Di bulan Ramadan, mandi wajib (mandi junub) menjadi syarat mutlak bagi pasangan suami istri setelah berhubungan intim agar dapat kembali menjalankan ibadah puasa dan salat. Namun, di luar kewajiban agama, prosedur bersih-bersih badan setelah bercinta ternyata memiliki alasan medis yang sangat penting bagi kesehatan reproduksi.
Praktisi kesehatan seksual dr Akbari Wahyudi Kusumah, SpU, menekankan bahwa sesingkat apa pun waktunya, terutama saat mengejar waktu sahur, kebersihan area intim tidak boleh diabaikan.
"Spermanya itu nanti kan bikin gatel. Dan sperma juga, jujur saja bau sih sebenarnya," kata dr Akbari dalam perbincangan dengan detikcom beberapa waktu lalu.
Risiko Lengket dan Masalah Higienitas
Tak hanya bagi wanita, dr Akbari juga mengingatkan bahwa pria memiliki risiko yang sama jika menunda untuk membersihkan diri. Selain faktor aroma, residu dari cairan tubuh selama berhubungan intim akan meninggalkan sensasi lengket yang tidak higienis.
"Buat laki-laki juga sama sebenernya, ya kalau gak cepet-cepet dibersihin kan lengket juga," tegasnya.
Selain sisa sperma, cairan alami vagina yang keluar saat berhubungan juga dapat menjadi media pertumbuhan bakteri jika dibiarkan mengering begitu saja tanpa dibilas. Oleh karena itu, menyempatkan diri untuk mandi atau setidaknya membasuh area genital segera setelah bercinta adalah langkah preventif untuk mencegah infeksi saluran kemih (ISK) maupun infeksi jamur.
Mengingat waktu yang terbatas di malam-malam Ramadan, dr Akbari menyebut bahwa proses bersih-bersih ini seharusnya tidak memakan waktu lama, namun dampaknya sangat besar bagi kenyamanan dan kesehatan pasangan selama menjalankan sisa waktu puasa.







