TRIBUNBEKASI.COM, CIKARANG- Demi bisa menghemat waktu perjalanan, ratusan pemotor rela berbagai jalan dengan hewan ternah saat melewati Terowongan Sapi di Desa Pasirtanjung, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi.
Meski akses jalan cukup curam, gelap hingga belum diaspal, namun Terowongan Sapi menadi favorit para pemotor.
Para pemotor bisa menghemat waktu hingga 30 menit bila melewati terowongan yang berada tepat di bawah Tol Jakarta-Cikampek ini.
Jalur ini bisa menghubungkan Jalan Inspeksi Kalimalang dengan kawasan Deltamas hingga Desa Sukamahi.
Jalur ini menjadi laternatif jalan menuju Kompleks Pemkab Bekasi, AEON Mall, atau kawasan industri Greenland International Industrial Center (GIIC).
Dengan melwati jalur ini, para pengendara sepeda motor bisa memangkas waktu tempuh hingga 30 menit kala di kawasan Tegal Danas tengah terjadi kemacetan.
Jalan ini diberinama Terowongan Sapi karena dahulu lorong beton di bawah Tol Jakarta-Cikampek ini merupakan akses utama bagi warga untuk menggiring ternak biasanya sapi atau kambing menuju lahan penggembalaan.
Lahan penggembalaan itu biasanya berada di pinggir jalan tol yang banyak ditumbuhi rerumputan segar.
Meski jada jalanan favorit pemotor, namun Terowongan Sapi ini bukanlah jalan yang ramah bagi pemotor.
Permukaan terowongan masih berupa tanah merah berbukit dengan kerikil tajam, cukup untuk dua motor beriringan.
Pencahayaan sangat minim, hanya dari kedua ujung, sehingga bagian tengah gelap dan lembap. Dinding beton terlihat kusam dengan bekas aliran air dan coretan grafiti.
Selain itu, jalur ini juga digunakan penggembala untuk menggiring sapi dan kambing dari lahan berbukit di sisi terowongan.
Sunata (40), pedagang bakso keliling, mengaku hampir setiap hari melintasi terowongan untuk mempercepat perjalanan.
“Kalau mau ke Mall AEON paling 5 menit, ke Pemda paling 20 menit. Kalau muter lewat Tegal Danas bisa hampir satu jam saat macet,” ujarnya, Sabtu (28/2/2026) dikutip dari kompas.com
Rusin (33) menyebut jalur ini menghemat waktu setengah jam dibanding jalan utama. Namun, saat hujan, tanah licin memaksa pengendara memilih jalur resmi.
Beberapa pengendara memberikan uang seikhlasnya kepada penjaga tidak resmi di lokasi. Dana tersebut digunakan untuk memperbaiki bagian jalan yang rusak atau licin.