Situasi Mencekam Saat Evakuasi Ular Kobra di Rumah Warga Tanahbumbu Kalsel, Pemilik Rumah Ketakutan
Edi Nugroho March 01, 2026 11:45 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Situasi menegangkan saat evakuasi Ular Kobra di rumah warga Tanahbumbu Kalsel, pemilik rumah sampai ketakutan

Warga di kawasan Jalan Lingkar Tiga Puluh, perumahan Ar Raudah, Desa Kupang Berkah Jaya, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu mendadak geger, karena seekor ular kobra ditemukan masuk ke area rumah warga yang kemudian memicu kekhawatiran pemilik rumah dan warga sekitar, Minggu (1/3/2026).

Kepala Satpol PP dan Damkar Tanah Bumbu, Syaikul Ansyari, melalui tim di lapangan mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima laporan darurat dari seorang warga bernama Safitri Wulandari.

 Laporan tersebut segera direspons oleh Regu II Posko Damkar Simpang Empat guna menghindari potensi bahaya serangan ular berbisa tersebut.

Baca juga: 125 Atlet NPC Kalsel Bersiap Sambut Peparnas XVIII NTB 2028, Ini Targetnya

Baca juga: Nurul Anwar Pimpin Forki Banjarbaru, Ini Harapannya

Setibanya di lokasi kejadian tim langsung melakukan penyisiran di titik yang dilaporkan. Situasi sempat menegangkan karena keberadaan ular kobra tersebut dinilai sangat meresahkan pemilik rumah yang khawatir akan keselamatan anggota keluarganya.

Kepala Satpol PP dan Damkar Tanah Bumbu, Syaikul Ansyari, menjelaskan bahwa tindakan evakuasi ini merupakan bagian dari layanan animal rescue untuk menjamin keamanan masyarakat. Petugas di lapangan pun harus bekerja ekstra hati-hati mengingat jenis ular yang dievakuasi memiliki tingkat risiko yang cukup tinggi.

"Ada laporan dari warga guna meminta bantuan untuk mengevakuasi ular kobra yang masuk ke area permukiman, tim segera kami terjunkan untuk mengamankan lokasi," ujar Syaikul Ansyari.
Proses evakuasi berlangsung selama kurang lebih 35 menit. Berkat kesigapan petugas, ular kobra tersebut berhasil diamankan, tanpa adanya korban luka maupun kerugian materiil yang berarti.


Setelah berhasil ditangkap, ular tersebut kemudian dibawa oleh petugas untuk nantinya dilepaskan kembali ke habitat yang jauh dari jangkauan permukiman warga. 

Masyarakat pun diimbau untuk tetap waspada dan segera melapor jika menemukan hewan liar yang masuk ke lingkungan rumah agar bisa ditangani oleh tenaga profesional.

Tips Saat Ketemu Ular Kobra:

Saat bertemu ular kobra, kunci utamanya adalah tetap tenang, jangan panik, dan tidak melakukan gerakan mendadak.
 
Diamlah, jaga jarak aman (beberapa meter), dan amati pergerakan ular. Jangan mencoba menangkap atau membunuh sendiri, melainkan segera hubungi petugas Damkar atau ahli reptil untuk evakuasi. 

Berikut adalah panduan lengkap saat bertemu ular kobra:

Tetap Diam dan Jangan Panik: Kobra menyerang jika merasa terancam atau disudutkan. Gerakan mendadak, terutama di area kaki, akan memicu ular untuk menyerang.

Mundur Perlahan: Mundur perlahan tanpa membelakangi ular untuk menjaga jarak aman.

Amati Posisi Ular: Perhatikan ke mana ular bergerak. Kobra sering mencari tempat gelap, sempit, atau tumpukan barang.

Jangan Serang/Sudutkan: Hindari memukul atau memojokkan ular. Jika kobra dalam posisi mengembangkan leher, itu tanda siap menyerang, jadi menjauhlah secepatnya.

Hubungi Profesional: Segera panggil tim Rescue atau Pemadam Kebakaran.

Tindakan Darurat (Jika Terpaksa): Gunakan sapu untuk menjauhkan atau kurung dengan ember/wadah tertutup dari arah kepala, namun ini hanya jika benar-benar terpaksa dan Anda tenang. 

Pencegahan Agar Ular Kobra Tak Masuk Rumah:

Jaga kebersihan rumah dan halaman dari tumpukan barang.

Tutup celah atau lubang di rumah yang bisa menjadi sarang.

Waspada saat berjalan di kebun, terutama jika ada tumpukan kayu atau tempat lembab. 

Cara Hentikan Bisa Ular Kobra:

Pertolongan pertama gigitan kobra berfokus menghentikan penyebaran bisa (bukan menetralkannya) melalui imobilisasi (metode tekan-balut) agar korban tidak bergerak, melepas perhiasan/pakaian ketat, dan segera ke rumah sakit untuk mendapatkan Serum Anti Bisa Ular (SABU). Hindari mengikat kencang (tourniquet), menyayat, atau mengisap bisa. 

Berikut adalah panduan mendetail untuk menghentikan penyebaran bisa ular kobra:

1. Pertolongan Pertama (Langkah Kritis)

Tetap Tenang dan Jangan Bergerak: Kepanikan dan gerakan memacu jantung, mempercepat bisa menyebar ke seluruh tubuh.

Imobilisasi (Metode Tekan-Balut): Buat area yang digigit (misal: kaki/tangan) tidak bergerak sama sekali, seperti menangani patah tulang. Gunakan bidai (kayu/bambu) dan perban elastis untuk membalut seluruh anggota tubuh yang terkena, bukan hanya di titik gigitan.

Lepas Benda Ketat: Segera lepaskan cincin, jam tangan, atau pakaian ketat sebelum pembengkakan terjadi.

Posisi Aman: Posisikan area gigitan sejajar atau lebih rendah dari jantung.

Cuci Seperlunya: Bersihkan bekas gigitan dengan air dan sabun perlahan, jangan menggosoknya. 

2. Tindakan yang HARUS DIHINDARI (Fatal)

JANGAN mengikat kencang (tourniquet) karena bisa mematikan jaringan (nekrosis).

JANGAN menyayat atau memotong kulit.

JANGAN mengisap racun dengan mulut.

JANGAN memberi es atau bahan kimia apa pun.

JANGAN memberi kopi atau alkohol. 

3. Penanganan Medis (Satu-satunya Penawar)

Serum Anti Bisa Ular (SABU): Ini adalah satu-satunya penawar yang terbukti ilmiah. Segera bawa ke IGD RS terdekat yang memiliki stok serum polivalen.

Pemeriksaan Dokter: Dokter akan memantau tanda vital, pernapasan, dan sirkulasi. 

4. Pencegahan (Mengusir Kobra)

Bersihkan lingkungan dari tumpukan barang/sampah.

Tutup celah atau lubang di rumah.

Gunakan aroma menyengat seperti bawang putih, kapur barus, atau karbol. 

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Fikri Syahrin/kompas.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.