Evakuasi Jasad Korban Diterkam Harimau di Musi Rawas Berjalan Dramatis dan Mendebarkan
tarso romli February 28, 2026 09:27 PM

 

 


SRIPOKU.COM, MUSI RAWAS -- Proses evakuasi jenazah Sahanan (45) warga Dusun  IV Desa Bati Gane Kecamatan Selangit Kabupaten Musi Rawas  yang diterkam Harimau berlangsung dramatis.

Warga yang datang ke lokasi sempat was-was dan khawatir saat mencoba mengevakuasi jenazah korban dari dalam hutan TNKS (Taman Nasional Kerinci Seblat). 

Mereka khawatir, saat hendak melakukan evakuasi, binatang buas tersebut kembali dan menyerang warga yang saat itu tanpa persiapan apapun secara tiba-tiba. 

Hal itu diungkapkan Kakak Korban bernama Herman saat dibincangi Sripoku.com, pada Sabtu (28/2/2026) sore di rumah duka di Dusun IV Desa Batu Gane Kecamatan Selangit, Musi Rawas. 

Diceritakan Herman, bahwa sebelum kejadian, korban sempat pamit untuk mencari ikan di Sungai Bal di Dusun Sri Pengantin Desa Pasenen Kecamatan STL Ulu Terawas, Musi Rawas pada Jumat (27/2/2026) pagi. 

Namun, biasanya antara pukul 16.00 Wib sampai pukul 17.00 Wib sore, korban sudah pulang ke dusun untuk menjual ikan hasil buruannya. 

Namun, saat itu hingga magrib korban belum juga pulang ke rumah. Pihak keluarga yang khawatir bersama warga berinisiatif mencari korban dengan menyelusuri aliran Sungai Bal.

Karena khawatir, dia bersama warga lainnya berangkat dari rumah mencoba mencari korban disekitaran Sungai Bal di Dusun Sri Pengantin.

Sebagian warga berangkat menuju lokasi, ada yang mengendarai sepeda motor dan ada yang berjalan kaki.

Namun, karena jalan yang tidak memungkinkan, maka sepeda motor tak sampai ke lokasi.

Pencarian sendiri diawali dengan beberapa warga lebih dulu masuk ke dalam hutan dengan menyisiri jalan. Namun, saat itu warga yang menemukan petunjuk keberadaan korban.

Namun, saat warga kembali ke arah jalan belakang, baru ada warga menemukan kaca mata dan jala milik korban, serta ceceran darah yang lumayan banyak.

Mendapati petunjuk itu, kemudian beberapa warga lainnya menyusul hingga ke tepian Sungai Bal. Di lokasi itu memang terdapat banyak bekas darah yang berceceran.

Setelah yakin dengan petunjuk awal itu, dia menginstruksikan warga lainnya agar bersiap-siap dan waspada, karena akan memasuki wilayah Hutan TNKS.

Bahkan, saat hendak masuk, warga melihat banyak jejak kaki Harimau dan juga darah dan bekas atau jejak Harimau menyeret tubuh korban.

Selanjutnya, warga pun mencoba mencari korban. Namun, dari arah semak belukar bambu terlihat seperti jalan berbentuk terowongan dengan jarak sekitar 8 meter dari lokasi penemuan jala dan kacamata korban.

"Jalan itu bentuknya seperti torowongan, jadi kami masuknya saja harus merangkak. Nah di bagian dalamnya ada semak yang sudah ambruk mungkin luasnya sekitar 1 meter," katanya.

Di lokasi itulah, sang kakak menemukan kepala korban. Hanya saja, saat itu dia tak menyadari jika itu adalah kepala sang adik, dan menendangnya dengan pelan menggunakan kakinya.

"Sempat saya senggol pelan pakai kaki, karena awalnya tidak menyangka itu kepala. Kemudian saya angkat, baru tahu kepala," ucapnya.

Saat pertama kali ditemukan, kondisi kepala korban sangat mengenaskan, dimana rambutnya habis dan wajahnya juga habis jadi tinggal tengkorak saja.

Setelah mendapati kepala korban, dia kembali mencari bagian tubuh lainnya menggunakan senter. Dengan jarak sekitar 2 meter, dia melihat tempat ikan milik adiknya tersebut.

"Didalamnya juga masih terdapat ikan sekitar 20 ekor," ungkapnya.

Kemudian, dia kembali mencari dengan menggunakan senter ke bagian depan, hingga akhirnya terlihat tubuh korban yang sudah dalam kondisi mengenaskan.

"Posisi tubuh saat pertama kami temukan, posisinya telentang dengan posisi tangan kanan keatas dan tangan kiri di dada," ucapnya.

"Saya sempat angkat tangan kirinya, kemudian putus karena dagingnya sudah habis di bagian lengan atas. Kalau tangan yang kanan masih utuh," imbuhnya.

Karena jalannya susah dan sempit, warga juga sempat kebingungan untuk membawa tubuh korban keluar dari Hutan itu. Terlebih saat itu, warga juga dibayangi rasa takut dan khawatir Harimau itu kembali.

"Akhirnya, sebagian warga berinisiatif membuka jalan dan tubuh korban berhasil dibawa keluar dari hutan," jelasnya.

Setelah mayat korban sampai ke tepi Sungai Bal. Warga kembali kebingungan untuk membawa jenazah korban dari lokasi.

Mengingat, medan yang sulit dan terjal karena harus melewati batu-batu besar.

Awalnya, untuk mengevakuasi jenazah korban hendak digendong, tapi karena medannya sulit sehingga tidak jadi. Hingga akhirnya jenazah korban dipikul 2 orang pakai kayu.

"Jadi akhirnya, jenazah korban kami masukan ke kain dan kami pikul 2 orang pakai kayu," ucapnya.

Meski telah menemukan jenazah korban, namun saat itu kekhawatiran warga belum sepenuhnya hilang.

Sampai akhirnya, selama proses evakuasi, warga saling menjaga satu sama lainnya.

"Termasuk waktu kami membawa jenazah korban, jadi banyak warga ngiring di sisi kanan dan kiri serta depan dan belakang. Jadi posisi jenazah di tengah," ungkapnya.

Untuk keluar dari lokasi tersebut hingga sampai ke rumah duka, warga harus berjalan kaki selama kurang lebih 3 jam perjalanan.

Kemudian sekira pukul 04.00 Wib pagi, jenazah sampai ke rumah duka. 

Baca juga: Jembatan Kayu Nyaris Roboh, Polres Muba Hadir Bangun Akses Baru di Bayung Lencir

Baca juga: Kepala Terpisah, Kondisi Pencari Ikan di Musi Rawas Ditemukan Tewas Diterkam Harimau

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.