TRIBUNBANTEN.COM - Dampak konflik antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang semakin memanas, membuat sejumlah penerbangan ke Timur Tengah batal.
Dari total 39 jadwal penerbangan yang direncanakan hari ini di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Minggu (1/3/2026). Tercatat ada sebanyak 18 penerbangan batal.
Hal itu disampaikan Pgs. Asst. Deputy Communication & Legal Bandara Soekarno-Hatta, Aziz Fahmi Harahap.
Menurut data yang tercatat, pembatalan tersebut terdiri dari 9 keberangkatan dan 9 kedatangan.
Aziz Fahmi Harahap menyebutkan, berdasarkan data hingga sore hari, terdapat 39 jadwal penerbangan yang terdiri dari 20 kedatangan, 19 keberangkatan, serta 1 penerbangan charter.
“Sampai dengan sore hari ini terdapat 18 rencana penerbangan yang cancel, terdiri dari 9 keberangkatan dan 9 kedatangan,” ujar Aziz Fahmi Harahap kepada TribunTangerang.com di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Minggu (1/3/2026).
Maskapai yang terdampak pembatalan antara lain Emirates, Qatar Airways, dan Saudia, dengan sejumlah rute tujuan Doha, Abu Dhabi, dan Dubai.
Meski demikian, sejumlah penerbangan dari dan menuju Arab Saudi tetap beroperasi. Tercatat ada empat penerbangan yang berjalan hari ini, terdiri dari tiga kedatangan dari Jeddah dan Madinah serta satu keberangkatan menuju Jeddah.
Baca juga: Kisah Agis Tasya Putri, Bocah 10 Tahun di Tangerang Viral Jual Lukisan demi Beli Beras
“Hari ini terdapat empat flight yang tiba dan berangkat, tiga kedatangan dari Jeddah dan Madinah serta satu flight menuju Jeddah,” jelas Aziz Fahmi Harahap.
Terkait mekanisme bagi penumpang yang terdampak pembatalan, Aziz Fahmi Harahap menyatakan telah berkoordinasi dengan maskapai dan otoritas terkait untuk memastikan pelayanan tetap optimal.
“Kami terus berkoordinasi dengan maskapai dan otoritas bandara untuk memastikan seluruh pengguna jasa dapat difasilitasi dengan baik,” katanya.
Maskapai disebut telah memberikan sejumlah opsi kepada penumpang, mulai dari pengembalian dana (refund), penjadwalan ulang (reschedule), hingga pengalihan rute (reroute).
Sementara itu, ia memastikan operasional di Bandara Soekarno-Hatta tetap berjalan aman dan lancar.
“Seluruh operasional di Bandara Soekarno-Hatta berjalan dengan baik, aman dan lancar,” tegasnya.
Aziz Fahmi Harahap mengimbau calon penumpang untuk terus memantau perkembangan informasi penerbangan melalui maskapai masing-masing sebelum berangkat ke bandara guna menghindari ketidaknyamanan.
Suasana di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Minggu terlihat berjalan seperti biasa meski terdapat penyesuaian jadwal sejumlah penerbangan rute Timur Tengah, Minggu (1/3/2026).
Aktivitas keberangkatan dan kedatangan tetap berlangsung dengan tertib, sementara petugas bandara terus memantau arus penumpang di seluruh terminal.
Pantauan TribunTangerang.com menunjukkan, Terminal 3 yang biasanya ramai melayani penerbangan internasional tampak ada antrean di counter maskapai Etihad Airways.
Penumpang terlihat berdiri rapi sambil menunggu giliran untuk melakukan check-in, membawa koper dan dokumen perjalanan mereka.
Terdapat tiga counter yang melayani penumpang Etihad, masing-masing untuk kelas ekonomi, online check-in, dan bisnis.
Antrian paling panjang terlihat di counter online check-in, di mana sejumlah penumpang menunggu bantuan petugas untuk menyelesaikan proses keberangkatan.
Selain antrean di counter, perhatian penumpang juga tertuju pada layar besar bandara, yaitu Flight Information Display System (FIDS), yang menampilkan status penerbangan secara real-time.
Beberapa penerbangan rute Timur Tengah tercatat dibatalkan hari ini, sementara yang lain masih terjadwal sesuai rencana.
Dalam layar FIDS, terlihat sejumlah penerbangan yang dibatalkan, antara lain Emirates EK367 tujuan Dubai, Garuda Indonesia GS8851 Dubai, flydubai FZ6357 Dubai, Condor 5904DE, Iberia IB6284, Jet Blue B66536 Doha, Qatar Airways QR957 Doha, Amerika Airways AA8152 Doha, Qatar Airways QR6380, serta Garuda Indonesia GA900 Doha.
Status “Cancelled” muncul jelas di samping masing-masing penerbangan, memberi informasi langsung kepada calon penumpang.
Meski terdapat pembatalan, penumpang tetap dapat memperoleh informasi dan layanan dari petugas bandara maupun maskapai.
Penanganan terhadap penumpang terdampak dilakukan sesuai prosedur, termasuk pengaturan ulang jadwal penerbangan, akomodasi sementara, dan bantuan dokumen perjalanan di area imigrasi.