TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara (KPwBI Kaltara) optimistis gelaran Road to Khasafa 2026 mampu mendongkrak transaksi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) hingga Rp3 miliar pada puncak acara pertengahan April mendatang.
Kepala KPwBI Kaltara, Hasiando Ginsar Manik dalam kegiatan Road to Khasafa Road 2026, menegaskan target tersebut lebih tinggi dibandingkan capaian tahun lalu yang berada di angka Rp2,6 miliar.
"Rangkaian Road to Khasafa ini puncaknya pada April 2026. Kami menargetkan total transaksi penjualan UMKM sebesar Rp3 miliar. Ini meningkat dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp2,6 miliar," ujarnya.
Menurutnya, optimisme tersebut bukan tanpa alasan. Tren ekonomi dan keuangan syariah secara global terus menunjukkan pertumbuhan signifikan, bahkan di tengah dinamika ekonomi dunia.
Baca juga: Breaking News, Road to Khasafa 2026 Resmi Dibuka di Tarakan, 36 UMKM Lokal Tanpa Menu Kembar
Berdasarkan data global yang dipaparkannya, belanja konsumen muslim dunia pada 2023 tercatat sebesar USD 2,43 triliun. Angka ini diproyeksikan melonjak menjadi USD 3,36 triliun pada 2028.
Artinya, dalam lima tahun terjadi kenaikan permintaan ekonomi syariah global sebesar 38,8 persen.
"Permintaan global luar biasa besar. Ini peluang yang harus kita tangkap, termasuk oleh UMKM di Kalimantan Utara," tegasnya.
Di tingkat global, Indonesia kini menempati peringkat ketiga dunia berdasarkan State of the Global Islamic Economy Indicator.
Posisi tersebut menegaskan Indonesia bukan sekadar pasar produk halal, tetapi sudah menjadi pemain utama dalam rantai nilai halal dunia.
Penguatan itu turut ditopang kinerja sektor unggulan halal value chain nasional yang tumbuh 6,21 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dalam dua tahun terakhir, pertumbuhannya bahkan konsisten lebih tinggi.
Tak hanya itu, sektor halal value chain menyumbang lebih dari 27 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada 2025.
Dari sisi perdagangan luar negeri, kinerja ekspor produk halal Indonesia juga menunjukkan tren positif.
Pada 2025, total ekspor makanan dan minuman halal mencapai USD 53,4 miliar. Angka ini jauh melampaui impor makanan dan minuman halal yang sebesar USD 23,05 miliar, atau tumbuh 19,73 persen.
"Kita dalami juga datanya, apakah posisi kita surplus atau defisit. Ternyata secara nasional kita surplus. Ekspor komoditas halal kita jauh lebih besar dibandingkan impor," jelasnya.
Melihat besarnya peluang tersebut, Bank Indonesia berkomitmen mengakselerasi pengembangan ekonomi syariah hingga ke daerah, termasuk di Kaltara yang tergolong provinsi muda.
Tema Road to Khasafa 2026 adalah 'Berkah Ramadan sebagai Penggerak Perekonomian Masyarakat.'
Rangkaian kegiatan tidak hanya berupa bazar Ramadan, tetapi juga literasi keuangan syariah, edukasi serta layanan zakat, infak, sedekah dan wakaf, sertifikasi produk halal, sertifikasi juru sembelih halal, edukasi QRIS dan perlindungan konsumen, hingga berbagai perlombaan bernuansa Islami.
Selama dua pekan pelaksanaan bazar, total terdapat sekitar 42 UMKM unggulan yang dilibatkan. Mereka bergerak di sektor halal food, modest fashion syariah, serta kriya.
"Kalau tadi disebut 36, sebenarnya total keseluruhan ada kurang lebih 42 UMKM. Memang belum semuanya hadir di hari pertama, tetapi totalnya sebanyak itu," ungkapnya.
Ia pun mendorong para pelaku UMKM memberikan harga yang kompetitif dan potongan khusus selama festival berlangsung.
"Kita fasilitasi festival ini, harapannya ada mutual benefit. Produk yang dijual harganya kompetitif, sehingga masyarakat lebih banyak berbelanja dan merasakan kebahagiaan Ramadan," katanya.
Selain mengejar target transaksi Rp3 miliar, Road to Khasafa juga menjadi wadah menjaring talenta muda melalui berbagai lomba seperti dai cilik, azan, nasyid, cerdas cermat Islami, festival beduk sahur hingga festival musik jalanan.
Selanjutnya, Bank Indonesia akan meluncurkan program wakaf produktif berbasis ekosistem masjid untuk mendukung ketahanan pangan dan pengembangan ekowisata di kawasan Islamic Center Kota Tarakan.
Edukasi dan literasi turut diperkuat melalui kajian dan buka puasa bersama Ustadz Hanan Attaki yang dijadwalkan digelar di Tarakan Art Center.
Antusiasme masyarakat disebut sangat tinggi, bahkan proses pendaftaran dilakukan menggunakan QRIS sebagai upaya mendorong akseptasi pembayaran digital di Kalimantan Utara.
"Peminatnya luar biasa. Bahkan sebelum acara dimulai, masih banyak yang menukarkan kupon di BI. Ini menunjukkan semangat masyarakat sekaligus meningkatkan penggunaan QRIS," ujarnya.
Dengan total 42 UMKM terlibat, dukungan literasi dan digitalisasi, serta tren permintaan halal global yang terus meningkat, BI Kaltara optimistis target Rp3 miliar dapat tercapai pada puncak Road to Khasafa 2026.
"Kita ingin UMKM syariah Kalimantan Utara dikenal lebih luas, tidak hanya di daerah sendiri, tetapi juga di tingkat nasional bahkan global," pungkasnya.
(*)
Penulis: Andi Pausiah