TRIBUNPEKANBARU.COM – Perang antara Israel-Amerika Serikat versus Iran terus berlanjut Sabtu 28 Februari 2026 siang WIB.
Serangan itu terjadi beberapa saat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan pernyataan resmi bahwa AS akan membantu rakyat Iran menggulingkan pemerintahannya.
“Semua aparat militer Iran sebaiknya menyerah dan meletakkan senjata segera atau kematian akan menghampiri Anda. Warga Iran ini saatnya kalian mengganti pemerintahan seperti yang anda inginkan. Amerika akan aktif membantu peralihan kekuasaan di Iran,” kata Trump dalam siaran langsung di YouTube.
Sebelumnya militer Israel melancarkan operasi ke Teheran, Iran, pada Sabtu pagi (28/2/2026).
Tak lama setelah aksi tersebut, pemerintah Israel menutup akses wilayah udaranya dan menetapkan status darurat nasional.
Media Inggris, The Guardian, melaporkan bahwa langkah penutupan ruang udara diambil sebagai langkah antisipatif atas potensi serangan balasan dari Iran, termasuk kemungkinan penggunaan drone maupun rudal.
Juru bicara angkatan bersenjata Israel menyebut operasi itu sebagai tindakan awal yang ditujukan untuk menetralisir ancaman terhadap keamanan negaranya.
Baca juga: Israel Serang Iran, Ledakan di Teheran: Diduga Dibantu AS
Baca juga: Alasan Israel Serang Iran Hari Ini: Berdalih Tindakan Pencegahan
Amerika Serikat (AS) disebut turut andil dalam serangan Israel ke Iran, yang menyasar Ibu Kota Teheran pada Sabtu (28/2/2026) pagi waktu setempat.
Informasi tersebut disampaikan pejabat AS dan sumber lain yang mengetahui operasi itu. Keduanya berbicara dengan syarat anonim karena menyangkut operasi militer sensitif. Kepulan asap membubung dari pusat kota.
Menurut laporan Associated Press, serangan tampaknya terjadi di dekat kantor Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Belum diketahui apakah Khamenei (86) berada di kantornya saat serangan berlangsung. Ia tidak terlihat di depan umum selama beberapa hari terakhir, di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.
Israel lalu menutup wilayah udara dan menyatakan keadaan darurat, untuk berjaga-jaga apabila Iran membalas dengan mengerahkan drone dan rudal.
Juru bicara militer Israel yang dikutip The Guardian mengatakan, gempuran ini adalah serangan pendahuluan untuk menghilangkan ancaman terhadap negara.
Serangan ke Iran terjadi ketika AS mengerahkan armada besar jet tempur dan kapal perang di kawasan tersebut, guna menekan Iran agar mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya. (ea)