Dari Lapangan Bakti, Anak-anak Toraja Utara Merajut Mimpi Jadi Pebola Profesional
Imam Wahyudi March 01, 2026 06:47 PM

TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Sabtu (28/2/2026) sore, di Lapangan Bakti, Kota Rantepao.

Suara peluit memecah udara pegunungan Toraja Utara, Sulawesi Selatan. 

Puluhan anak-anak mengejar, menendang, dan mengoper bola.

Mereka siswa Sekolah Sepak Bola (SSB) Bintang Toraja Junior (BTJ), yang sedang menumbuhkan mimpi-mimpi kecil menjadi harapan besar.

Pelatih SSB Bintang Toraja Junior, Timotius, mengatakan pembinaan sudah berjalan sejak 2012.

Namun sempat terhenti saat pandemi Covid-19 dan kembali aktif hingga sekarang.

"Latihan rutin tiga kali seminggu, setiap Selasa, Kamis dan Sabtu. Kalau ada kegiatan di lapangan ini, kami cari tempat lain untuk tetap latihan," ujarnya, disela melatih, Sabtu (28/2/2026). 

Timotius menjelaskan, peserta yang tergabung berasal dari berbagai sekolah formal. 

Pagi hari mereka tetap mengikuti kegiatan belajar di sekolah masing-masing, kemudian sore hari menjalani latihan sepak bola.

Menurutnya, hal utama yang ditekankan dalam pembinaan bukan hanya teknik bermain bola, tetapi juga kedisiplinan.

"Yang paling utama adalah disiplin. Datang tepat waktu, pakai atribut lengkap, dan di rumah juga harus disiplin, tidur cukup," jelasnya.

Saat ini, SSB Bintang Toraja Junior menargetkan mengikuti Liga AFC tingkat Sulawesi Selatan untuk kategori umur 12 tahun. 

Kompetisi tersebut rencananya digelar di Kabupaten Luwu pada Mei 2026 mendatang.

Salah satu kelompok usia yang menonjol adalah kategori umur 10 tahun. 

Tim ini beberapa kali meraih prestasi, di antaranya juara satu di Palopo dan Luwu Timur, juara dua di Padang Sappa, serta juara satu di Kandoa Kabupaten Luwu.

Kini para pemain yang sebelumnya tampil di kategori U-10 telah naik ke kategori U-11 pada tahun 2026.

SSB Bintang Toraja Junior berharap pembinaan berkelanjutan ini dapat melahirkan pemain-pemain berbakat dari Toraja yang mampu bersaing di tingkat provinsi hingga nasional.

Salah satu pemain, Fatan Al Fariski, mengaku sudah beberapa kali mengikuti turnamen dan tetap semangat berlatih meski di bulan Ramadan.

"Tidak pengaruh, walau puasa, tetap juga semangat latihan," ungkapnya. 

"Cita-cita mau jadi pemain bola," tambahnya.(*)

Di Toraja Utara memang belum ada stadion sepak bola.

Lapangan bola layak pun bisa dihitung jari.

Tak heran jika kabupaten termuda di Sulawesi Selatan ini tak memiliki klub sepak bola peserta liga resmi PSSI.

Namun, dari tanah lapang sederhana di jantung Rantepao, mimpi-mimpi masa depan sepak bola Toraja Utara sedang ditendang tinggi, setinggi keyakinan para pelatih dan anak-anak yang tak pernah lelah berlari.(*)
 
 
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.