Israel Ketar-ketir Seusai Luncurkan Rudal ke Teheran, Khawatir Balasan Iran
Noval Andriansyah February 28, 2026 06:19 PM

Tribunlampung.co.id, Iran - Israel mengumumkan keadaan darurat, padahal militer mereka baru saja meluncurkan sejumlah rudal ke kota Teheran, Iran, hingga membuat ledakan besar.

Ledakan besar terdengar di pusat kota Tehran setelah Israel mengumumkan serangan rudal terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026) dini hari.

Israel khawatir atas balasan Iran. Untuk itu, militer Israel pun mengumumkan keadaan darurat dan penutupan ruang udara.

Rudal adalah senjata proyektil yang dapat meluncur sendiri dan diarahkan ke sasaran menggunakan sistem kendali tertentu. Penggunaan dan pengembangannya diatur ketat karena termasuk sistem persenjataan strategis.

Dikutip Tribunlampung.co.id dari Tribunnews.com, serangan ini memicu penutupan ruang udara Israel dan deklarasi keadaan darurat, di tengah kekhawatiran akan serangan balasan berupa rudal maupun drone dari Iran.

Baca juga: Ambang Perang Terbuka di Timur Tengah, Amerika Unggul dari Segi Militer Ketimbang Iran

Fars News Agency melaporkan sejumlah rudal menghantam kawasan University Street dan Jomhouri di Tehran.

Asap tebal terlihat membubung dari beberapa titik, menurut koresponden Al Jazeera di lapangan.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan serangan tersebut sebagai langkah pre-emptive.

“Negara Israel meluncurkan serangan pendahuluan terhadap Iran untuk menghapus ancaman terhadap negara Israel,” ujarnya.

Associated Press melaporkan bahwa salah satu lokasi serangan berada di dekat kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Israel menutup ruang udara dan menetapkan status darurat nasional, mengantisipasi kemungkinan serangan balasan dari Iran.

Militer Israel juga menyiagakan sistem pertahanan udara untuk menghadapi potensi serangan rudal maupun drone.

Serangan ini menandai eskalasi serius dalam ketegangan antara Israel dan Iran, menimbulkan kekhawatiran internasional akan meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah.

Serangan Balasan Iran

Situasi keamanan di Israel mencapai titik kritis pada Sabtu (28/2/2026). Serangkaian ledakan hebat dilaporkan mengguncang wilayah Utara hingga jantung metropolitan Tel Aviv, sesaat setelah militer Israel melancarkan serangan udara berskala besar ke sejumlah wilayah Iran.

Melansir laporan Al Jazeera, rentetan ledakan keras terdengar membelah langit utara Israel, khususnya di wilayah Haifa dan Safed.

Suara dentuman tersebut muncul tak lama setelah militer Israel mengumumkan aktivasi sistem pertahanan udara guna menghalau serangan balasan yang masuk.

Hingga kini, otoritas resmi Israel belum mengonfirmasi penyebab pasti rentetan ledakan di wilayah Utara tersebut.

Namun, kuat dugaan ledakan bersumber dari aktivitas masif sistem pertahanan Iron Dome yang bekerja keras mencegat proyektil dari arah perbatasan.

Sementara itu, kondisi jauh lebih mencekam dilaporkan terjadi di Holon, kota di Distrik Tengah yang merupakan bagian dari wilayah metropolitan Tel Aviv.

Sebuah ledakan hebat mengguncang kawasan pemukiman tersebut, yang diduga berasal dari hantaman langsung (direct hit) rudal balistik Iran atau jatuhnya serpihan besar hasil intersepsi di udara.

Armada Bus Hangus Terbakar

Dampak ledakan di Holon terekam jelas dalam sejumlah video yang beredar luas.

Asap hitam pekat membubung tinggi setelah sebuah area parkir yang berisi sejumlah armada bus terbakar hebat.

Laporan awal menyebutkan bahwa hantaman tersebut memicu kebakaran besar yang sulit dikendalikan.

Otoritas setempat belum merilis data resmi terkait jumlah korban jiwa, namun tim darurat telah dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api dan menyisir area terdampak di jantung ekonomi Israel tersebut.

Eskalasi Pascaserangan ke Iran

Ketegangan ini meletus setelah Israel bersama Amerika Serikat melancarkan serangan udara ke wilayah Iran beberapa jam sebelumnya.

Militer Israel menyatakan bahwa aktivasi sistem pertahanan udara dilakukan di seluruh lapisan—mulai dari Iron Dome hingga Arrow—untuk menjatuhkan rudal-rudal lawan sebelum mencapai target vital.

Kondisi saat ini membangkitkan trauma Perang 12 Hari pada tahun 2025.

Kala itu, Iran membalas serangan Israel dengan menghujani wilayah tersebut menggunakan ratusan rudal balistik dan lebih dari 1.000 drone tempur.

Warga diimbau untuk tetap berada di dalam ruang pelindung guna mengantisipasi gelombang serangan lanjutan yang diprediksi masih akan berlangsung.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.