Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA- Guru Besar HI UGM, Nur Rachmat Yuliantoro menyebut serangan Amerika Serikat dan Israel kepada Iran merupakan unlawful attack. Tindakan Amerika Serikat dan Israel jelas melanggar hukum internasional, khususnya dalam konteks kedaulatan negara.
"Balasan Iran terhadap Israel dan negara-negara Arab yang menjadi tempat basis pasukan AS telah membuat situasi perang kawasan dengan dampak yang sangat luas," katanya, Minggu (1/3/2026).
Menurut dia, serangan Israel dan AS memberikan sentimen negatif yang semakin besar kepada dua negara itu sendiri.
"Dunia internasional lagi-lagi menyaksikan kepongahan AS dan Israel. Alih-alih membuat kawasan menjadi lebih aman, seperti yang mereka klaim, menyerang Iran hanya akan memberikan sentimen negatif yang semakin besar kepada mereka. Board of Peace, yang digagas Trump, menjadi sesuatu yang ironis, kehilangan relevansi, kredibilitas, dan legitimasinya," terangnya.
Tindakan Israel dan AS ke Iran juga berpotensi memunculkan kerugian ekonomi yang sangat besar. Kerugian ekonomi tidak hanya dirasakan AS dan Israel, tapi juga banyak negara yang memerlukan energi minyak.
Penutupan Selat Hormuz oleh Iran akan menghentikan lalu lintas perdagangan 20 persen minyak dunia. Tekanan inflasi yang akan mengikuti bisa membuat situasi menjadi bertambah parah.
Ia menambahkan kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei justru akan membuat situasi lebih runyam. Kematian Khamenei akan mengobarkan semangat tempur yang lebih besar dari pihak Iran.
"Dalam situasi ini, perang mungkin akan berkepanjangan. Hal yang kita tidak inginkan adalah apabila AS dan Israel menggunakan senjata nuklir to annihilate atau menghancurkan sehancur-hancurnya Iran," pungkasnya. (maw)