February 28, 2026 05:16 PM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Di usia 20 tahun, Davon Arjunaidi membuat langkah berani yang tak biasa.

Mahasiswa asal Indonesia itu menggagas ajang olahraga berskala internasional bagi diaspora Tanah Air di Amerika Serikat bertajuk Indonesia American Games (IAG) 2026.

Ajang tersebut rencananya akan digelar di Chicago, Amerika Serikat, pada 19–21 Juni 2026.

Davon gagas] iio
GAGAS EVENT OLAHRAGA - Davon Arjunaidi membuat langkah berani yang tak biasa, dimana mahasiswa asal Indonesia itu menggagas ajang olahraga berskala internasional bagi diaspora Tanah Air di Amerika Serikat bertajuk Indonesia American Games (IAG) 2026. Ajang tersebut rencananya akan digelar di Chicago, Amerika Serikat, pada 19–21 Juni 2026.

Baca juga: Ikut Mover On The Run 2024, Gubernur Jakarta Terpilih Pramono Anung Komitmen Dukung Event Olahraga

Langkah Davon menjadi sorotan bukan hanya karena skala acaranya, tetapi juga perjalanan hidupnya yang penuh keberanian dalam mengambil keputusan besar.

Tinggalkan Fakultas Kedokteran

Perjalanan Davon bermula setelah lulus dari SMAK 6 Penabur.

Ia sempat mengikuti keinginan orang tuanya dan diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya pada 2024.

Namun keputusan tersebut tidak bertahan lama.

Davon hanya menjalani tiga hari masa orientasi mahasiswa baru sebelum akhirnya memilih mundur.

“Setelah tiga hari ikut OSPEK, saya memutuskan keluar karena saya merasa itu bukan pilihan hidup saya, melainkan keinginan orang tua,” ujar Davon.

Keputusan itu menjadi titik balik hidupnya.

Ia memilih mengejar minat di bidang keuangan dan menargetkan beasiswa ke Amerika Serikat.

Davon mengikuti SAT (Scholastic Assessment Test) dan mempersiapkan diri selama beberapa tahun.

Usahanya membuahkan hasil saat ia diterima dan memperoleh beasiswa jurusan Finance di DePaul University.

“Saya berjuang mendapatkan beasiswa Finance. Akhirnya nilai SAT saya memenuhi persyaratan untuk mendapatkan scholarship,” katanya.

Baca juga: Indonesia Jadi Tuan Rumah Sejumlah Event Olahraga, Menpora Berharap Bisa Terselenggara Dengan Baik

Sejak 2024, ia memulai kehidupan baru di Chicago, kota yang dikenal sebagai salah satu pusat keuangan terbesar di AS setelah New York.

“Kesempatan menjadi dokter sudah saya tinggalkan. Jadi ini kesempatan terakhir saya untuk menuntut ilmu sesuai pilihan saya,” ucapnya.

Gagas Ajang Olahraga Skala Internasional

Di tengah kesibukan kuliah, Davon memiliki gagasan besar: menyatukan diaspora dan mahasiswa Indonesia lintas negara bagian melalui olahraga.

Gagasan itu diwujudkan dalam Indonesia American Games (IAG) 2026, yang akan mempertemukan diaspora dari 24 state di Amerika Serikat.

“Pekan olahraga ini akan menyatukan diaspora dan mahasiswa Indonesia dari 24 state di Amerika Serikat,” jelasnya.

IAG 2026 dirancang berlangsung selama tiga hari dengan delapan cabang olahraga, yakni Atletik Running, Badminton, Chess (catur), bola voli, Mini Soccer, Pickleball, Basket Ball, dan Tenis.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, Davon mengajukan dukungan ke Komite Olimpiade Indonesia dan berhasil memperoleh surat dukungan resmi.

“Saya mendapatkan support letter dari NOC Indonesia untuk mengadakan acara ini di Amerika,” katanya.

Berbekal dukungan itu, ia mulai menjalin komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk jaringan Permias Nasional dan perwakilan Indonesia di Amerika Serikat.

Lebih dari Sekadar Kompetisi

Bagi Davon, IAG bukan hanya turnamen olahraga, tetapi ruang membangun solidaritas diaspora Indonesia.

“Ini pekan olahraga pertama yang digagas mahasiswa usia 20 tahun dan menyatukan 24 kota di Amerika Serikat,” ujarnya.

Ia juga berharap ajang ini bisa membuka jalan pembinaan atlet muda menuju Olimpiade 2028 serta memberikan akses peluang beasiswa melalui jejaring National Olympic Committee (NOC) internasional.

“Supporter letter menjadi salah satu prosedur untuk mengikuti program beasiswa yang akan dikeluarkan NOC Dunia melalui NOC Indonesia,” tuturnya.

Ke depan, Davon menargetkan IAG menjadi agenda tahunan yang berpindah kota di berbagai negara bagian AS.

“Kami meminta doa kepada seluruh warga Indonesia supaya kegiatan ini berjalan lancar dan sesuai rencana,” tandasnya.

Di tengah usia yang masih sangat muda, Davon menunjukkan bahwa keberanian mengambil keputusan dan konsistensi mengejar mimpi dapat membawa anak bangsa melangkah hingga ke panggung internasional.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.