SURYA.co.id TULUNGAGUNG - Pencuri kembali menyatroni toko ritel Alfamart di Jalan Pattimura, Desa Gedangsewu, Kecamatan Boyolangu pada Jumat (27/2/2026) kemarin.
Kejadian ini menambah daftar pembobolan menjadi 7 kasus sejak awal Januari 2026.
Kejadian di Alfamart Gedangsewu ini adalah yang kedua, setelah pada Januari lalu juga pernah dibobol pencuri.
Kapolsek Boyolangu, AKP Retno Pujiarsih membenarkan kejadian pembobolan ini.
“Kami menerima laporan kejadian ini pada Jumat pagi,” ujarnya pada Sabtu (28/2/2026).
Lanjutnya, pembobolan toko ritel ini diketahui sekitar pukul 06.30 WIB, saat pegawai akan membuka toko.
Baca juga: Kronologi Aziz Bergaun Panjang Dan Kerudung Bobol Brankas SPBU Di Surabaya, Demi Selingkuhan
Saat toko dibuka, kondisinya sudah berantakan, dan kondisi brankas yang ada di ruang gudang sudah rusak.
Uang Rp 24 juta yang ada di dalam brankas juga sudah hilang dibawa pencuri.
“Sebuah HP (handphone) yang dipakai operasional toko juga hilang dibawa pelaku,” sambung Retno.
Mantan Kapolsek Pakel ini juga mengakui, toko ini sebelumnya pernah dibobol pencuri pada Januari 2026.
Saat itu pelaku masuk dan mengambil barang-barang seperti rokok senilai Rp 33 juta.
Namun pada pencurian kedua ini, pelaku hanya mengambil uang tunai di dalam brankas, tanpa mengambil barang-barang lain.
Baca juga: Bobol Lima Sekolah Ponorogo, 3 Terduga Pelaku Pencurian Ditangkap Polisi di Madiun
“Kami sudah melakukan olah TKP bersama Unit INAFIS, juga meminta keterangan para saksi. Kami akan bekerja maksimal untuk mengungkap kasus ini,” ujar perwira perempuan dengan latar belakang reserse ini.
Retno mengingatkan pelaku usaha untuk meningkatkan pengamanan tempat usahanya.
Salah satunya mengantisipasi pemutusan arus listrik, yang mematikan sistem alarm dan kamera pengawas.
Pembobolan Alfamart Gedang sewu adalah kasus pencurian ke-7 pada toko ritel berjejaring di wilayah Kabupaten Tulungagung, dalam rentang Januari-Februari 2026.
Selama Januari 2026 ada 3 pencurian, diawali di Alfamart Gedangan, Desa Gedangan, Kecamatan Karangrejo dengan kerugian sekitar Rp 21 juta.
Kemudian Alfamart Gedangsewu, di Desa Gedangsewu, Kecamatan Boyolangu dengan kerugian Rp 33 juta.
Disusul Alfamart Ringinpitu, Desa Ringinpitu, Kecamatan Kedungwaru dengan kerugian Rp 14 juta
Sementara di Februari 2026, ada 4 kejadian, diawali Indomaret Jeli di perbatasan Kabupaten Kediri, Desa Jeli, Kecamatan Karangrejo, Minggu (1/2/2026) dengan kerugian sekitar Rp 3 juta
Saat itu pelaku tidak leluasa beraksi, karena sistem alarm berbunyi dan membuat pelaku panik.
Sistem alarm ini terhubung dengan HP milik pegawai sehingga kejadian ini bisa cepat direspons.
Kemudian Alfamart Ringinpitu kembali dibobol untuk kedua kali dengan cara menjebol tembok, Selasa (10/2/2026).
Pada kejadian kedua ini kerugian yang ditimbulkan mencapai lebih dari Rp 92 juta.
Sehari setelahnya, Rabu (11/2/2026) giliran Alfamart Kacangan, Desa Kacangan, Kecamatan Ngunut dibobol pencuri dengan kerugian sekitar Rp 14 juta.
Kejadian ke-7 ada di Alfamart Gedangsewu ini, pembobolan kedua dengan kerugian Rp 24 juta.
2 Toko Lainnya
Selain 7 toko ritel modern berjejaring, ada 2 pencurian di toko milik warga yang juga dibobol pencuri.
Sebuah Toko Stiker di Desa Bantengan, Kecamatan Bandung dibobol pencuri pada Senin (9/2/2026).
Saat itu pelaku merusak laci penyimpanan uang, dan mengambil uang tunai Rp 30 juta.
Personel Unit Resmob Macan Agung Satreskrim Polres Tulungagung menangkap terduga pelaku, DCS (23), pemuda asal Desa Watuagung, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Kamis (12/2/2026).
DCS merupakan residivis kasus pencurian yang pernah 2 kali masuk Lapas Trenggalek.
Kamis (26/2/2026), sebuah toko kelontong di Desa Serut, Kecamatan Boyolangu dibobol pencuri.
Pelaku menyasar laci tempat penyimpanan uang, dan membawa kabur Rp 100 juta