Warga Tana Lia di Tana Tidung Akhirnya Nikmati Air Bersih dari PDAM: Terima Kasih Bapak Bupati
Junisah February 28, 2026 08:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Menjelang usia ke-19 tahun Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara ( Kaltara ), masyarakat di Kecamatan Tana Lia akhirnya mulai merasakan aliran air bersih dari PDAM Tirta Sungoi Sesayap.

Diketahui Kabupaten Tana Tidung merupakan daerah pemekaran dari Kabupaten Bulungan yang secara otonom dan disahkan pada tanggal 10 Juli 2007.

Kemudian peringatan hari ulang tahun Kabupaten Tana Tidung dirayakan setiap tanggal 10 Agustus setiap tahunnya dengan ditandai pelaksanaan rapat paripurna istimewa.

Yang mana di tahun 2026 ini daerah dengan sebutan Bumi Upun Taka ini akan resmi menginjak usia ke 19 tahun.

Baca juga: Jelang 19 Tahun Terbentuknya Tana Tidung, Air PDAM Akhirnya Aliri 126 Rumah di Tanah Merah Barat

Selama hampir dua dekade berdirinya kabupaten ini, sebagian warga di wilayah tersebut masih mengandalkan sumur bor hingga menampung air hujan untuk kebutuhan sehari-hari.

Masuknya jaringan PDAM ke wilayah Tana Lia menjadi salah satu tonggak pemerataan layanan dasar di Kabupaten Tana Tidung menjelang usia dua dekade berdiri.

Kepala Desa Tanah Merah Barat, Radi Putra, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah atas terealisasinya pembangunan jaringan PDAM di wilayahnya.

“Tentunya kami ucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Bupati, yang mana pembangunan PDAM Tirta Sungoi Sesayap di Kecamatan Tana Lia ini sangat membantu masyarakat, khususnya di Desa Tanah Merah Barat,” ujarnya.

Ia mengakui, persoalan dasar di wilayah Tana Lia selama ini masih berkutat pada kebutuhan listrik, gas, dan air bersih.

Baca juga: Cerita Ketua RT 14 Gunung Amal Nikmati Air PDAM Tarakan, Warga Selama Ini Pakai Air Sumur dan Hujan 

“Memang yang jadi PR kami di Tana Lia ini yaitu masalah listrik, gas, dan tentunya PDAM untuk air bersih itu,” katanya.

Pada 2025 lalu, tercatat sebanyak 126 rumah di Desa Tanah Merah Barat telah teraliri air bersih dari PDAM. Respon masyarakat pun disebut sangat positif.

“Di tahun 2025 ada 126 rumah yang sudah teraliri air bersih dari PDAM, respon masyarakat Alhamdulillah sangat senang dan terbantu dengan adanya PDAM ini,” jelasnya.

Menurutnya, sebelum adanya PDAM, warga hanya mengandalkan sumur bor dengan kualitas air yang tidak selalu stabil.

“Selama ini kami cuma mengandalkan sumur bor. Ada yang airnya bersih, tapi ada juga yang kurang bagus. Kadang berminyak, kadang keruh, jadi butuh waktu lagi untuk menjernihkan,” ungkapnya.

Berbeda dengan air PDAM yang dinilai lebih terjamin kualitasnya karena melalui proses penyaringan.

“Kalau dari PDAM ini kan sudah pasti bersih karena ada proses penyaringan,” tambahnya.

Sejak mulai dioperasikan pada akhir 2025, ia menyebut belum ada kendala berarti dalam pendistribusian air.

“Sementara ini sejak air PDAM dioperasikan akhir 2025 kemarin belum ada kendala, lancar saja ngalirnya, bersih juga,” katanya.

Meski demikian, masih ada sebagian warga yang menunggu giliran pemasangan sambungan rumah. Ia berharap seluruhnya dapat terealisasi tahun ini.

“Masyarakat yang belum dapat pemasangan masih menunggu kelanjutan. Tapi sudah disampaikan Bapak Bupati, diusahakan insya Allah tahun ini sudah terpasang semua,” tuturnya.

Nikamti Air Bersih di KTT 28022026.jpg
NIKMATI AIR BERSIH - Air bersih PDAM Tirta Sungoi Sesayap pertama kali mengalir di Desa Tanah Merah Barat, Kecamatan Tana Lia, Kabupaten Tana Tidung, Kaltara, gambar diambil Jumat (26/12/2025). Masyarakat kini bisa nikmati air bersih sejak 19 tahun KTT berdiri.

Hal senada disampaikan salah seorang warga Desa Tanah Merah Barat, Sabriansyah. Ia mengaku kehadiran PDAM sangat membantu kebutuhan rumah tangga.

“Tentu sangat membantu, karena kesulitan kita di sini salah satunya masalah air bersih. Dengan adanya PDAM ini masyarakat terbantu untuk kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Menurutnya, air merupakan kebutuhan utama yang tidak tergantikan dalam aktivitas harian.

“Semua kebutuhan mulai dari mandi, cuci, masak, semua pakai air. Jadi ini kebutuhan utama,” katanya.

Ia menambahkan, kini warga tidak perlu lagi menunggu air hujan untuk mendapatkan pasokan air bersih seperti sebelumnya.

“Sekarang lebih enak karena sudah sampai ke rumah. Tidak perlu lagi susah, dulu malah kadang tunggu air hujan baru ada air,” ungkapnya.

Dari segi kualitas, air PDAM dinilai lebih jernih dibandingkan air sumur bor yang sebelumnya digunakan.

“Airnya ini bersih, jernih. Daripada sebelumnya dari sumur bor kadang kuning airnya,” katanya.

Meski selama menggunakan sumur bor tidak sampai menimbulkan gangguan kesehatan, ia mengakui kualitasnya memang kurang baik.

“Memang tidak pernah sampai gatal-gatal, mungkin karena sudah terbiasa. Tapi kualitas airnya memang kurang bagus,” pungkasnya.

(*)

Penulis : Rismayanti

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.