Berbulan-bulan Diintai CIA, Khamenei Tewas Dibom Israel Saat Pimpin Rapat
Hasanudin Aco March 02, 2026 08:17 AM

TRIBUNNEWS.COM, IRAN - Jet tempur Israel menjatuhkan 30 bom di kompleks tempat tinggal sekaligus kantor Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Sabtu (28/2/2026) pagi menjelang siang.

Menurut The Wall Street Journal, puluhan bom itu dijatuhkan di lokasi  Khamenei berada setelah  dipastikan keberadaannya.

Para pejabat Israel mengatakan pasukan intelijen akhirnya mengidentifikasi tiga pertemuan semacam itu pada hari Sabtu pagi lalu.

Itulah alasan serangan dilakukan di siang bolong. bukan di malam hari.

Selain di kediaman Khamenei, operasi militer gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel menargetkan beberapa instalasi militer dan kantor pemerintah.

Dilacak berbulan-bulan

Agen intelijen AS, CIA, terus melacak Ayatollah Khamenei selama berbulan-bulan.

"Dan semakin yakin tentang lokasi dan pola perilakunya," tulis New York Times berdasarkan beberapa sumber.

Kemudian CIA mengetahui bahwa pertemuan para pejabat tinggi Iran akan berlangsung pada Sabtu pagi di kompleks Khamenei di Teheran.

CIA juga mengetahui bahwa Khamenei akan berada di lokasi tersebut.

AS dan Israel memutuskan segera melakukan operasi militer.

Menurut orang-orang yang diberi informasi tentang intelijen tersebut, CIA meneruskan informasi intelijennya, yang menawarkan "akurasi tinggi" tentang posisi Ayatollah Khamenei, kepada Israel.

Mereka dan pihak lain yang memberikan rincian tentang operasi tersebut berbicara dengan syarat anonim untuk membahas informasi intelijen dan perencanaan militer yang sensitif.

Awalnya serangan ke lokasi Khamenei akan dilakukan pada malam hari.

Namun berbekal informasi intelijen Khamenei akan rapat dengan para petinggi militer pada Sabtu pagi sehingga serangan pun langsung diluncurkan.

Informasi yang didapatkan bahwa Khamenei akan rapat dengan Mohammad Pakpour, panglima tertinggi Korps Garda Revolusi Islam; Aziz Nasirzadeh, menteri pertahanan; Laksamana Ali Shamkhani, kepala Dewan Militer; Seyyed Majid Mousavi, komandan Angkatan Udara Korps Garda Revolusi Islam; Mohammad Shirazi, wakil menteri intelijen; dan lainnya.

Operasi dimulai sekitar pukul 6 pagi di Israel, ketika jet tempur lepas landas dari pangkalan mereka.

Serangan itu hanya membutuhkan sedikit pesawat, tetapi mereka dipersenjatai dengan amunisi jarak jauh dan sangat akurat.

PUTIN DAN KHAMENEI - Foto yang dirilis Khamenei.ir menampilkan Ali Khamenei saat bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada 1 November 2017
PUTIN DAN KHAMENEI - Foto yang dirilis Khamenei.ir menampilkan Ali Khamenei saat bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada 1 November 2017 (khamenei.ir)

Dua jam lima menit setelah jet-jet lepas landas, sekitar pukul 9:40 pagi di Teheran, rudal jarak jauh menghantam kompleks tersebut.

Pada saat serangan terjadi, para pejabat senior keamanan nasional Iran berada di salah satu gedung di kompleks tersebut.

Ayatollah Khamenei berada di gedung lain di dekatnya.

Jenazah Khamenei ditemukan di bawah reruntuhan kompleksnya.

Dilansir  AFP, sejumlah anggota keluarga Khamenei dan pejabat Iran meninggal dunia yakni :

1. Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei
2. Komandan IRGC Mayor Jenderal, Mohammad Pakpour
3. Sekretaris Dewan Pertahanan Iran, Ali Shamkhani
4. Menteri Pertahanan, Aziz Nasirzadeh
5. Pejabat Intelijen Iran, Saleh Asadi
6. Pejabat Penelitian Iran, Hossein Jabal Amelian
7. Pejabat Penelitian Iran, Reza Mozaffari-Nia
8. Penghubung pertahanan senior Iran, Mohammed Shirazi
9. Putri Khamenei
10. Menantu Khamenei
11. Cucu Khamenei

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa 48 pemimpin Iran tewas dalam serangan AS-Israel itu.

"Tidak ada yang percaya dengan kesuksesan yang kita raih. 48 pemimpin telah lengser sekaligus. Dan prosesnya berlangsung dengan cepat," kata Presiden AS saat berbicara kepada Fox News .

Sumber:  The Wall Street Journal/NYT/Fox News/AFP

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.