TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG – Sorotan terhadap anak-anak sekolah di Desa Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten KutaI Kartanegara, Kalimantan Timur, yang setiap hari menyeberangi sungai menggunakan kereta gantung katrol sederhana mendapat respons langsung dari Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri.
Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara atau Pemkab Kukar memastikan persoalan akses pendidikan tersebut tidak diabaikan dan segera ditindaklanjuti melalui langkah konkret di lapangan.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan camat setempat untuk memetakan kebutuhan infrastruktur yang diperlukan.
Termasuk kemungkinan pembangunan jembatan atau sarana transportasi yang lebih aman bagi siswa.
Baca juga: Bertaruh Nyawa demi Sekolah, Siswa Santan Ulu di Kukar Seberangi Sungai Pakai Katrol
“Terkait kondisi anak-anak sekolah di Santan Ulu, Marangkayu, kami sudah berkoordinasi dengan camat setempat. Memang ada kebutuhan pembangunan sarana transportasi atau jembatan di sana,” ujarnya, Minggu (1/3/2026).
Selama ini, kereta gantung katrol yang dibangun secara swadaya warga menjadi satu-satunya akses bagi siswa menuju SD 021 dan SD 024.
Sarana tersebut ditarik secara manual dan digunakan bergantian setiap hari sekolah.
Kondisi itu dinilai memiliki risiko keselamatan yang tinggi, terutama karena anak-anak harus melintasi sungai demi mendapatkan hak pendidikan mereka.
Baca juga: Kisah Anak Dusun Damai Marangkayu Kukar Sebrangi Sungai Pakai Kereta Gantung Demi Sekolah
Aulia Rahman Basri juga memastikan bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam.
Tim teknis telah diturunkan untuk melakukan mitigasi serta kajian lapangan guna menentukan solusi yang paling tepat.
“Kami sudah menurunkan tim untuk melakukan mitigasi dan memastikan langkah yang paling tepat. Mengingat kondisi anggaran saat ini, tentu setiap program harus tepat sasaran. Namun persoalan ini sudah masuk dalam monitoring kami dan akan segera ditindaklanjuti,” tandasnya.
Langkah ini menjadi sinyal bahwa akses pendidikan di wilayah pesisir dan pedalaman Kutai Kartanegara menjadi perhatian serius pemerintah daerah, terutama yang berkaitan dengan faktor keselamatan anak-anak sekolah. (*)