SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sumatera Selatan (Sumsel) kembali menambah kekuatan politiknya.
Sejumlah kader dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memilih bergabung dengan PDI Perjuangan Sumsel.
Kader yang menyatakan diri bergabung adalah Thamrin, yang sebelumnya menjabat Ketua PSI Musi Rawas (Mura).
Kemudian, Chandra Saputra yang merupakan Sekretaris PSI Musi Banyuasin (Muba), serta Zairul selaku pengurus PSI Muba.
Bergabungnya eks kader PSI itu diterima langsung Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumsel Ilyas Panji Alam, Wakil Sekretaris Bidang Program Beni Hernedi, Wakil Ketua Bidang Politik Susanto Adjis, serta jajaran pengurus PDIP Sumsel lainnya.
Baca juga: Siap-siap Kena Sanksi, Kader PDIP Sumsel Diultimatum Jangan Manfaatkan MBG untuk Bisnis Pribadi
Wakil Ketua Bidang Politik PDI Perjuangan Sumsel, Susanto Adjis, mengatakan, bergabungnya tokoh-tokoh eks kader PSI tersebut, menjadi bukti bahwa PDI Perjuangan terbuka bagi siapa saja, yang memiliki komitmen memperjuangkan kepentingan rakyat.
“Dengan bergabungnya pak Thamrin, Chandra, dan Pak Zairul, ini tentu menginspirasi banyak pihak untuk membuka pemikiran dan bersama-sama berjuang di PDI Perjuangan Sumsel. Banyak agenda ke depan, tidak hanya agenda politik, tetapi juga agenda kemaslahatan rakyat,” katanya dikantor DPD PDI Perjuangan Sumsel.
Ia menambahkan, kehadiran kader baru menjadi tambahan amunisi sekaligus meningkatkan kepercayaan diri partai dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat.
“Setelah ini mereka akan mendapatkan KTA PDI Perjuangan dan mengikuti kaderisasi tingkat pratama, agar memahami arah perjuangan serta ideologi partai. Di PDI Perjuangan ini adalah misi, bukan sekadar profesi,” tegasnya.
Wakil Sekretaris Bidang Program Beni Hernedi menambahkan, bahwa PDI Perjuangan Sumsel, membuka diri bagi seluruh elemen masyarakat yang memiliki komitmen terhadap rakyat.
Baca juga: Devi Suhartoni Robohkan Pagar Sekretariat DPD PDIP Sumsel di Palembang, Alasannya Sungguh Luar Biasa
“Kami ingin menyampaikan kepada publik bahwa PDI Perjuangan Sumsel menerima dengan terbuka, bergabungnya tokoh-tokoh baru. Ini adalah dinamika politik yang sehat dan bentuk kepercayaan terhadap PDIP,” ucapnya.
Dilanjutkannya, PDI Perjuangan tidak semata membangun politik elektoral, tetapi juga mengedepankan ideologi keberpihakan kepada rakyat kecil.
“PDI Perjuangan adalah rumah perjuangan yang konsisten, bukan kendaraan politik sesaat. Kami juga tetap menghormati partai politik lain,” tambahnya.
Sementara,Thamrin menyatakan telah resmi mengundurkan diri dari jabatannya di PSI Musi Rawas sebelum memutuskan bergabung ke PDI Perjuangan.
Ia mengaku siap memperjuangkan PDI Perjuangan menjadi pemenang pada kontestasi politik mendatang.
“Ke depan kita harus lebih giat lagi, terutama di daerah-daerah yang masih lemah dan perlu penguatan kaderisasi. Kita ingin PDIP lebih besar dari sebelumnya. PDIP adalah partai perjuangan rakyat,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Chandra Saputra.
Ia mengungkapkan pilihannya bergabung ke PDI Perjuangan dilandasi keyakinan terhadap visi dan misi partai yang dinilai jelas berpihak kepada rakyat kecil.
“Saya mempelajari politik dan partai. Saya berpikir PDI Perjuangan, adalah tempat yang tepat untuk belajar, terutama bagi generasi muda. PDIP sudah lama berdiri dan konsisten membela rakyat kecil,” tandasnya.
Dengan bergabungnya sejumlah kader tersebut, PDI Perjuangan Sumsel optimistis, dapat semakin memperkuat struktur organisasi serta memperluas basis dukungan menjelang agenda politik ke depan.