Berkali-kali Kabur Usai Makan Tanpa Bayar, Wanita Berlutut Minta Tak Diviralkan
Kiki Novilia February 28, 2026 06:19 PM

Tribunlampung.co.id, Jakarta - Nani Sutra Sitorus (38) bersujud meminta maaf setelah berkali-kali enggan membayar makanan dan tarif ojek online di kawasan Jakarta. 

Nani akhirnya ditangkap oleh petugas Satgas Pelayanan, Pengawasan, dan Pengendalian Sosial (P3S) Suku Dinas Sosial (Sudinsos) Jakarta Pusat dengan bantuan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di restoran cepat saji wilayah Hayam Wuruk, Gambir, Jakarta Pusat, pada Kamis (26/2/2026).

Video penangkapan Nani pun viral di media sosial pada Jumat (27/2/2026). Salah satu yang mengunggahnya adalah akun Instagram @jabodetabek24info. 

"Minta maaf saya Pak, saya tahu semua itu enggak boleh," kata Nani sambil menelungkupkan tangan dan menurunkan tubuhnya ke lantai untuk bersujud, dikutip Kompas pada Sabtu (28/2/2026).

Petugas kemudian memintanya untuk berdiri, namun Nani meminta agar dirinya tidak diviralkan.

Baca juga: Modus Pesan Makanan Online, Pelaku Bayar Pakai Surat dan Curhat Hidup Menderita

"Pak, jangan diviralkan ya Pak," katanya.

Saat dimintai keterangan, petugas sempat menyoroti ketiadaan kartu tanda penduduk (KTP) yang bersangkutan dan memintanya bersikap kooperatif selama proses pemeriksaan.

Ketika ditangkap, Nani mengenakan sweter biru berkapucon (kupluk) dan kacamata, serta membawa tas selempang.

Penjelasan Satpol PP

Kepala Satpol PP Gambir Diana Ilham Mukim mengatakan, Nani diamankan di restoran cepat saji wilayah Hayam Wuruk usai mengambil makanan pengunjung. Pihak restoran melapor ke Satgas P3S Sudinsos Jakarta Pusat.

"Lalu P3S mendatangi lokasi karena mendapat laporan ibu itu mengambil makanan pengunjung," ujar Ilham. 

"Karena orang P3S tidak membawa kendaraan operasional, hanya menggunakan motor, akhirnya dibawa ramai-ramai ke Kelurahan Kebon Kelapa," sambungnya.

Nani sebelumnya sering mendapat aduan warga karena perilakunya yang meresahkan, termasuk sering naik ojek atau makan di restoran tanpa membayar.

"Jadi pihak Kasatpel Sosial Gambir mendapatkan aduan warga masyarakat, termasuk dari Bimas, Babinsa Kelurahan Kebon Kelapa, berikut PPSU," tutur Ilham.

"Si ibu tersebut, bahwa yang bersangkutan sering datang ke situ, naik ojek, naik motor enggak bayar, kemudian kadang makan di McD (McDonald's) enggak bayar," imbuh dia.

Perilaku agresif

Di kantor Kelurahan Kebon Kelapa, Nani diinterogasi oleh petugas P3S dan Satpol PP. Namun, jawaban dari Nani berbelit-belit.

"Si Ibu itu setiap ditanya susah, ini begini, ngalor-ngidul enggak nyambung lah kasarnya kan. Akhirnya anggota saya, bertanya kepada si Ibu, kepada si Ibu itu pertanyaannya, 'Katanya Ibu kooperatif?'" jelas Ilham.

"Dalam Instagram kan ada tuh, 'Kan kalau Ibu kooperatif, tolong tunjukkan KTP-nya biar nanti kami antarkan ke keluarga Ibu sesuai dengan domisili KTP Ibu,' begitu. Hanya itu pertanyaan dari anggota saya," lanjut dia.

Setelah itu, pihak P3S melakukan pengamatan. Berdasarkan pengamatan dari interogasi yang dilakukan, terindikasi Nina berperilaku agresif.

"Kemudian, yang bersangkutan dibawa ke Rumah Sakit Khusus Duren Sawit. Karena terindikasi si ibu tersebut terlalu agresif atau membahayakan lah," tutur Nina.

"Agresifnya ya mungkin membahayakan, terus kalau ngomong enggak nyambung kayak ODGJ," tambah dia.

Dirujuk ke RSKD Duren Sawit

Terpisah, Kepala Sudinsos Jakarta Pusat Agus Aripianto membenarkan perempuan tersebut telah diserahkan untuk dilakukan asesmen.

Agus mengatakan, berdasarkan hasil asesmen awal, perempuan tersebut menunjukkan indikasi gangguan kejiwaan sehingga dirujuk ke RSKD Duren Sawit.

"Karena ini ada indikasi gangguan jiwa, jadi kami rujuk ke RSKD Duren Sawit gitu. Karena RSKD itu kan ada fokus-fokus terkait dengan kesehatan mental dan lain-lain. Untuk sementara sekarang mereka sudah serah terima di RSKD," jelasnya Agus saat dihubungi Kompas.com, Jumat.

Agus menambahkan, dugaan tersebut masih bersifat indikatif dan menunggu hasil pemeriksaan medis lebih lanjut.

"Itu nanti intinya kan dari pihak medis ya. Tetapi kecenderungannya karena beliau meresahkan, mengganggu masyarakat, ya akhirnya kami tangani. Karena untuk ukuran orang normal kan harusnya tidak seperti itu," kata Agus

"Maka kami duga ini ada kaitan keterkaitan dengan masalah mental. Makanya kita rujuk ke RSKD Duren Sawit. Tapi bukan berarti saya memvonis dia mental ya, tapi indikasi yang dilakukan kan seperti itu," tegasnya.

Aksi serupa di Jakarta Barat

Sebagai informasi, penangkapan atas Nani dilakukan selang beberapa hari setelah dia tidak membayar makan di sebuah warung makan di Jalan Srengseng Raya, Kembangan, Jakarta Barat, Minggu (22/2/2026).

Zahra (22), penjaga warung makan tersebut, menceritakan peristiwa bermula ketika pelaku berteduh di warungnya saat hujan turun deras.

"Awalnya kan hujan, di depan itu bangkunya saya miringin karena hujan biar enggak kena air. Terus tiba-tiba ada bunyi 'gubrak' gitu kan. Saya lihat apa sih, ternyata tiba-tiba dia duduk di situ," kata Zahra saat ditemui Kompas.com di lokasi, Selasa (24/2/2026).

Zahra mengira perempuan itu hanya berteduh sambil menunggu angkutan umum.

Namun, ketika hujan semakin deras, perempuan tersebut masuk ke dalam warung dan menunjuk rentengan kopi sachet tanpa berbicara.

"Dia nunjuk ke itu kopi, tapi dia nunjuk doang, enggak ngomong, ya udah saya bikinin. Pas saya lagi bikinin, ternyata dia ngambil jajanan juga. Tapi dia enggak ngomong ke saya," ucap Zahra.

Setelah menghabiskan makanan dan minuman, perempuan itu pergi tanpa membayar dan mencoba menaiki angkutan umum.

"Saya kejar kan, 'Mba, Mba, belum bayar saya', kata saya gitu. Terus dia bilang gini, 'Enggak, apa sih? Apa sih? Saya cuma minta, saya cuma minta', gitu," ujarnya.

Perempuan itu tetap bersikeras tidak mau membayar dengan alasan hanya meminta, bukan membeli.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.