TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Iran Masoud Pezeshkian, menyatakan bahwa serangan Amerika Serikat dan Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, merupakan deklarasi perang terbuka terhadap umat Muslim, khususnya Syiah.
Dilansir dari Aljazeera, Pezeshkian menyebut peristiwa tersebut sebagai tragedi besar yang mengguncang dunia Islam.
“Peristiwa tragis ini adalah ujian terbesar yang dihadapi dunia Islam saat ini,” tulis Pezeshkian dalam pernyataan belasungkawanya atas wafatnya Khamenei, dikutip Minggu (1/3/2026).
Pezeshkian menganggap, serangan tersebut tidak hanya ditujukan kepada Iran sebagai sebuah negara, tetapi juga sebagai serangan terhadap simbol dan kepemimpinan umat Islam, terutama kalangan Syiah.
Sebelumnya, media pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan berkelanjutan oleh Amerika Serikat (AS)-Israel di negara tersebut.
Baca juga: IRGC Bersiap Luncurkan Serangan Terkuat Balas AS-Israel, Iran Punya Rudal Balistik Apa Saja?
Selain itu, putri Khamenei, menantunya, dan cucunya turut tewas dalam serangan AS-Israel.
Media pemerintah Iran juga menyatakan, serangan terhadap sebuah sekolah di Iran selatan telah menewaskan sedikitnya 108 orang, dan sedikitnya 201 orang tewas di 24 provinsi.
Diketahui, Israel melancarkan serangan udara terhadap wilayah Iran pada Sabtu (28/2) waktu setempat. Dua suara ledakan dilaporkan terdengar di area Teheran, ibu kota Iran, pada Sabtu (28/2) pagi waktu setempat.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei telah tewas.
Hal tersebut disampaikan Trump dalam platform Truth Social, Minggu (1/3/2026) pagi waktu setempat.
Baca juga: Rincian Fase Transisi di Iran Setelah Pembunuhan Khamenei, Pakpour, dan Shamkhani
Trump menyebut, kematian Khamenei memberikan keadilan bagi masyarakat Iran dan juga masyarakat dunia yang anggota keluarganya telah dibunuh.
"Dia (Khamenei) tidak dapat menghindari intelijen dan sistem pelacakan kami yang sangat canggih dan, bekerja sama erat dengan Israel, tidak ada yang dapat dilakukan dia, atau para pemimpin lain yang telah terbunuh bersamanya," tulis Trump.