Maskapai penerbangan nasional Turki, Turkish Airlines, mengumumkan bahwa penerbangan ke Lebanon, Suriah, Irak, Iran, dan Yordania telah dibatalkan hingga 2 Maret 2026.
Hal ini terjadi karena penutupan beberapa wilayah udara Timur Tengah menyusul serangan gabungan Israel-AS terhadap Iran.
Mengutip Anadolu Agency, maskapai ini juga membatalkan penerbangan ke Qatar, Kuwait, Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Oman yang dijadwalkan pada 28 Februari 2026, kata wakil presiden senior bidang komunikasi perusahaan, Yahya Ustun, di media sosial AS, X.
Ustun mengatakan perkembangan wilayah udara dipantau secara real-time dan pembatalan tambahan mungkin terjadi.
Penumpang disarankan untuk memeriksa informasi penerbangan terbaru di situs web resmi maskapai.
Sementara itu, maskapai penerbangan berbiaya rendah Turki, Ajet, juga membatalkan penerbangan ke Iran, Irak, Suriah, dan Lebanon hingga 2 Maret, dan penerbangan ke Uni Emirat Arab untuk 28 Februari.
Penasihat Pers AJet, Mehmet Yesilkaya, mencatat bahwa situasi di kawasan tersebut sedang dipantau secara ketat dan pembatalan tambahan mungkin terjadi.
Pembatalan tersebut terjadi di tengah pembatasan penerbangan yang meluas menyusul serangan gabungan Israel-AS terhadap Iran.
Mengutip data dari Flightradar24, Sabtu (28/2/2026), Iran menutup seluruh wilayah udaranya setidaknya hingga pukul 12.00 UTC pada 28 Februari. Pesawat-pesawat yang sudah berada di udara terlihat berbalik arah atau mempercepat pendaratan untuk keluar dari zona tersebut.
Tak hanya Iran, beberapa negara lain juga mengambil langkah serupa. Hingga laporan terakhir, wilayah udara berikut ditutup sepenuhnya:
- Iran
- Irak
- Kuwait
- Bahrain
- Qatar
Wilayah udara Yordania dan Israel juga dilaporkan nyaris kosong, dengan hanya beberapa penerbangan tersisa yang mendarat atau mengubah rute untuk keluar dari area terdampak.







