Wasiat Politik Ayatollah Ali Khamenei
Abdul Azis Alimuddin March 02, 2026 12:20 AM

Oleh: Firdaus Muhammad
Guru Besar Komunikasi Politik Islam UIN Alauddin Makassar

TRIBUN-TIMUR.COM - Iran berduka. Ayatollah Sayyid Ali Khamenei dikabarkan tewas.

Pengumuman resminya, Ahad, 1/3/2026.

Akibat serangan Israel ke Teheran, tepat di kediaman pimpinan tertinggi Iran pada Sabtu, 28/2/2026.

Serangan balik dari Iran menggempur pertahanan Amerika Serikat (AS) di berbagai negara Timur Tengah, Kuwait, Qatar, Bahrain, Uni Emirat Arab, Jordan, dan Irak.

Hal serupa dilancarkan ke Israel sebagai aksi agresi sebelumnya dan balas dendam atas wafatnya pemimpin mereka.

Dunia Islam berduka, Imam Khamenei wafat dan dinyatakan 40 hari masa berkabung.

Seorang mujahid yang memimpin Iran sejak 1989 dan tak pernah gentar hadapi Barat, syahid di bulan Ramdhan membela kehormatan negaranya.

Kematiannya membangkitkan semangat juang militer Iran.

Sepanjang sejarahnya, Iran mengukuhkan diri sebagai negara Islam anti imperialisme, disegani Barat karena kedaulatan politik dan kekuatan militernya.

Memiliki senjata dengan teknologi tinggi, sekalipun soliditas politik bergejolak akibat manuver oposisi Reza Pahlevi dan propaganda Israel-AS.

Agresi Israel ke jantung kota Teheran hingga menewaskan pemimpin tertinggi Iran itu, sedikitpun tidak melemahkan semangat juang militernya.

Dalam hitungan jam, serangan balasan Iran menjangkau sejumlah negara yang ditengarai sebagai basis pertahanan AS.

Sejumlah kawasan strategis Israel berhasil dibombardir menembus pertahanan seperti mengulangi peristiwa serupa tahun lalu.

Ketahanan militer Iran teruji pasca revolusi 1979 menumbangkan rezim Monarkhi Pahlevi.

Pasca wafatnya Imam Khamenei, jiwa revolusioner makin bangkit, anti imprealisme makin membuncah, mereka memiliki ideologi politik kuat.

Pemimpin tertingginya seorang ulama yang menjalankan pemerintahan dan militer dengan spirit jihad yang kini jadi syuhada di bulan mulia.

Imam Khamenei Simbol Perlawanan

Pemimpin Iran, Ayatollah Sayyid Ali Khamenei merupakan simbol perlawanan dunia Islam melawan Barat, ia memiliki semangat juang yang tidak padam, tidak putus asa, justru tulus ikhlas membela negaranya hingga akhir hayat.

Pemimpin besar itu bertitah, saya sudah tua, tubuh saya tidak berharga. Saya hanya duduk di kursi menyaksikan perang ini.

Jika Israel berpikir bahwa mereka akan menang dengan membunuh saya, itu adalah kesalahpahaman mereka.

Jika Anda membunuh saya, itu tidak akan merugikan Iran sebab negeriku berdasar moralitas, tidak diperbudak siapapun di dunia.

Pernyataan itu viral setelah ia wafat. Hidupnya selesai tapi perjuangannya tidak berakhir, pemuda dan militer Iran melanjutkan perjuangannya.

Kesyahidan pemimpin tertinggi Iran itu sebagai pemantik perlawanan besar dan total terhadap imprealisme Barat.

Suatu waktu sang imam revolusioner tegaskan, serangan dari manapun ke negaranya, niscaya melakukan kesalahan besar.

Retorikanya tidak lantang tetapi tegas, spirit jihadnya membahana di hadapan para militernya.

Pemikiran politiknya sangat jitu, selama ini Iran berhasil menghadapi embargo, konfrontasi, pembunuhan intelejen dan ilmuan nuklir serta perang asimetris.

Kepemimpinan politiknya teruji, tenang tapi disegani musuh, Barat.

Di matanya, Israel adalah rezim teroris, Iran berhak membalas dan Israel saatnya menerima balasan.

Ketenangan Imam Khamenei berhasil memimpin Iran, bukan pada retorika yang lantang tapi pada tindakannya untuk sebuah kehormatan.

Iran memiliki sistem politik kuat, terutama pasca Revolusi Iran 1979 yang berkelanjutan hingga kini.

Iran berhasil mengembangkan persenjataan mutakhir dengan perhatanan makin diperhitungkan.

Kebangkitan politik Islam di Iran pasca dinasti Pahlevi ke era Imam Ayatollah Khomeini menempatkan dominasi ulama dan penerapan syariat Islam dengan memadukan kekuasaan politik dan agama.

Ulama memiliki peran sentral dalam sistem politik Iran dalam melahirkan kebijakan dan pelaksanaan hukum.

Warisan sejarah revolusi yang melahirkan kekuasaan politik ulama melalui sistem teokrasi, ideologi politik dan tentu saja pengaruh kuat dari mazhab syiah.

Aspek mazhab ini juga menjadikan hubungan luar negerinya kompleks.

Secara politik sejumlah negara Islam tidak sejalan Iran dalam menyikapi soal agresi Israel terhadap Palestina.

Iran Kebangkitan Politik Islam

Setiap negara memiliki kedaulatan dan ideologi politik yang diyakininya terbaik untuk negaranya.

Problem kebangkitan politik dunia Islam dilatari soal ideologi dan sistem pemerintahan.

Setidaknya, Iran sebagai negara yang konsisten hadapi Barat tanpa bergeming hadapi embargo dan pengucilan.

Keberaniannya menyerang Israel sebagai balasan atas serangan Israel sebelumnya. Dunia tahu bukan Iran memulai peperangan tapi siaga menghadapinya.

Dunia Islam secara politik sejatinya belajar dari Iran baik pada sistem teokrasi melahirkan kedaulatan politik di tangan ulama yang mengambil kebijakan berdasar pada nilai-nilai Islam sehingga melahirkan kekuatan politik.

Komando politik di tangan ulama kharismatik menciptakan stabilitas politik.

Selain itu, kedaulatan politik sehingga Iran fokus pada penguatan politik, terutama aspek militer.

Kini dunia dihadapkan perang besar, Israel dan AS pemantiknya.

Ancaman yang dihadapi bukan semata soal keamanan, tapi berdampak pada stabilitas perekonomian dunia dan kemanusiaan.

PBB belum banyak memberi harapan di tengah arogansi AS. Indonesia pun dalam posisi dilema dalam mengambil peran.

Keterlibatannya dalam Board of Peace belum memadai sebab Trump mengaburkan orientasi BOP dalam mempromosikan pemeliharaan perdamaian di seluruh dunia.

Di tengah ketidakpastian politik global pasca tewasnya Imam Khamenei dan propaganda Israel-AS dengan sekutunya.

Persepsi warga dunia makin berkubang dalam kecemasan akibat aksi peperangan negara-negara yang berkonflik.

Ayatollah Ali Khamenei wafat sebagai syuhada.

Selembar wasiat politik berisi pesan perlawanan, negara tidak boleh lumpuh.

Berwasiat sebelum ajal menjemput, pengaturan rantai komando berlapis.

Wasiat politik bagi rakyat Iran.

Ulama dan negarawan yang konsisten lawan Barat itu, syahid di bulan Ramadhan, kematian yang indah.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.